Pesan Gary Vee dan Semangat Inspiratif di Forward 2019


  • Pesan Gary Vee dan Semangat Inspiratif di Forward 2019
    Forward, sebagai gerakan independen yang diusung Jouska Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu (9/3) di Main Hall Kota Kasablanka, Jakarta. (Foto: Dok/Forward)


    Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bergerak maju, dan mengejar ketertinggalannya dibanding negara lain. Dan saatnya setiap orang mengambil peran. 

    Beranjak dari pemikiran ini 'Forward' digelar. Jouska Indonesia, financial advisor independen sebagai penyelenggara membuka gelaran ini pada Sabtu (9/3) di Main Hall Kota Kasablanka, Jakarta dengan menghadirkan Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan 2014. Ia membuka pikiran hampir tiga ribuan peserta yang hadir dengan presentasi mengenai 'Indonesia Future Outlook' hingga 2045 mendatang. (100 tahun Indonesia merdeka).



    Dengan mengusung data-data valid dan analisis yang dalam, pemimpin muda yang diakui berpengaruh dalam The World Economic Forum’s Young Global Leaders itu mengungkapkan adanya potensi besar Indonesia dari berbagai bidang yang bisa digarap di masa akan datang, dari mulai otomotif hingga pariwisata. 

    (Baca juga: Forward, inisiasi Gerakan Mengejar Ketertinggalan)

    Paparan Muhammad Lutfi juga menjadi pembuka pikiran peserta akan sejauh mana Indonesia tertinggal di banding negara lain, dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Mengenakan kemeja biru, Lutfi berdiri tegak di tengah panggung yang di kiri dan kanan terdapat layar besar, serta spanduk besar bertuliskan 'Don't Limit Your Challenge', dan 'Challenge Your Limit'. 


    (Muhammad Lutfi. Foto Dok/Forward) 


    "Industri otomotif salah satu yang menjanjikan untuk digarap, ke depan siapa tahu kita bisa produksi mobil sendiri dan tak lagi dari negara lain," ujarnya lugas. 

    Usai menjadi pembuka di ajang kick-off Forward 2019, Muhammad Lutfi silam di balik panggung. Tak lama kemudian Dira Sugandi menyanyikan lagu 'This is Me', lagu penuh semangat positif dari soundtrack The Greatest Showman. Ia tampil didampingi Alffy Rev. Sebuah suntikan semangat sebelum masuk ke sesi berikutnya. 


    (Dira Sugandi. Foto: Dok/Forward) 


    Rekam jejak sejarah 

    Aakar Abyasa Fidzuno, founder Jouska Indonesia dan presiden Forward kemudian tampil di atas panggung. Sebelum menguraikan alasan diusungnya gerakan independen bertajuk Forward, ia terlebih dahulu mengajak publik melacak sejarah.


    Dimulai dari pakto 1988, dan krisis ekomoni yang melanda Indonesia di tahun 1998, lalu perbaikan ekonomi delapan tahun setelahnya. Bagaimana rangkaian peristiwa ini kemudian berdampak pada apa yang terjadi sekarang. 

    "Untuk bergerak maju dan melangkah, kita tak bisa melupakan sejarah, dan belajar dari apa yang sudah terjadi di masa lampau," ujarnya lugas. 

    Dan untuk bergerak maju, kata dia, setiap orang patut mengambil peran. Sumber daya manusia adalah salah satu hal penting dalam pembangunan Indonesia menuju ke arah lebih baik. Oleh karenanya setiap orang sudah sepatutnya mengasah diri menjadi lebih baik dan memberi manfaat lebih besar untuk diri dan sekitarnya. 

    Forward, kata dia, adalah gerakan independen untuk mempengaruhi orang agar terus berusaha membuat perubahan nyata, demi kemajuan Indonesia. Diadakan satu kali dalam setahun, dengan mengundang para pembicara inspiratif yang memiliki talenta yang sudah diakui dunia, juga para entertainer yang membawa nama besar Indonesia mendunia.

    Forward sederhananya adalah gerakan unik, edukatif, dan provokatif, yang akan menarik orang­-orang yang memiliki mimpi yang sama, menjadi agen-­agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

    "Indonesia akan moving forward ketika masyarakatnya kuat secara finansial. Kuat secara finansial akan terwujud jika secara bersamaan masyarakat melakukan upgrade skill dan knowledge secara simultan dan diimbangi dengan paham finansial. Tujuan dari FORWARD movement adalah mencetak the real agents of change. Gerakan ini bukan sekedar tagline atau basa­-basi, karena mencetak masyarakat yang memiliki global  talent with the right financial knowledge is a must," tegas Aakar. 

    Motivasi Gary Vee

    Menjadi yang paling ditunggu-tunggu dari peluncuran Forward, global talent Gary Vaynerchuck atau Gary Vee tampil dan memberi suntikan semangat positif yang sangat inspiratif. Gary adalah CEO dan pendiri Vayner Media. Bukunya termasuk buku terlaris versi New York Times, bisnisnya berhasil mempekerjakan banyak orang, dan kata­-katanya berpengaruh besar di media sosial.

    "Era kini menjadikan segala sesuatunya lebih mudah untuk dilakukan, asal ada kemauan. Bahkan dengan zero modal dan waktu yang sedikit," ujarnya. 

    Gary sedang membahas keberadaan internet dan media sosial yang bisa jadi platform dan medium bagi siapapun untuk berkarya, menyampaikan gagasan, dan menunjukkan hasil karyanya. Produk kreasi itu bisa berupa apa saja, dari mulai audio, video, gambar, hingga cerita. 

    "Dengan Linkedin setiap orang kini bisa punya bisnis atau kantornya sendiri, dengan instagram mereka punya branding, semua dengan zero money," tuturnya. 


    (Gary Vee. Foto: Dok/Forward) 


    Kini, asalkan setiap orang mau bergerak dan melakukan apa yang ia maui, semua bisa terjadi. Posting tiga-empat kali sehari. Berikan postingan informatif atau entertaining. Mau itu untuk personal branding, atau membangun bisnis. 

    Semua tak terjadi dalam waktu singkat memang. Gary Vee sendiri mengatakan dirinya bergelut dengan internet dan media sosial sebanyak 7-8 jam sehari, dan itu berlangsung selama 4 tahun. Barulah ia mendapat tempat dan mencuri perhatian publik. 

    Pertanyaannya kata dia? Ketika medium untuk berkreasi ada, apa yang membuat kamu berdiam diri? Tak ikut berkarya dan memberikan sesuatu untuk dunia? Kini saatnya untuk memulai jika belum, dan meneruskannya. Jangan tinggal diam. 

    Gary lalu juga berbagi tren yang ia prediksi akan mendapat banyak perhatian di tahun mendatang. Usai foto dan video, kata dia, podcast atau audio akan diminati, karena orang-orang ingin yang ringkas dan hemat waktu dalam menikmati sesuatu yang informatif ataupun menghibur.

    "Saya terbang jauh dengan lama penerbangan 24 jam ke sini untuk memohon pada kalian yang semua ada di sini untuk malam ini mulai melakukan sesuatu, posting dan berbagi karya tanpa ragu, dan kita lihat lima tahun yang akan datang apakah ada hasil yang kalian peroleh," ujarnya menantang. 

    Audiens bersorak. Riuh dan kencang.

    Hingga acara berakhir. Gary Vee menyapa dan menyempatkan diri berfoto sebelum benar-benar meninggalkan panggung. 

    Kehadiran Gary Vee menjadi pembuka atau kick-off peluncuran perdana Forward, sebagai gerakan independen yang diusung Jouska Indonesia. Disampaikan, akan ada sekitar puluhan aktivitas penyertanya di sepanjang tahun 2019 sebelum menuju Forward 2020 di tahun depan. 

    Bagi peserta yang hadir di hari peluncurannya, berkesempatan untuk masuk ke dalam situs Jouska Indonesia dan mendaftarkan diri mengikuti rangkaian gerakan Forward berikutnya. 

    Sebagai gerakan bersama, Forward ingin membuat siapapun yang terlibat mau untuk bergerak maju dan mengejar ketertinggalan. Untuk menuju Indonesia menjadi lebih baik di masa yang akan datang. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below