Melacak Jejak Cita Rasa Indonesia di 45 Tahun Sarirasa


  • Melacak Jejak Cita Rasa Indonesia di 45 Tahun Sarirasa
    Merayakan hari jadinya yang ke-45 tahun, Sarirasa Group menyuguhkan aneka makanan khas Indonesia. (Foto: Dok/Instagram/@satekhassenayan)


    Bahwa Indonesia kaya akan warisan kuliner bukan rahasia umum lagi. Tak hanya makanan utama, tapi juga kaya akan jajanan pasar dan minuman tradisional. Bagaimana masyarakat bisa mengenali dan mencicipinya? 

    Inilah yang kemudian mendorong lahir dan berdirinya Satay House Senayan pada 1974 lalu, dengan tujuan mengenalkan kuliner Indonesia, terutama pada masyarakat Indonesia sendiri. Resto yang kemudian berganti jadi Sate Khas Senayan tersebut menjadi awal dari kehadiran Sarirasa Group yang memberi perhatian khusus pada kekayaan warisan kuliner Indonesia. 



    Memeringati hari jadinya yang ke-45 tahun pada 2019, Sarirasa Group kembali mengusung dan menghadirkan kekayaan kuliner tersebut pada publik. Berlangsung di Bale Nusa, Pakubuwono Jakarta, beberapa waktu lalu, sederet makanan yang dihadirkan itu diantaranya nasi campur, nasi kuning hingga gado-gado. 

    (Baca juga: Wajib Coba: Gopek) 


    (Sate. Foto: Dok/Instagram/@satekhassenayan) 


    Setelah lebih dari empat dekade, tahun ini Sate Khas Senayan sudah berada di lebih 50 cabang di Jakarta dan sekitarnya. Menggabungkan resep tradisional dengan inovasi yang menghasilkan citarasa asli Indonesia. 

    Selain Sate Khas Senayan, Sarirasa Group juga kemudian memperluas jangkauan makanan lewat kehadiran Sate Seafood Senayan, TeSaTe, dan kemudian Gopek. Masing-masing hadir dengan suguhan makanan yang unik dan juga berbeda dari lainnya. 

    Di Sate Seafood Senayan tersaji hidangan laut segar bagi mereka pencinta rasa otentik dari Jawa dan Bali. Di sini juga terdapat bumbu khas seperti pucung, pesmol, serta sambal matah. 

    Pada 2008, Sarirasa Group mendirikan TeSaTe untuk menampilkan hidangan tradisional dari seluruh Indonesia. Menghadirkan sate sebagai menu utamanya, nama restoran ini sendiri juga merujuk pada istilah yang diucapkan berulang kali oleh penjual sate keliling. 


    (Menu makanan khas Indonesia. Foto: Dok/Instagram/@satekhassenayan) 


    Pengalaman akan tak lengkap tanpa camilan tradisional. Ini mendorong lahirnya TeKoTe yang saat ini lokasinya terdapat di dalam gerai TeSaTe. Di sini juga kemudian tersaji Jamu, sebagai salah satu minuman tradisional khas Indonesia. Namun, tak melulu menghadirkan yang tradisional, TeKoTe beberapa waktu lalu memberi sentuhan baru dan modern dalam penyajiannya lewat Herbal Bar. Cita rasa jamu di TeKoTe telah dimodifikasi memenuhi selera semua orang. 

    Melengkapi budaya kuliner Indonesia, Sarirasa Group pada dua tahun lalu meluncurkan brand Gopek. Di sini hadir menu street food seperti mie, bakso, nasi goreng, siomay, dan lainnya. Di hari jadinya yang ke-45 tahun, Sarirasa Group melakukan ekspansi dengan menghadirkan Gopek House, yang beranjak dari tradisi makan bersama keluarga dan berbagi cerita di meja makan. 

    Di luar sejumlah brand di atas, Sarirasa juga mengusung layanan Catering, in-house dan Outside Catering. Melayani pesanan hantaran, mulai dari tumpengan, besek, sampai rantang yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.