HUT RI ke-74: Wajah Baru Indonesia


  • HUT RI ke-74: Wajah Baru Indonesia
    Di balik tingginya gejolak di tanah air, masih banyak hal positif yang terus membawa harapan baru dan napas segar bagi Indonesia. (Foto: Dok/Pexels.com)


    Di balik tingginya gejolak di tanah air, masih banyak hal positif yang terus membawa harapan baru dan nafas segar bagi Indonesia. Inilah sejumlah peristiwa yang akan membuat bangga seluruh anak bangsa terhadap ibu pertiwi. 




    Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Jakarta dan Bandung adalah dua kota yang sering terhubung, bahkan tak hanya di kala akhir pekan. Mobilitas yang tinggi di kedua kota ini kerap membuat jalan tol Cipularang lantas macet. Akhirnya, setelah sempat tertunda selama hampir dua tahun, proses pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kembali dilaksanakan. Kehadiran KCJB diharapkan bisa mempersingkat waktu tempuh antara kedua kota. KCJB akan menggunakan tipe kereta terbaru CR400AF hasil pengembangan tipe CRH380A dari CRRC Qingdao Sifang yang memiliki kecepatan desain hingga 420km/jam dan kecepatan operasional 350km/jam. Dengan kecepatan ini, CR400AF bisa menempuh jarak tempuh Jakarta-Bandung hanya dalam waktu 36 menit tanpa berhenti.

     Sesuai dengan desain, ada empat stasiun pemberhentian yang akan dibuat. Dimulai dari Stasiun Halim, Karawang, Walini, Tegalluar, dan Bandung. Meski punya kecepatan tinggi, CR400AF diakui tetap akan menonjolkan kenyamanan berkat cabin noise yang lebih rendah sehingga bisa meredam getaran dan suara dalam kereta secara optimal. Kereta cepat ini pun diharapkan bisa segera rampung pada 2021.




    Pemindahan Ibu Kota 

    Timpangnya laju pertumbuhan ekonomi antara Pulau Jawa dan pulau lainnya membuat pemerintah memutuskan untuk segera memindahan ibu kota dari Jakarta. Pemerintah pun akan memulai konstruksi pada 2021 dan melakukan pemindahan tahap pertama pada 2024. Anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp466 triliun. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa Kalimantan sudah ditetapkan menjadi daerah yang akan menjadi ibu kota baru karena letaknya berada di tengah. “Kita ingin ibu kota baru Indonesia itu sentris, karena didesain dan dipilih bangsa sendiri,” jelasnya. Selain itu, kondisi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan yang sedang terhambat juga membuat pulau ini menjadi pilihan yang tepat. 

     Mengingat Kalimantan adalah lambang paru-paru dunia, ibu kota yang baru pun akan dibangun menggunakan konsep Forest City sehingga tidak mengurangi luas hutan lindung dalam segi penataannya. Pemindahan ini juga menandakan bahwa ada sekitar 1,5 juta jiwa yang akan turut pindah ke lokasi tersebut sehingga pemerintah mengharapkan setidaknya ada 400 ribu rumah yang siap ditinggali oleh para Aparatur Sipil Negara.


    Bali Goes Zero Plastic

    Setelah beberapa negara mulai melarang penggunaan plastik sekali pakai, Indonesia mulai mengikuti gerakan yang sama. Sejak awal 2019, pemerintah Kabupaten Badung, Bali melarang swalayan dan toko-toko suvenir untuk menyediakan kantung plastik. Bagi toko-toko yang melanggar maka akan dikenakan teguran keras. Kebijakan ini juga didukung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, melalui Pergub nomor 97 tahun 2018 yang telah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri sejak 21 Desember 2018 dan sudah mulai direalisasikan. 

     Kebijakan ini bahkan turut diberlakukan sejak dari bandara. Pihak Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai telah menyediakan sejumlah tas kain bagi wisatawan yang kedapatan masih menggunakan kantung plastik. Sejak larangan ini dikeluarkan hingga awal Juni 2019, produksi plastik ke Bali lantas berkurang 30-40 persen. Nyatanya, Bali merupakan salah satu daerah dengan permintaan plastik cukup besar setelah Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta, sehingga penurunan ini pun seolah memberikan bukti signifikan yang patut diikuti oleh kota-kota lainnya.


    Pembangunan Jalan Tol

    Sejak 2018, pembukaan dan rencana penambahan ruas jalan tol di seluruh Indonesia terus digalakkan oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan demi meningkatkan mobilitas masyarakat, memajukan ekonomi rakyat, dan menyempurnakan fasilitas sarana dan prasarana yang sebelumnya dirasa kurang memadai. Pada akhir tahun lalu, diketahui total panjang seluruh jalan tol yang berhasil diresmikan adalah 323,2 km. Sedangkan pada 2019, akan ditambah 200 km lagi baik dalam rangka merampungkan maupun membuat rangkaian baru. Berikut adalah beberapa yang sedang dalam proses:

    1. Tol Probolinggo – Banyuwangi (172 km)

    2. Koridor Jorr Cinere – Serpong (10,14 km)

    3. Tol Serpong – Kunciran ( 11,19 km)

    4. Tol Kunciran – Cengkareng (14,2 km)

    5. Tol akses Patimban, Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (37, 7 km)

    6. Tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) (60,3 km)

    7. Tol Manado – Bitung (39 km)

    Fun fact: Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kalimantan akhirnya punya jalan tol yang menghubungkan kota Balikpapan dan Samarinda yang diberi nama Tol Balsam. Terbentang dengan panjang 99,35 km, proyek yang dimulai sejak tahun 2011 berikut nyatanya sempat mandek pada 2012 karena urusan finansial. Kini, tepat pada bulan Agustus ini, Tol Balsam dipastikan akan dibuka untuk umum dan jadi tol pertama di Borneo.


    Penambahan Moda Transportasi Massal

    Setelah sukses dengan MRT yang resmi beroperasi sejak Maret lalu, pemerintah optimis dengan penambahan jalur-jalur baru yang akan digunakan untuk urusan mengangkut massa. LRT salah satunya. Berikut sembilan fakta mengenai LRT dan MRT yang perlu Anda tahu:

    LRT

    1. Merupakan singkatan dari Light Rail Transit, transportasi ‘layang’ yang telah diuji coba sejak 15 Agustus – 14 September 2018 lalu ini sekarang sudah semakin nyata bentuk dan jalur fisiknya. Dibuat sebagai transportasi alternatif pengganti bus, kereta beban dengan per gandar berikut punya daya angkut maksimum sampai 12 ton. Memiliki panjang sekitar 14 m/unit atau sama dengan 28 m/rangkaian, moda yang langsung diimpor dari Korea Selatan dengan jenis Hyundai Rotem ini diagendakan akan selesai dan bisa mulai dipakai pada tahun 2021 nanti.

    2. Fase 1 (Kelapa Gading – Velodrome) akan diteruskan sampai wilayah Tanah Abang. Sedangkan fase 2 yang sedang dalam proses, akan membentang di sepanjang Jakarta Utara. Sedangkan lebih jauhnya lagi, masih ada LRT Jakarta – Bekasi – Cibubur yang juga sedang dikebut untuk beres dua tahun lagi.

    3. Punya semboyan ‘Moving people, connecting communities’.

    4. Mengedepankan gender equality dengan mempekerjakan enam masinis perempuan bersertifikat ASP (Awak Sarana Perkeretaapian).

    5. Punya kecepatan maksimum 90km/jam.

    6. Diberi warna merah dan putih untuk merepresentasikan warna bendera Indonesia.

    7. Akan menempuh 282 kali perjalanan/hari.

    8. Punya fasilitas standar internasional di mana salah satunya adalah interkom bantuan yang terhubung pada divisi pelayanan di mana bisa digunakan untuk meminta pertolongan darurat.

    9. Punya kepanjangan khusus yaitu, Lincah, Ramah lingkungan, dan Terpercaya.


    MRT

    1. Punya singkatan Mass Rapid Transport, salah satu sarana paling diminati saat ini karena terbukti nyaman, modern, cepat, dan tepat waktu, berikut ditargetkan akan bisa menyedot 412.000 pengguna tiap harinya pada tahun 2020 nanti.

    2. Pembangunannya pun masih terus dilanjutkan sampai fase II (Sarinah - Monas - Harmoni - Sawah Besar - Mangga Besar – Glodok - Kota) dan III (Kalideres – Ujung Menteng). Perencanaan ini punya hasil yang ingin dicapai, yaitu menghubungkan seluruh kota Jakarta dengan satu moda transportasi baru yang lebih terintegrasi dan berada di tengah kota. Tak seperti KRL (Kereta Rel Listrik) yang lebih dikonsentrasikan di area pinggir.

    3. Pada akhirnya, saat LRT, MRT, dan KRL telah tersedia, harapan pemerintah adalah ketiga moda transportasi massal ini bisa saling melengkapi karena secara sistem, mereka telah terkoneksi dengan baik. Jakarta mungkin jadi kota pertama, tak menutup kemungkinan pembangunan serupa akan merambah ke seluruh kota besar di Nusantara. Pelan tapi pasti, Indonesia akan jadi tempat tinggal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lebih compact, modern, dan nyaman untuk ditinggali.


    Pesta Demokrasi

    Kini kita harus bersorak pada semangat para Millenial dan Gen Z dalam menyambut dan menanggapi isu-isu yang berkenaan dengan politik. Banyak kaum muda yang telah mencoba, berusaha, belajar, dan bahkan berkontribusi langsung dalam menyuarakan pendapat mereka tentang pemerintahan, hukum, dan negara. Meski masih harus banyak belajar, namun kekuatan utama sebuah negara tentu terletak pada pemuda dan pemudi yang mau peduli.

     Oleh sebab itu, tokoh-tokoh segar seperti Tsamara Amany (Ketua DPP PSI), Rian Ernest (Kader Partai Solidaritas Indonesia), Emil Dardak (Wakil Guberur Jawa Tengah), hingga Faldo Maldini (Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional) yang usianya tidak ada yang lebih dari 35 tahun ini dirasa berhasil menyuntikkan ide-ide cemerlang dan argumen-argumen ‘kekinian’ yang tak dimiliki oleh politisi generasi sebelumnya. Lebih lugas, to the point, dan mewakili suara Millenial dan generasi Z. Bermodalkan logika kritis yang dibalut observasi tajam, maka politik gontok-gontokan seperti yang beberapa tahun lalu sering terjadi kini lebih bisa diredam dengan menggunakan serangan kata-kata. Lebih cerdas, berkualitas, dan berwarna. Sebuah perubahan dan perkembangan menarik yang patut diapresiasi secara luar biasa.


    Harta Karun Tersembunyi

    Kini, kita punya beberapa penginapan yang dari segi keindahan dan fasilitas yang tak kalah dengan Maladewa, yaitu Pulau Cinta Eco Resort di Gorontalo, dan Bawah Reserve di Pulau Bawah, Kepulauan Riau. Dua akomodasi ini melambung namanya sejak tahun lalu dan mulai dilirik oleh sejumlah wisatawan asing yang ingin melihat keindahan Indonesia selain Bali dan Lombok. Ya, karena pada dasarnya kemana pun Anda pergi di Negeri ini, selalu akan ada kecantikan yang khas. Discover more! Karena paras Nusantara akan senantiasa memperkaya jiwa. Sedikit demi sedikit eco-resort pun dibuat agar kelestarian alam bisa tetap terjaga.


    Prestasi Indonesia di Mata Dunia

    Menduduki Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia 2019

    Indonesia dan Malaysia berhasil meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal dunia versi Global Musim Travel Index (GMTI) 2019 dengan total skor 78. Penguatan destinasi pariwisata halal memang terus dilakukan. Tahun ini, ada beberapa destinasi halal baru di Indonesia yang menjadi target para wisatawan seperti Kota Tanjung Pinang, Kota Pekanbaru, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur, mengikuti kesuksesan lima area lainnya seperti Lombok (NTB), Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Jakarta, dan Sumatera Barat. Pengembangan pariwisata halal Indonesia sudah menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata sejak lima tahun lalu. Data dari GMTI 2019 juga menunjukkan bahwa hingga 2030, jumlah wisatawan muslim diperkirakan bisa menembus 230 juta di seluruh dunia.


    Negara Trilingual Tertinggi di Dunia

    Situs Swiftkey baru meluncurkan penelitian unik tentang bagaimana penduduk suatu negara menggunakan bahasa. Hasilnya menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara pengguna tiga bahasa atau trilingual. Riset menunjukkan bahwa penduduk Indonesia lancar menggunakan tiga bahasa yakni Indonesia, Jawa, dan Inggris. Posisi kedua diduduki oleh Israel dan ketiga oleh Spanyol.


    Pemberantasan Illegal Fishing Dipuji

    Pencurian ikan oleh kapal asing memang jadi salah satu masalah utama yang harus dihadapi pemerintah di Indonesia. Namun, ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, patut diapresiasi dalam pemberantasan illegal fishing. Hal ini turut disampaikan oleh Dirjen FAO (Food and Agriculture Organization), Jose Graciano da Silva dan Komisioner Uni Eropa untuk Lingkungan, Kelautan, dan Perikanan, Karmenu Vella. Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang pertama kali berkomitmen serta berhasil mengimplementasikan perlawanan terhadap illegal fishing secara nyata. Hingga 2018 lalu, Susi telah menenggelamkan 363 kapal asing yang terbukti melanggar hukum. Akibatnya, stok ikan di laut Indonesia meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2013, yakni mencapai 12,5 juta ton dari 6,5 juta ton.


    (Teks: Kiki Riama Priskila, Rengganis Parahita. Foto: Dok/BerbagaiSumber)