RATA Hadirkan 'Clear Aligner' Perata Gigi Tanpa Kawat


  • RATA Hadirkan 'Clear Aligner' Perata Gigi Tanpa Kawat
    Rata, startup baru di dunia kesehatan menghadirkan perata gigi tanpa kawat. Seperti apa? (Foto: Dok/Rata)


    Perkembangan teknologi diikuti dengan berbagai perubahan di berbagai bidang, termasuk juga dunia kesehatan. Baru-baru ini, RATA, startup yang didukung Alpha JWC Ventures Company mengenalkan perata gigi tanpa kawat yang diyakini bakal membawa perubahan gaya hidup di masa akan datang.  

    Setelah tiga tahun penelitian dan pengembangan, RATA memproduksi clear aligner (perata gigi dari plastik) yang harganya disebut lebih terjangkau.  



    “Rata memiliki konsep Direct-To-Customer yang memudahkan treatment clear aligner," ujar drg Deviana Maria Co-Founder dan Chief Marketing Officer RATA di sela pembukaan offline store pertamanya di Rukan Permata Senayan, Jakarta, Senin (16/9). 

    RATA, kata dia, memiliki teknologi yang pertama di Indonesia untuk produksi clear aligner. "Tele-dentistry juga memudahkan customer untuk berinteraksi dengan dokter gigi secara lebih mudah,” tambahnya.

    Menjadi hal baru bagi publik, bagaimana sebenarnya cara kerja RATA? 

    (Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Gigi)


    (Rata mengenalkan perata gigi tanpa kawat. Foto: Dok/Rata) 


    Sebagai perata gigi tanpa kawat, RATA juga mengusung banyak perubahan dalam proses pemakaiannya. Dari mulai pengisian data, pengecekan kondisi gigi awal hingga proses pemakaian selama 3-6 bulan. 

    Disampaikan Deviana, sebelum mengenakannya, customer terlebih dahulu mengunjungi website RATA dan mengisi kuisioner online tentang kondisi dan riwayat gigi. Setiap kasus kemudian akan dievaluasi oleh team dokter gigi. 

    Setelah kasus disetujui, customer akan diproses untuk diambil cetakkan giginya yang dibantu oleh team Rata. Setelah menerima cetakkan gigi customer, Rata menggunakan sistem AI untuk memberikan simulasi pergerakan gigi. 

    Setelah pergerakan gigi disetujui oleh team dokter gigi dan customer, barulah Rata akan memproduksi aligner dan kemudian dikirimkan kepada customer. Setiap set aligner di program untuk dipakai selama 7 sampai 10 hari, 22 jam per hari.

    Customer bisa berkonsultasi mengenai produk Rata sebelum, selama dan sesudah perawatan melalui platform yang tersedia. 


    Rata Indonesia


    (Tim di balik Rata di Indonesia. Foto: Danny, Jason, Edward, dan Deviana di saat pembukaan store pertama di Senayan. Foto: Dok/herworldIndonesia) 


    Rata co-founder awal yaitu drg Deviana dan suaminya yang juga dokter gigi Edward Makmur. Keduanya kemudian dibantu dua co-founder lainnya, yakni Jason Wahono yang berlatar belakang venture capital dan bisnis retail, dan Danny Limanto yang membantu decacorn Indonesia dalam ekspansi strategi bisnisnya. 

    “Kami adalah dokter gigi, dengan dukungan Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Rata hadir untuk membantu edukasi masyarakat mengenai alternative clear aligner, dan kami akan bekerjasama dengan teman sejawat kami untuk mengedukasi hal ini,“ ujar Deviana menambahkan. 

    Hadir sejak Mei 2019, Rata kini memiliki ratusan customer di Jakarta. Kuartal 2019 ini, Rata dikabarkan akan membuka beberapa offline store untuk memberikan pelanggan pengalaman langsung dengan perangkat Rata. Di samping itu, Rata juga bekerjasama dengan beberapa klinik gigi untuk mendukung apabila ada perawatan yang dibutuhkan. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below