Ulasan Lengkap: Ubud Food Festival 2019


  • Ulasan Lengkap: Ubud Food Festival 2019
    Gelaran Ubud Food Festival 2019 memberi highlight pada rempah dan kekayaan makanan Indonesia, khususnya Aceh dan Manado. Seperti apa? (Foto: Dok/HerworldIndonesia)


    Ubud Food Festival 2019: Spice Up the World 


    Ubud Food Festival kembali digelar. Memasuki gelarannya yang ke-5 tahun ini, salah satu festival kuliner terbesar di Indonesia itu resmi dibuka pada Kamis (25/4), di Taman Kuliner, Ubud, Bali. 



    Dalam sambutannya, Janet Deneefe sebagai founder dan director UFF mengungkapkan tahun ini, Ubud Food Festival 2019 Presented by ABC mengusung tema 'Spice Up the World'. Tema ini beranjak dari gagasan untuk menjadikan makanan Indonesia mendunia. Festival yang juga didukung oleh 'Wonderful Indonesia', Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini mengeksplorasi cara terbaik untuk membuat identitas kuliner Indonesia makin dikenal dunia. 

    Turut hadir dalam pembukaan resminya itu pejabat pemerintah daerah Gianyar Bali, serta pemerintah daerah Aceh dan Ternate yang menjadi highlight dalam gelaran yang berlangsung tiga hari berturut-turut, dari 26 hingga 28 April 2019. 


    Sebelum resmi dibuka, Festival yang diusung Yayasan Mudra Swari Saraswati ini mengawalinya dengan Press Call yang dihadiri sejumlah perwakilan media dan keynote speaker di UFF 2019 di Amandari Ubud. 

    Pembicara utama yang hadir di antaranya Wayan Kresna Yasa (Global Executive Chef Kaum dan Potato Head Beach Club), Gloria Susindra (Head Chef Mother Monster), Lisa Sibagariang (peneliti makanan di LocaLab), serta Chef Thitid Tassanakajohn atau Chef Ton dari restoran bintang Michelin dari Bangkok Thailand. Di samping itu, turut hadir juga Janet Deneefe (pendiri UFF2019), dan Ketut Suardana (ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati). 

    Mewakili ABC sebagai presenting partner UFF tahun ini, Dhiren Amin selaku Marketing and R&D Director Kraft Heinz ABC, South East Asia juga memberikan sambutan dengan mengenalkan Pedasuransi, sebagai asuransi makanan pedas pertama di Indonesia yang dihadirkan bersama dengan AXA. 

    Usai Press Call, para tamu dapat mencicipi sejumlah menu canape khusus dalam sesi Chefs Bites, serta bertemu sejumlah chef dan pembicara utama yang turut hadir. 


    Opening Night 

    Malam pembukaan Ubud Food Festival 2019 Presented by ABC juga memberikan UFF 2019 Lifetime Achievement Award kepada Prof.Dr.Ir. Murdijati Gardjito, pakar kuliner yang telah menulis lebihd ari 60 buku mengenai budaya kuliner Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam melestarikan budaya kuliner Indonesia melalui karya-karyanya. 

    Berlangsung selama tiga hari, UFF 2019 menghadirkan sejumlah program menarik dari mulai diskusi, cooking demo, bazaar, food tour, hingga masterclasses yang beragam. Terdapat kurang lebih 100 pembicara mulai dari chef, penulis buku resep makanan, pakar kuliner, pegiat gastronomi, serta pelaku kuliner nasional dan internasional. 

    Sejumlah nama besar di dunia kuliner tersebut di antaranya Sisca Soewitomo, pakar kuliner masakan Indonesia yang telah menulis 150 buku resep masakan, Rinrin Marinka, pemandu acara Asian Food Channel yang kerap mempromosikan kuliner Indonesia, Ragil Imam Wibowo, chef dengan pengalaman kuliner lebih dari 20 tahun, dan pionir masakan modern Indonesia, Petty Elliott. 

    "Pada tahun kelima UFF, pencinta makanan dapat mencicipi beberapa masakan Indonesia yang masih jarang ditemukan di restoran kebanyakan," ujar Janet. "Dari Aceh, Bali, Batak, Betawi, Maluku, Papua, menunjukkan keberagaman di UFF."

    Di samping masakan daerah yang unik, kata dia, beragam kreasi masakan kontemporer yang disiapkan oleh para chef ternama yang hadir dalam UFF juga akan menunjukkan bahwa identitas kuliner ini layak untuk dikenal lebih baik. 

    Tahun ini, UFF 2019 menghadirkan beberapa chef internasional dari beberapa restoran ternama dan juga ada yang penerima penghargaan 50 Best Restaurants Awards Asia. Di antaranya Luca Fantin dari Tokyo il RIstorante, Thitid Tassanakajohn dari Le Du di Bangkok, Jordy Navarra dari Toyo Eatery Manila, Darren Teoh dari Dewakan Kuala Lumpur, dan Jimmy Lim dari JL Studio Taiwan (penerima One to Watch Award). 


    Total UFF 2019 menghadirkan sekitar 36 demo masak dalam sesi Kitchen Stage dan Teater Kuliner, 23 Special Events yang didukung Aqua Reflections dan digelar di hotel atau restoran ternama di Ubud, 15 masterclasses yang menghadirkan para ahli di bidang kuliner Indonesia, dan 23 diskusi yang membahas beragam topik menarik mulai dari upaya pengurangan sampah di Bali, acara memasak di TV, kedaulatan pangan, dan alternatif makanan di masa depan. 

    Selain itu, pengunjung festival juga dapat menikmati food tour atau jalan-jalan kuliner di lokasi-lokasi menarik sembari belajar budaya kuliner masyarakat sekitarnya. Dalam area gelaran festival juga terdapat Kids Events, pemutaran film, pertunjukan musik, serta lebih dari 75 kios makanan, minuman, kerajinan, alat masak, komunitas dan lainnya. 

    Saatnya merayakan festival dengan belajar, makan, dan mengeksplorasi uniknya dunia kuliner! 


    10 Hal Menarik di Ubud Food Festival 2019


    Pekan kuliner Ubud Food Festival (UFF) kembali digelar. Berlangsung 26-28 April 2019 di Taman Kuliner Ubud Bali, tahun ini UFF 2019 Presented by ABC mengusung sejumlah program menarik dengan tema 'Spice Up the World'. 

    Di tahun kelimanya ini, UFF kembali mengeksplor makanan Indonesia untuk mendapat perhatian lebih global. Ruang lingkupnya juga lebih luas dengan beberapa program yang menarik untuk diikuti. 

    "Sejak tahun pertama gelarannya, Ubud Food Festival menjadi medium untuk mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia dan budayanya, karena makanan bagaimanapun jalan termudah untuk mengenal budaya," ujar Janet DeNeefe, UFF Founder & Director. 

    Sebelum memutuskan untuk terbang ke Ubud pekan ini, berikut beberapa hal menarik yang patut kamu ketahui seputar Ubud Food Festival 2019: 

    (Baca juga: Ubud Food Festival 2018: Lebih dari Sekadar Kulineran) 

    1. Taman Kuliner 

    Taman Kuliner adalah jantung bagi Festival Hub dan lokasi bagi demo masak Teater Kuliner, diskusi Food for Thought, Film Screenings, Live Music, Kids Events, dan beberapa Masterclasses. Tempat ini juga merupakan lokasi untuk lebih dari 75+ kios terkurasi, jadi kamu bisa menyeruput, menikmati camilan, dan memakan makanan dari restoran-restoran terbaik di Ubud. Gratis buat masuk!  


    2. Kitchen Stage 

    Mengutip situs resminya, gelaran yang berlangsung sejak 2015 lalu ini menghadirkan 18 demo masak, termasuk dua di antaranya kompetisi memasak di program Kitchen Stage. Di sini, publik berkesempatan menyaksikan para chef berbintang Michelin dan terbaik di kawasannya, menyuguhkan sampel makanan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea, Italia dan Spanyol. Untuk dapat mengakses program ini bisa dengan membeli tiket FoodLover Pass di Box Office (Festival Hub). 

    note: Selain Kitchen Stage, program berbayar atau perlu beli tiket lainnya, ada Special Events, Masterclasses dan Food Tours. 

    3. Special Events 

    Dari mulai makan siang dengan meja panjang, hingga kolaborasi kuliner antar chef ternama, Special Events memberi banyak gambaran menjanjikan di festival kali ni. Sebut saja di antarnya kehadiran Chef asal Bangkok berbintang Michelin, Ton yang beraksi di dapur Seasalt at Alila Seminyak, kolaborasi chef se-Asia menghadirkan Best of Asia, Molecular Magic, kolaborasi Best of Bali 2.0, dan Ternate Long Table Lunch yang unik. 

    4. Master Class 

    Bagi yang mencari atau mendalami pengetahuannya seputar makanna, ada beberapa Masterclasses yang menghadirkan tokoh terbaik di bidangnya. Dari mulai penulisan seputar makanan, hingga sesi talkshow intim tentang bagaimana mengubah passion menjadi profesi di bidang kuliner. 


    5. Food Tours 

    Di mana lagi bisa menikmati kuliner terbaik di Indonesia, selain Ubud. Beberapa Food Tour digelar untuk UFF tahun ini, di antaranya Gianyar Market's Best Bites, Culinary Jalan-jalan dan Keliki Tofu Makers. 

    6. Film Screening 

    UFF bukan sekadar menikmati makanan, tapi juga memahami konteksnya secara sosial, budaya dan juga sejarah lewat Film Screenings. Beberapa film diputar selama festival, di antaranya Gudeg Mbah Lindu, CinemaWithoutWall short film showcase: Wei, dan The Balinese Bastard and 100 Roasters, serta My Life in a Recipe with Ibu Sri Owen. 

    7. Kids Events 

    Sejumlah program di UFF juga ada yang ditujukan untuk anak-anak (Kids Events) di antaranya Growing Gardeners, Ice Cream Chemistry, dan Celebrate Indonesian Food. 

    8. Food for Thought 

    Selama tiga hari perhelatannya, Ubud Food Festival 2019 juga mengusung sesi diskusi seputar makanan di Food for Thought. Berbagi cerita, gagasan dan juga berbagai hal lain seputar dunia kuliner, seperti persoalan proyek berbasis wisata Cengkeh Afo dan Gamalama Spices, atau juga mengupas aneka reality show dari Iron Chef hingga MasterChef dan efeknya. 

    9. Peduli Sampah 

    Ubud Food Festival 2019 Presented by ABC berkomitmen untuk meminimalisasi semua bentuk sampah atau limbah saat acara. Mulai dari sisa sampah organik dari demo masak di Kitchen Stage dan Teater Kuliner, hingga mendorong lebih dari 70 vendor di Taman Kuliner untuk menghindari kemasan sekali pakai, Festival memainkan perannya dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Namun, semua pengunjung Festival harus memainkan peran mereka juga, untuk meminimalisasi sampah di UFF19. 

    DI UFF kali ini, sejumlah program yang mengusung kesadaran akan peduli sampah dan pengelolaannya juga bisa diikuti, di antaranya sebagai berikut: Food for Thought: Turning the Tide on Plastic Waste, Food for Thought: Waste Not Want Not, Teater Kuliner: Make Every Morsel Count, Film Screening: Pulau Plastik, dan Kitchen Stage: Zero Waste Challenge. 

    10. Unduh program 

    Buku program UFF tersedia di Box Office. Publik juga bisa unduh di situs resmi UFF, di sini. Namun kadang ada program yang berubah, dan bisa dicek di laman Schedule Updates. 


    HIGHLIGHTS 

    UFF 2019: Rempah dan Rahasia Enaknya Makanan Aceh


    Bicara soal makanan Aceh, ingatan selalu membayangkan enaknya mi Aceh, martabak atau kopinya. Tak banyak yang tahu kalau di Aceh, yang kaya rempah dan bumbu masak, ada 100 lebih varian kari atau gulai yang tak kalah menggugah selera. 

    Hal itu disampaikan Irmayani, kepala bidang sejarah dan budaya Kementerian Pariwisata Aceh di sela diskusi Food for Thought, Ubud Food Festival 2019 Presented by ABC, pada Jumat (26/4). Dalam presentasinya ia juga mengungkapkan cengkeh, lada dan pala adalah beberapa dari rempah yang terkenal di sana. 

    "Merunut sejarahnya, Aceh adalah pusat perdagangan rempah, yang dilalui para pedagang dari Arab, China, Eropa dan juga India," ujar dia menambahkan. Dari pengaruh budaya yang datang inilah lahir makanan Aceh yang bercita rasa kuat dan lezat. 

    Bicara tentang makanan selalu menggairahkan. Dan makin banyak dibicarakan, makin bikin penasaran. Ini juga yang kemudian berlaku ketika mengulas makanan Aceh. 

    "Salah satu jenis makanan khas Aceh, adalah kari. Ada lebih dari 100 jenis kari dari 23 kawasan di Aceh, dari mulai kari ayam, sapi, seafood, hingga durian," ujar Irmayani. 

    Dalam memasak kari, diperkirakan ada sekitar 20-an rempah yang digunakan. Di antaranya uneuleuh sebagai pengganti coconut milk, pilek u atau fermented coconut sebagai pengganti sour cream, daun salam dan daun pandan. 

    Apakah benar orang Aceh menggunakan ganja dalam masakannya? Menjawab ini Wan Windi Lestari, direktur kreatif Aceh Culinary Festival mengatakan anggapan itu tak sepenuhnya benar. Ada juga yang karena alasan strategi marketing yang bikin orang penasaran. Kalaupun ada, tak berlaku pada semua makanan. 

    Untuk membuktikan itu, Windi mengundang publik untuk membuktikannya di gelaran Aceh Culinary Festival yang dijadwalkan berlangsung dari 5-7 Juli 2019. Meski tak sebesar UFF, kata dia, festival ini menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi lebih jauh akan keunikan dan kelezatan makanan Aceh. 


    Special Program 

    UFF 2019: Rasa Indonesia di Perayaan 30 Tahun Amandari


    Merayakan hari jadinya yang ke-30 tahun dan sejalan dengan semangat gelaran Ubud Food Festival 2019, Amandari Ubud Bali menghadirkan aneka makanan khas Indonesia yang diracik sedemikian rupa dari tiga chef andalannya. Mereka yakni, Shane Lewis dari Amankila, Fernando Sindu chef tamu dari Jakarta, dan Reynaldo Deluna dari Amandari. 

    Ketiganya masing-masing menghadirkan dua hidangan yang unik sekaligus menggugah selera pada Rabu (26/4). Sebut saja di antaranya Cumi Pekalongan yang dilengkapi sambal, atau brisket rawon yang ditambahi chili gremolata. 

    Di peringatan 30 tahunnya, Amandari resort Bali mengusung special event dengan menghadirkan kolaborasi tiga chef dengan hidangan Indonesia. (Foto: Dok/UFF2019)

    Merayakan hari jadinya yang ke-30 tahun dan sejalan dengan semangat gelaran Ubud Food Festival 2019, Amandari Ubud Bali menghadirkan aneka makanan khas Indonesia yang diracik sedemikian rupa dari tiga chef andalannya. Mereka yakni, Shane Lewis dari Amankila, Fernando Sindu chef tamu dari Jakarta, dan Reynaldo Deluna dari Amandari. 

    Ketiganya masing-masing menghadirkan dua hidangan yang unik sekaligus menggugah selera pada Rabu (26/4). Sebut saja di antaranya Cumi Pekalongan yang dilengkapi sambal, atau brisket rawon yang ditambahi chili gremolata. 

    Buat yang ingin mencoba hal baru dalam menikmati aneka makanan bisa melakukan pairing dengan wine pilihan. Seperti apa? 

    Hidangan dari Chef Shane Lewis, Aman 

    1. East Bali cold smoked tuna; tartar, sambal matah, spiced avocado. Sajian ini bisa dinikmati pairing dengan Guado Al Tasso Vermentino, Bolgheri DOC, Tuscany, Italia 2015

    2. Manggis Babi; pressed sucking pig, turmeric ginger bamboo, crispy skin, fern tip yang pairing dengan Pinot noir reserva, Barton & guestier, Ile de beaute, Prancis 2016 


    Hidangan Chef Fernando Sindu, Jakarta 

    1. Cumi Pekalongan; wok fried squids, crispy tentacles, ink dan sambal starfruit yang bisa pairing dengan Pinot Grigio Atterns, Frescobaldi, Venezia, Italia 2016 

    2. Tongseng Kambing; crispy sprouts, victoria lamb, raisins, melinjo crackers yang bisa pairing dengan Belleruche cotes du rhone, Chapoutier, Rhone, Prancis 2015 


    Hidangan Chef Reynaldo Deluna, Amandari 

    1. Brisket Rawon; kluwek nut broth, balinese lemo and chilli gremolata yang bisa pairing dengan Sancere, Les barrones, Henri bourgeois, Prancis 2016 

    2.. Nutmeg, Cocoa & Pears; cassia & vanila es krim poached pears, chocolate praline diikuti dengan penutup teh atau kopi, dan chocolate truffle. 


    Special Program 

    UFF 2019: Adu Makanan Terpedas dan Pedasuransi ABC


    Pada gelaran Ubud Food Festival tahun ini, Sambal ABC kembali memberikan tantangan pada para pencinta pedas untuk mencoba makanan yang sangat pedas. Hal ini didorong tanggapan positif ketika mi terpedas ala sambal ABC diperkenalkan pertama kali pada UFF tahun lalu.

    Dalam kesempatan tahun ini, Sambal ABC mengundang Bapak Sartono, pemilik warung makan Abang Adek sebagai pesaing bertahan yang akan memasak Mi Terpedas Ala Sambal ABC yang berhadapan dengan Chef Norman, salah satu chef ternama Indonesia yang akan memasak ayam goreng yang amat sangat pedas.

    Hasilnya? Publik boleh mengujinya untuk membuktikan. 

    “Masyarakat Indonesia sangat menyukai makanan pedas dan memang banyak makanan khas Indonesia memiliki rasa yang sangat pedas," ujar Chef Norman.

    Ia menambahkan, ide yang sangat menarik dari Sambal ABC untuk menciptakan dua menu makanan sehari-hari dan membuatnya menjadi sangat pedas. "Ini merupakan pengalaman seru untuk memasak bersama Pak Sartono yang terkenal dengan masakan mi yang sangat pedas!” tambah dia.

    Pedasuransi

    Sembari mencoba dan menikmati dua menu makanan yang sangat pedas hasil kreasi Sambal ABC, publik juga dikenalkan pada 'Pedasuransi'. Asuransi pedas?  

    Sambal ABC Pedasuransi adalah asuransi makanan pedas pertama di dunia yang dihadirkan melalui kolaborasi Sambal ABC dengan AXA Financial Indonesia. Pedasuransi ini hadir untuk menghilangkan kekhawatiran konsumen akan faktor kesehatan yang ditimbulkan karena menyantap hidangan pedas. 

    Disampaikan pernyataan resminya ABC, melalui kerja sama ini, para pencinta makanan pedas dapat menikmati lezatnya Mie Terpedas Sedunia ala Sambal ABC dengan tenang.

    Pedasuransi akan tersedia dimana Mie Terpedas Sedunia dihidangkan; pertama dimulai dari Ubud Food Festival. Inilah alasan mengapa Sambal ABC bersama AXA Financial Indonesia meluncurkan inovasi ini pada acara bergengsi tersebut.


    “Ini adalah kerja sama kedua kami sebagai mitra utama di Ubud Food Festival dan kami ingin menghadirkan sesuatu yang sangat unik dalam festival ini, selaras dengan tema UFF tahun ini, Spice Up The World," ujar Dhiren Amin, Direktur Marketing dan R&D, SEA.

    Ia menambahkan, Sambal ABC Pedasuransi bersama AXA adalah suatu tindakan nyata tentang cita rasa pedas, yang sangat sesuai dengan tema festival kali ini.

    "Melalui peluncuran inovasi pertama di dunia oleh AXA Financial Indonesia, ABC menunjukkan keunggulannya dibandingkan merek lain yaitu menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya,” ujarnya.  

    Senada dengan itu, Yanti Parapat, Direktur AXA Financial Indonesia mengungkapkan, “Kami sangat bangga dapat bekerjasama dengan Heinz ABC. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan rasa tenang kepada masyarakat Indonesia yang menyukai pedas untuk dapat menantang dirinya sendiri dan mencoba Mie Terpedas Sedunia ala Sambal ABC."

    Hal ini, kata dia, dapat terwujud melalui inovasi Pedasuransi dari AXA Financial Indonesia.

    "Pedasuransi mencakup kompensasi rawat inap hingga Rp 300,000 dalam periode 7 hari setelah mencoba Mie Terpedas Sedunia ala Sambal ABC,” ujar Yanti.

    Selain Pedasuransi, ABC juga akan menghadirkan Kecap ABC Exploresep; perjalanan mengenai masakan Indonesia sehari-hari, serta turut dimeriahkan Koki terkenal dari ABC yaitu Chef Bara dan Chef Gerry.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below