Mengenal Rosa Salazar, Sosok 'Alita: Battle Angle'


  • Mengenal Rosa Salazar, Sosok 'Alita: Battle Angle'
    Berkat perannya di film Alita: Battle Angel, Rosa Salazar kini menjadi salah satu bintang bersinar di Hollywood. Siapa dia sebenarnya? (Foto: Dok/Youtube/20thCenturyFox)


    Siapa mengira, jika sosok cyborg dengan efek CGI di 'Alita: Battle Angel' tak sepenuhnya digital, tapi ditransformasi dari sosok aktris, Rosa Salazar. 

    Bagi yang pernah menonton 'The Divergent Series: Insurgent' atau 'Maze Runner: The Scorch Trials', pastilah familiar dengan wajahnya. Rosa juga bermain di 'Bird Box' bersama Sandra Bullock baru-baru ini. 



    Berusia 33 tahun, kisah hidup Rosa Salazar sendiri sebenarnya tak kalah menarik seperti Alita. Pernah tinggal di keluarga pengasuh (foster care), Rosa bekerja serabutan sebelum kemudian melangkah ke Hollywood secara perlahan, dan kini menjadi salah satu bintang yang bersinar tahun ini. 

    (Baca juga: Mengenal Bonnie Aarons, Sosok di Balik Valak 'The Nun)

    Dikutip dari LA Times, peran Alita tak begitu saja sampai di tangan Rosa. Ia mesti menjalani audisi di mana hampir semua para bintang muda Hollywood ternama, termasuk yang ia kagumi ikut audisi. 

    Namun, pilihan Robert Rodriguez jatuh padanya. Kabarnya, Robert sempat menitikkan air mata di ruang audisi saat ia tampil.  



    Bermain di Alita: Battle Angel, sebagai pemeran utama mengubah hidup Rosa. Sebab tak hanya karena akan disutradarai Rodriguez, tapi film ini diproduseri James Cameron dan Jon Landau, dua orang yang berada di balik pembuatan film besar seperti Avatar. 

    Penuh perjuangan

    Sebelum mendapatkan peran Alita, Rosa melalui masa sulit. Tak banyak yang tahu latar belakang keluarganya. Hanya diketahui, ia seorang kelahiran Amerika-Kanada yang di usia 15 tahun memutuskan independen dan meninggalkan keluarga pengasuh (foster care). 

    "Saya bukan tuna wisma, tapi merasa seperti anak tanpa rumah," ujarnya pada laporan WWD. 

    Namun, kondisi itu tak membuatnya putus asa. Bahkan satu kali temannya mengingatkan, bahwa dirinya punya talenta yang tak seharusnya disia-siakan. Dua pekan kemudian, ia pindah ke New York. 

    Setelah melakukan pencarian via Google search, ia menemukan sekolah akting, dan kemudian terjun ke dunia teater, dan komedi. Sembari itu, ia juga melakukan pekerjaan apa saja, dari mulai pengantar barang dengan sepeda motor, hingga personal assistant yang mengurusi anjing piaraan. 

    Perempuan kelahiran 16 Juli 1985 ini kemudian membuat video untuk situs komedi CollegeHumor (2010). Salah satu video komedi durasi lima menitnya mencuri perhatian agent. Rosa kemudian pindah ke Los Angeles, dan mengamankan peran di Parenthood (2011-2012). Dari tiga episode, seri itu berkembang menjadi 18. 



    Ada satu cerita menarik ketika ia sudah memiliki uang cukup. Ia pergi ke Barneys dan membeli tas Alexander Wang. Tas itu berbahan kulit warna biru. Namun, ia kemudian merasa terlalu bergaya dengan aksesori itu, yang lalu ia kembalikan. Ia mulai lagi dari awal dan hidup sederhana. 

    "My style adalah old-meets-new, atau seperti tomboy meets Kardashians," ujarnya. 

    (Baca juga: Mengenal Thylane Blondeau, Wanita Tercantik 2018)

    Usai bermain di Parenthood, ia kemudian ambil bagian di American Horror Story, dan Man Seeking Woman, serta indie Night Owls. 

    Gebrakan besarnya diraih kala ia turut bermain di The Dievergent seris: Insurgent, dan kemudian di tahun sama (2015) bermain di The Maze Runner Series: the Scorch Trials dan berlanjut di The Maze Runner: Death Cure (2018).



    Selama penantian kabar audisi film Alita: Battle Angel, ia menulis dan menyutradarai fim pendeknya Good Crazy. Film yang kemudian masuk dalam kompetisi festival film Sundance di 2017. 

    Dua tahun setelah syuting Alita, Rosa mengunjungi rumah produksi Landau dan Cameron, Lighstorm di Manhattan untuk menonton hasil akhir film yang ia bintangi. Ia mulai menangis bahkan sejak awal film memutar logo 20th Century Fox. 

    "Saya menyukai film, dan logo itu sangat ikonis buat saya, hingga membuat emosi saya campur aduk," ungkapnya seperti dikutip dari La Times. 

    "You did it!" ujarnya pada dirinya sendiri. Yang kemudian mengingat semua momen yang pernah ia alami, dari mulai aktivitas di dalam mobil, makan di mobil, ganti baju di mobil, menghapal dialog di mobil, parkiran, dan segala penolakan serta rasa gugup yang menyertainya. "Kamu berhasil, kid." 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below