Pentingnya Dana Darurat Di Tengah Kondisi Wabah Virus Corona


  • Pentingnya Dana Darurat Di Tengah Kondisi Wabah Virus Corona
    Dampak wabah virus corona (covid-19) membuat kondisi keuangan dan ekonomi juga menjadi tak jelas. Dana darurat menjadi penyelamat. (Foto: Dok. Pexels/Alexander)


    Wabah virus Corona (Covid-19) turut memberi dampak pada kondisi keuangan dan ekonomi. Ketika bisnis terhambat, karyawan mesti bersiap akan risiko terburuk atau dirumahkan. Kebijakan Work From Home (WFH) bisa jadi juga diperpanjang atau bahkan lockdown. Sementara, pengeluaran jalan terus.

    Dalam situasi yang tak menentu ini, dana darurat (emergency fund) kemudian menjadi penyelamat. Beruntunglah, yang punya cadangan uang sehingga masih bisa menyambung hidup. Namun, siapa yang tahu kapan situasi ini berakhir?



    Apa itu dana darurat, dan bagaimana jika tidak memilikinya? Setiap orang kini perlu menyiasatinya, agar tetap bisa bertahan di masa sulit hingga wabah ini berakhir dan kembali normal.

    (Baca juga: Tips Melindungi Bisnis Kecilmu di Tengah Wabah Virus Corona) 


    Pentingnya Dana Darurat

    Dana darurat adalah simpanan yang dapat digunakan pada saat kondisi darurat dan mendesak. Ia menjadi harapan kala situasi tak terduga seperti saat paceklik keuangan, atau saat kondisi emergency seperti kecelakaan, menghadapi bencana, atau kehilangan pekerjaan.

    Dalam praktiknya, dana darurat bisa kamu persiapkan dengan cara menyisihkan minimal 10% dari pendapatan. Mengutip Cermati.com, saldo dana darurat berbeda-beda pada setiap orang, sesuai kebutuhan. Dana darurat idealnya setara dengan 4-6 kali pengeluaran rutin. Ini buat yang masih single, sedangkan buat yang sudah berkeluarga disarankan untuk setara dua kali lipatnya.


    (Ilustrasi penyimpanan uang. Foto: Dok. Pexels.com) 


    Tempat penyimpanan

    Dana darurat dianjurkan disimpan di tempat yang mudah diakses, cepat diambil dan aman. Sejumlah perencana keuangan menyarankan agar simpanan untuk dana darurat dibikin di rekening tabungan terpisah. Di samping tabungan, dana darurat juga bisa disimpan dalam bentuk deposito, logam emas, Obligasi Negara (ORI) dan reksadana.

    Patut diketahui, logam emas dapat digadaikan dalam keadaan mendesak, biasanya nilai gadai sebesar 80% harga emas. Sementara, untuk ORI dan Reksadana memerlukan tiga hingga tujuh hari kerja untuk proses pencairannya.

    Bagaimana jika tak punya?

    Jika saat ini tidak punya dana darurat termasuk tabungan, maka kamu bisa mendapatkannya dengan cara lain, seperti jual atau gadai aset yang dimiliki, dan mencari sumber penghasilan lain.

     1. Jual atau gadai

    Jika saat ini tidak ada tabungan sebagai pegangan, maka kamu bisa menjual atau menggadaikan aset yang kamu punya di Pegadaian. Lakukan pengecekan harta yang kamu punya, misalkan itu perhiasan, alat elektronik, dan lainnya yang bisa dijual atau digadai. Siapa tahu nanti ketika punya penghasilan bisa ditebus lagi. Setidaknya untuk saat ini bisa mendapat uang tunai.


    2. Cari sumber penghasilan lain

    Berada di rumah saja bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Ada baiknya menggunakan momen ini untuk tetap bekerja di rumah, mencari penghasilan lain dari berbagai sumber. Misalkan, dengan menjadi reseller menggunakan platform situs jualan online dan atau media sosial (Instagram, Facebook). Apakah itu dengan jualan makanan, minuman, baju, sepatu, tas dan lainnya. Pilihan lainnya, bisa juga menjadi pekerja lepas (freelance) dengan bayaran per-project dari yang ditawarkan. Dengan begini, kamu tetap bisa mendapatkan penghasilan meski tetap mengikuti himbauan untuk tetap di rumah saja.


    Manfaat Dana Darurat

    Dana darurat tak hanya berfungsi sebagai simpanan, tapi juga dapat menjadi talangan kala sakit keras, perbaikan barang, dan atau pegangan yang mencegah kamu untuk meminjam dan utang.

    1. Simpanan

    Memiliki dana darurat menjadi simpanan penyelamat dalam kondisi sulit. Misalkan kamu kenapa PHK atau dirumahkan, biaya hidup terutama kebutuhan pokok selama beberapa bulan ke depan masih dapat ditanggung sampai kembali mendapatkan pekerjaan.

    2. Talangan kala sakit

    Punya dana darurat berarti membuat diri lebih tenang. Baik itu kala sulit keuangan atau sewaktu-waktu menderita sakit. Walau ada asuransi kesehatan misalnya, dana darurat bisa menjadi pegangan kalau asuransi tidak menanggung biaya pengobatan atau menggunakan sistem reimburse.

    3. Perbaiki kerusakan

    Tidak selamanya apa yang kita punya akan baik-baiuk saja kondisinya, bisa jadi rusak atau butuh perbaikan. Misalkan, pada kendaraan, rumah, atau ponsel. Hal-hal yang diluar perhitungan ini bisa juga diatasi dengan menggunakan dana darurat.

    4. Cegah utang

    Punya dana darurat mencegah kamu dari terjerat pinjaman atau utang. Dengan pegangan yang ada, kamu tidak perlu meminjam pada kerabat, keluarga atau teman, menggesek kartu kredit, atau mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA). Setidaknya kamu masih bisa mengatasinya sendiri.


    Tips mengelola dana darurat

    Jika saat ini kamu memiliki dana darurat, maka kelolalah dengan baik. Caranya bisa dengan berhemat, beli yang dibutuhkan saja, dan tunda pengeluaran tak penting.

    1. Berhemat

    Bagaimana caranya berhemat? Kamu harus bisa menahan diri dan tidak mengikuti nafsu belanja yang tidak penting atau tidak mendesak. Jika perlu buat daftar pengeluaran yang baru dengan alokasi uang untuk kebutuhan mendesak.

    2. Tunda pengeluaran tak penting

    Sisir kembali daftar pengeluaran kamu setiap bulannya. Pilih mana yang tak penting, dan perlu dihentikan dulu untuk sementara. Ini meski nilainya kecil, tapi jika ada banyak maka akan sangat membantu dalam mengelola dana darurat.

    3. Beli bahan pokok

    Dalam menggunakan dana darurat untuk bertahan hidup, kamu mestilah berlaku bijak. Beli yang utama, dan kurangi pemborosan. Misalkan dengan mengutamakan membeli sembako atau bahan pangan, seperti beras, telur, sayur, minyak goreng, gula, mi instan dan buah. Dengan begitu, kamu bisa memasak di rumah, daripada beli di luar, karena ini bisa mengurangi pengeluaran. Sesekali boleh membeli dari luar, tapi sebisa mungkin dibatasi.

    4. Pilih harga murah

    Jika kamu harus membeli sesuatu atau berniat mengeluarkan uang, maka pilihlah barang yang harganya lebih murah. Misalkan membeli susu, meski sama-sama susu cokelat tapi mereknya berbeda maka pilih yang lebih murah. Ini juga bisa berlaku misalkan membeli minyak goreng atau gula pasir.

    Dengan menyiasati dana darurat yang kamu punya, maka situasi yang tak menentu dan sulit bisa dilalui dengan tenang tanpa beban pikiran. Sementara itu, momen ini juga sekaligus memberi pelajaran penting untuk ke depannya, agar menyisihkan penghasilan untuk mempersiapkan dana darurat. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below