Sunat Perempuan: Kenali Tipe & Dampaknya Bagi Perempuan


  • Sunat Perempuan: Kenali Tipe & Dampaknya Bagi Perempuan
    Bertepatan hari non-toleransi sunat perempuan, mari kenali tipe dan dampaknya bagi perempuan. (Foto: Dok. Freepik)


    Tanggal 6 Februari diperingati sebagai hari Nol Toleransi Bagi Praktik Sunat Perempuan di seluruh dunia. Dicetuskan sejak 2003, namun beberapa negara masih melakukan praktik ini terhadap perempuan. Lalu apa sebetulnya sunat perempuan itu?

    Melansir laman WHO, sunat perempuan atau dikenal sebagai Female Genital Mutilation (FGM) adalah sebuah prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh alat genetikal pada perempuan. Dalam melakukannya, praktik ini memiliki empat tipe yang kerap kali diterapkan oleh sejumlah ahli sunat, bidan hingga dokter. Apa saja?



    (Baca Juga: Bolehkah Perempuan Disunat? Ini Kata Ahlinya)


    1. Penghilangan sebagian atau keseluruhan kelenjar klitoris 

    2. Pengangkatan sebagian atau keseluruhan kelenjar klitoris dan labia minora, yaitu lipatan dalam vulva.

    3. Infibulasi atau menyempitkan mulut vagina dengan cara menjahitnya

    4. Menggoreskan, menusuk, atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina untuk mempersempitnya.


    Dampak Dari Sunat Perempuan



    (Dampak dari sunat perempuan terbagi menjadi dua yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Foto: Dok. Freepik)

    Berbeda dengan laki-laki, sunat terhadap perempuan tidak dianggap sebagai praktik medis, melainkan hanya sebuah tradisi turun menurun. Bahkan, sunat pada perempuan cenderung tidak memiliki manfaat untuk kesehatan. 

    Selain bisa berdampak buruk pada kesehatan mental, dampak lain bisa timbul dan menyerang seperti, pendarahan hingga kematian. Masih melansir laman WHO, berikut dampak jangka pendek dan jangka panjang dari sunat perempuan:

    (Baca Juga: Apa Sih Dampak dari Sunat Bagi Perempuan?)


    Jangka Pendek:

    1. Sakit parah

    2. Pendarahan yang berlebihan (haemorrhage)

    3. Pembengkakan pada Jaringan genital 

    4. Demam

    5. Infeksi atau tetanus

    6. Masalah kandung Kemih

    7. Cedera dan luka di daerah genital

    8. Shock

    9. Kematian


    Jangka Panjang:

    1. Terasa sakit saat buat air kecil

    2. Infeksi saluran kemih

    3. Mudah terkena bakteri di daerah vagina

    4. Menstruasi yang tidak teratur

    5. Sakit saat berhubungan seksual

    6. Sulit merasa puas saat berhubungan intim

    7. Risiko komplikasi persalinan bagi ibu dan anak

    8. Masalah psikologis (depresi, kecemasan, dan trauma)

    (Baca Juga: Ssttt… Ternyata Sunat Bikin Wanita Gampang Orgasme)


    Sejumlah Negara yang Melakukan Sunat Perempuan



    (Praktik sunat perempuan di berbagai negara. Foto: Dok. Freepik)

    Sejumlah negara telah menerapkan praktik sunat perempuan kepada balita dan remaja. Prosedur ini juga marak dilakukan oleh beberapa negara Afrika bagian Timur dan Barat.

    Dalam laporan UNICEF, negara Somalia dan Guinea memiliki persentase tertinggi dengan jumlah 98 persen. Perempuan berusia 15-49 tahun telah melakukan FGM atau sunat perempuan di negara itu. Kemudian, dilanjuti oleh negara Djibouti, Sierra Leone, Mali, Egypt, Sudan, dan Eritrea yang masuk ke dalam 10 negara tertinggi untuk praktik ini pada tahun 2004-2015.

    Sebelumnya, UNICEF juga telah melakukan riset disejumlah negara di Asia. Dalam laporannya telah menemukan anak perempuan berusia 0-14 tahun menjalani praktik sunat perempuan di Gambia, Mauritania, Indonesia dan lainnya. Sementara secara global, diperkirakan 200 juta anak perempuan berusia di bawah 15 tahun mengalami praktik ini. 

    Namun, pada tahun 2019, sejumlah negara telah mengeluarkan tindakan berupa undang-undang dan hukum mengenai sunat perempuan. Di antaranya adalah Somalia, Somaliland, Sierra Leone dan Liberia yang mulai menghapus praktik ini dan mulai menegakkan anti sunat perempuan.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below