Rekomendasi 7 Brand Batik Untuk Menambah Koleksimu


  • Rekomendasi 7 Brand Batik Untuk Menambah Koleksimu
    Beberapa brand batik yang dapat ditambahkan ke koleksi pakaianmu. (Foto: Dok. Instagram/danarhadi_id)

    Hari Batik Nasional dirayakan setiap 2 Oktober sejak diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Dalam industri fashion, batik bukan lagi motif yang digunakan untuk menghadiri acara resmi, melainkan juga untuk pakaian sehari-hari. Berikut herworld telah merangkum beberapa brand batik yang dapat kamu tambahkan ke koleksi pakaianmu.

    (Baca Juga: 7 Corak Batik khas Indonesia yang Mencuri Perhatian)

    Alleira Batik




    Berkiprah sejak 2005 di dunia retail fashion membuat brand ini memiliki ciri khasnya tersendiri, yakni permainan warna dan gradasi kontemporer yang memberi kesan unik dan mewah. Motif batik yang dipilih oleh Alleira adalah perpaduan budaya Timur dan Barat. Setiap tahunnya, brand yang dimiliki oleh Lisa Mihardja ini mengeluarkan motif tertentu dari berbagai daerah di Indonesia yang disesuaikan dengan tren terkini.




    Parang Kencana


    Brand ini diproduksi dengan kualitas yang tinggi dengan seni pewarna kain yang tahan lilin. Berkembang di industri selama lebih dari dua dekade, Parang Kencana tetap menggunakan teknik tradisional dalam produksinya dengan motif dan model yang dibuat terbatas



    (Baca Juga: 'Staple': Koleksi Batik yang Ramah Lingkungan)

    Danar Hadi


    Didirikan di Solo, Jawa Tengah pada 1967 oleh Santosa Doellah dan Danarsih Hadipriyono, proses produksi batik ini diawali menggunakan mori yang menjadi hadiah pernikahan keduanya. Bisnis ini mulai berkembang pada 1975 saat membuka toko di Jakarta yang kemudian diikuti dengan beberapa toko lain di Bandung, Medan Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang. Kelebihan dari Danar Hadi adalah penggunaan pewarna alami dalam setiap coraknya agar dapat bertahan lama.



    Bateeq


    Bateeq pertama kali berkiprah di industri fashion di Indonesia pada 2013 lalu. Setiap tahunnya, brand yang memproduksi pakaian ready-to-wear ini merilis 24 koleksi. Beragam jenis kain digunakan dalam produksinya, di antaranya kapas, perada, polister, dan yang lebih khusus seperti bemberg dan tencel.




    Apip’s Batik


    Batik yang berpusat di Yogyakarta ini didirikan oleh Afif Syakur yang juga berperan sebagai perancang busana dan seniman batik. Material sutera tenun tradisional dan penggunaan warna modern dari pewarna alami tumbuhan menjadi keistimewaan brand satu ini dan karyanya pun sudah berpartisipasi dalam berbagai acara peragaan busana.



    KAMI


    Brand yang dimiliki oleh Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini pada 2009 lalu ini pertama kali merilis modest wear dengan bahan dan pola yang unik sehingga tidak dapat ditemukan dalam produk lainnya. Di tahun kesebelasnya, KAMI berkembang pesat hingga merilis produk lainnya, seperti atasan, bawahan, dress, hingga pakaian pria dan anak-anak.



    Batik Keris


    Bisnis yang mulai dirintis di Sukoharjo, Jawa Tengah sejak 1946 ini didirikan oleh Kasoem Tjokrosaputra yang meneruskan usaha orang tuanya. Dalam koleksinya, Batik Keris menggunakan teknik cap maupun tulis yang kemudian menjadi pakaian untuk pria, wanita, dan anak-anak. Tak hanya pakaian, beberapa kerajinan lain juga diproduksi oleh Batik Keris, seperti kayu, keramik, rotan, tas, hingga masker kain.



    Dari ketujuh brand di atas, mana yang akan kamu pilih untuk menambah koleksi batikmu?



    (Penulis: Aurelia Gracia)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below