Lebih Dekat Dengan Batik Madura


  • Lebih Dekat Dengan Batik Madura
    Peragaan busana rancangan Handy Hartono. (Foto: Dok. Summarecon Mall Kelapa Gading)


    Untuk merayakan Hari Batik Nasional pada bulan lalu, Summarecon Mall Kelapa Gading untuk keempat kalinya mempersembahkan acara 'Pesona Batik Wastra Nusantara' selama 12 hari dengan tema "Eksotika Batik Madura", Tema ini diangkat karena cerita sejarah serta keunikan motif yang dimiliki oleh batik-batik dari Jawa Timur khususnya Batik Madura.

    Pekerjaan membatik di Madura pada mulanya dikerjakan di dalam pesantren-pesantren pada musim paceklik serta sebagai pekerjaan sampingan para istri sambil menunggu suaminya pulang melaut bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dan tidak memiliki lahan pertanian. Pekerjaan membatik ini terus berkembang ketika ada sebagian masyarakat Madura mulai membawa batik untuk dijual ke kota dan mengambil keuntungan dari harga yang sudah ditetapkan oleh para pembatik.



    (Baca juga artikel: 12 Desainer Muda Indonesia yang Karyanya Menginspirasi)

    Batik Madura dikenal dengan warna yang berani dan tegas, seperti merah, kuning, hijau, serta biru. Dari segi motif, batik Madura memiliki motif beragam yang terinspirasi dari bentuk tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatik sendiri seperti motif ayam bekisar, gerbong keraton, karapan sapi, dan lain sebagainya. Kombinasi warna dan motif ini menjadi ciri khas Batik Madura yang menjadikannya unik dan berbeda dengan batik dari daerah lainnya.

    Tommy L. selaku Center Director Summarecon Mall Kelapa Gading mengatakan “Saat ini masyarakat sudah semakin sadar untuk melestarikan Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa, namun belum banyak yang tahu sejarah dan proses panjang dibalik pembuatan batik maupun filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik yang unik dan berbeda-beda di setiap daerah. Seperti contohnya tahun ini kami mengangkat tema 'Eksotika Batik Madura' dimana batik dari daerah Madura ini dilukis oleh para pengrajin secara otentik, sehingga menghasilkan motif yang berbeda satu dengan yang lainnya. Pengetahuan seperti inilah yang harus terus diberikan kepada masyarakat sehingga kain batik semakin diapresiasi oleh seluruh kalangan. Selain itu, melalui event ini kami juga berharap agar batik bisa diterima di kalangan anak muda dan mereka dapat dengan bangga menggunakannya dalam gaya berpakaian sehari-hari yang lebih santai dan casual, seperti contohnya memadukan batik dengan sneakers.”

    Serangkaian acara diadakan sebagai bagian dari 'Pesona Batik Wastra Nusantara'. Mulai dari pameran batik dan kerajinan kulit, anyaman, wayang, serta keramik handmade karya para pengrajin dan UKM, kompetisi melukis batik di tote bag untuk anak-anak, parade peragaan busana batik dari desainer ternama Indonesia seperti Handy Hartono, Mahadevi, dan Danar Hadi.

    (Baca juga artikel: 7 Corak Batik khas Indonesia yang Mencuri Perhatian)

    Untuk menarik minat anak muda dan menjadikan batik sebagai tren, Pesona Batik Wastra Nusantara juga berkolaborasi dengan content creator Andy Yanata dalam menggelar fashion show berbahan dasar batik Madura.

    Para pengunjung pun bisa melihat proses membatik secara langsung di area koridor Mall Kelapa Gading 3. Acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan diva Indonesia, Krisdayanti. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below