Selain untuk Diet, Ini Manfaat Lain Skipping untuk Tubuh


  • Selain untuk Diet, Ini Manfaat Lain Skipping untuk Tubuh
    Yuk, simak lebih lengkap mengenai manfaat skipping bagi tubuh!. (Foto: Dok. Marymarkevich/Freepik)

    Di tengah kesibukan pekerjaan yang padat dan masih dalam masa normal baru pandemi Covid-19, sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan tubuh salah satunya dengan rutin berolahraga yang bisa kamu lakukan di rumah saja.


    Skipping atau lompat tali merupakan salah satu jenis olahraga ringan yang bisa kamu lakukan di rumah. Jenis olahraga ini termasuk jenis olahraga yang dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kekuatan tubuh. Yuk, simak lebih lengkap mengenai manfaat skipping bagi tubuh!




    Membantu Menurunkan Berat Badan

    Jika kamu sedang dalam program penurunan berat badan, jenis olahraga lompat tali diketahui dapat membantu menurunkan berat badan. Faktanya, menurut British Rope Skipping Association melakukan lompat tali selama satu jam bisa membakar sebanyak 1600 kalori. 


    Melatih Kekuatan Tubuh

    Skipping adalah salah satu jenis latihan yang menggunakan seluruh anggota tubuh, seperti menggunakan perut untuk menstabilkan tubuh, menggunakan kaki untuk melompat, serta menggunakan bahu dan lengan untuk memutar tali.


    Maka tak heran jika jenis olahraga ini dapat membantu melatih kekuatan tubuh. Selain itu, latihan lompat tali juga dapat meningkatkan koordinasi, stamina, dan fokus. 


    Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebagaimana diketahui, lompat tali adalah latihan yang mengulang gerakan melompat dengan cepat sehingga membuat jantung akan berdetak dan memompa darah. Hal ini tentu akan membantu meningkatkan kesehatan jantung.


    Lebih lanjut, menurut British Rope Skipping Association, skipping juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyeimbangkan metabolisme tubuh, dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. 


    Bagi kamu yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular, tidak ada salahnya untuk melakukan latihan lompat tali. Ini karena lompat tali juga bermanfaat bagi orang yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular.


    Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam European Journal of Applied Physiology menemukan bahwa, rutin melakukan latihan lompat tali selama 12 minggu diketahui dapat mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular pada remaja perempuan yang mengalami pre hipertensi, atau tekanan darah tinggi.


    Di akhir penelitian, para gadis yang rutin melakukan lompat tali juga diketahui memiliki lemak tubuh yang lebih rendah secara keseluruhan. Lebih sedikit lemak tubuh di perut dan denyut nadi yang lebih baik, keduanya dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan jantung.


    Meningkatkan Kepadatan Tulang

    Selain dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, latihan lompat tali juga dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang. Hal ini karena, saat melakukan latihan lompat tali, tulang dan otot harus menahan beban tubuh sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kepadatan tulang.


    Kondisi tulang yang padat dan kuat dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis, atau gangguan kesehatan lainnya yang terjadi pada tulang. Bahkan pada tahun 2019, Korean Society for Bone and Mineral Research merekomendasikan agar orang-orang melakukan lompat tali selama 10 menit per hari untuk meningkatkan kekuatan tulang.


    Meningkatkan Koordinasi

    Melakukan latihan lompat tali diketahui dapat meningkatkan koordinasi. Ini karena, saat melakukan lompat tali, mengharuskan beberapa bagian tubuh bersinkronisasi dengan baik untuk membuat satu gerakan melompat dengan cepat, dimana kaki harus melompat tepat waktu dengan pergelangan tangan berputar untuk menciptakan gerakan lompatan yang berkelanjutan. 


    Menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Jurnal Riset Farmasi dan Teknologi menemukan bahwa lompat tali membantu meningkatkan koordinasi motorik di antara anak-anak autis, yang sering kesulitan dengan keseimbangan dan koordinasi.


    Studi lainnya tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Sports Science and Medicine menemukan bahwa pemain sepak bola pra-remaja yang melakukan latihan lompat tali menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik setelah 8 minggu dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan latihan lompat tali. 


    Meningkatkan Kesehatan Mental

    Melakukan latihan lompat tali dengan intensitas sedang dapat berdampak positif pada kecemasan, depresi, dan suasana hati. Seperti yang sudah diketahui, olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh dan sirkulasi darah di otak, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan disonansi kognitif. 


    Itulah enam manfaat skipping untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk durasi latihan lompat tali, mulailah dengan lompat tali selama 1 menit. Lalu, tingkatkan intensitas dan durasinya setiap minggu setidaknya 1-2 menit.


    Durasi latihan lompat tali maksimal per harinya adalah selama 10-15 menit. Pastikan untuk memberikan jeda istirahat selama beberapa menit, lalu lakukan latihan lagi. 




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa Cover Agustus 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below