Film Indonesia Berkompetisi di Festival Film Locarno


  • Film Indonesia Berkompetisi di Festival Film Locarno
    The Science of Fictions, film terbaru dari sutradara Yosep Anggi Noen berhasil terpilih pada seksi kompetisi di Festival Film Locarno 2019. (Foto: Dok/LimaEnamFilms)


    Film “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah” atau yang memiliki judul internasional “The Science of Fictions” karya terbaru dari sutradara Yosep Anggi Noen berhasil terpilih pada seksi kompetisi utama dan akan tayang perdana pada Locarno International Film Festival 7-17 Agustus 2019. Locarno adalah festival film terkemuka di dunia, bersanding dengan Cannes, Venice, Berlin dan Sundance. Tahun ini Locarno memasuki tahun penyelenggaraan ke-72.

    “The Science of Fictions” adalah film panjang ketiga dari sutradara Yosep Anggi Noen setelah film pertama “Vakansi Janggal dan Penyakit Lainnya” (2012) yang sukses melanglang buana ke berbagai festival film internasional dan film kedua, “Istirahatlah Kata-Kata” (2016).



    (Baca juga: Review Film: Ave Maryam) 

    The Science of Fictions” berkisah tentang Siman, seorang pemuda di pelosok Yogyakarta yang melihat pengambilan gambar pendaratan manusia di bulan oleh kru asing di Pantai Parangtritis, Yogyakarta di tahun 60-an. Ia ditangkap dan dipotong lidahnya.

    Setelah itu Siman melalui hidupnya dengan selalu bergerak lambat anti gravitasi seperti astronot di ruang angkasa. Penduduk desa menganggap Siman gila, karena bahkan Siman membangun bangunan mirip roket di belakang rumahnya.


    Berkompetisi di sesi bernama “consorso internasionale”, film “The Science of Fictions” akan bersaing dengan sutradara-sutradara bernama besar seperti Pedro Costa dari Portugis dan Koji Fukada dari Jepang, untuk mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Golden Leopard. Golden Leopard pernah diterima oleh sutradara-sutradara besar dunia termasuk Jim Jarmusch (1984), Claire Denis (1996), Lav Diaz (2014), Jafar Panahi (1997), dan Hong Sang Soo (2015).

    “The Science of Fictions” adalah produksi Angka Fortuna Sinema, KawanKawan Media, dan Limaenam Films dan ko-produksi dengan Andolfi (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), GoStudio (Indonesia), dan Focused Equipment (Indonesia).

    Film yang diproduseri oleh Edwin Nazir, Arya Sweta, Yulia Evina Bhara dan Yosep Anggi Noen ini dikembangkan sejak tahun 2013 dan dipresentasikan pada Asian project Market 2013, Produire Au Sud 2016, Venice GAP Financing –Venice Film Festival 2017 dan mendapatkan dukungan financial dari Asian Cinema Fund 2014 dan Hubert Bals Fund +Europe –Rotterdam International Film Festival.

    Film “The Science of Fictions” dibintangi Gunawan Maryanto, Yudi Ahmad Tajudin, Lukman Sardi, Ecky Lamoh, Alex Suhendra, Marissa Anita, Rusini, dan Asmara Abigail.