Kreasi Busana Ramah Lingkungan Karya Generasi Muda Pasuruan


  • Kreasi Busana Ramah Lingkungan Karya Generasi Muda Pasuruan
    Proyek 'Promoting Three Pillar of Sustainability in Fashion Industry' telah memilih lima generasi muda untuk membuat sustainable fashion. (Foto: Dok. AGS Project)


    Sustainability atau keberlanjutan memang sedang menjadi topik yang digalakkan oleh banyak pihak. Termasuk oleh alumni Australia Janet Teowarang bersama dengan timnya, Michael Nathaniel, Soelistyowati, Geraldus Sugeng, Marini Yunita, Rahayu Budhi Handayani dari Universitas Ciputra Surabaya, yang melaksanakan proyek 'Promoting Three Pillar of Sustainability in Fashion Industry'.

    (Baca juga: Memperkenalkan 'Sustainable Fashion' Ke Desainer Muda)



    Tiga pilar berkelanjutan tersebut merupakan hal penting untuk melengkapi sisi keberlanjutan di industri kreatif dan mode di Indonesia. Ketiga pilar tersebut adalah lingkungan, sosial, dan ekonomi.

    Proyek yang didanai oleh pemerintah Australia dan diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia ini sengaja digarap untuk memberikan wawasan serta kesempatan bagi pelaku industri kreatif yang sudah berpengelaman maupun pemula, khususnya di Kabupaten Pasuruan agar tetap berkelanjutan dan mampu diakui secara regional, nasional serta internasional dalam mengangkat seni dan budaya daerahnya. 



    Melalui proyek ini, berbagai pelatihan dilakukan untuk menyaring lima orang penerima manfaat dari 100 peserta yang terdaftar. Mereka adalah Dora Maharani, Risa Aprilia, Rizki Amalia, Andre Setiawan dan Hari Pamuji. Kelima orang tersebut dipilih untuk membuat koleksi mode sustainable yang dimentori oleh Soelistyowati dan Geraldus Sugeng dari Universitas Ciputra.

    Puncak acara berlangsung di Hotel Ciputra World Surabaya pada akhir Februari lalu. Karya dari lima orang tersebut ditampilkan dalam peragaan busana yang menghadirkan delapan tampilan padu padan desain hasil karya dari kolaborasi mereka.

    (Baca juga: Upaya 'Sustainability' Jangka Panjang Tommy Hilfiger)

    Koleksi ini dibuat menggunakan kain tenun ATBM dengan batik bermotif khas Kabupaten Pasuruan seperti bunga sedap malam dan krisan, yang dibuat dengan teknik titikan dan retakan pada kain. 

    Pemilihan warna muted-mid tones sengaja dipilih agar menampilkan kesan retro, tetapi juga kontemporer dan relevan dengan kehidupan modern. Misalnya seperti soft blue, soft yellow, butternut, dan soft blue-gray.




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below