Women of the Year 2019: Nury Sybli


  • Women of the Year 2019: Nury Sybli
    Penggerak literasi Nury Sybli berhasil mengenalkan aksara dan bawa perubahan besar pada kehidupan masyarakat Baduy. (Foto: Dok/herworldIndonesia)


    Nury Sybli, 41, Penggerak Literasi

    Bak pahlawan tanpa tanda jasa, perempuan asal Banten ini berhasil kenalkan aksara dan bawa perubahan besar pada kehidupan masyarakat Baduy. Mulai efektif keluar masuk Kampung Balimbing dan mengajar pada tahun 1999, Nury berlakukan metode pengajaran berbeda yang tak diajarkan di sekolah formal. Tak disangka, repson mereka amat positif.



    Berawal dari dua anak hingga tak terhitung jumlahnya, ia bahkan sempat kewalahan karena keingintahuan mereka amat besar. Dengan pencahayaan yang sangat minim, proses belajar mengajar di malam hari ini nyatanya sangat dinanti-nanti.

    “Sebenarnya, masyarakat Baduy sangat terbuka soal pendidikan. Sebab dalam tradisinya, yang tidak diperbolehkan adalah bersekolah di instansi formal. Bukan belajar dalam arti luas. Jadi ketika meminta ijin mengajar, orangtua mereka dengan senang hati membolehkan. Itu pun setelah beberapa kali bolak-balik ke sana sejak tahun 1997. Saya pun menanamkan ilmu yang lebih aplikatif untuk kehidupan mereka. Baca, tulis, dan hitung sudah pasti."

    (Baca juga: 10 Sosok Women of the Year 2019 Herworld Indonesia) 


    "Selebihnya yaitu memberi info tentang bagaimana menjaga alam dan adat istiadat. Kini, beberapa dari mereka malah ada yang sudah bisa menjual hasil tenun via online hingga omzetnya mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, seorang kuli panggul pun mengaku sudah bisa menghitung pendapatannya dengan benar,” jelasnya.

    Sebuah pencapaian luar biasa yang punya dampak positif terhadap masyarakat di daerah sulit akses.

    “Pada dasarnya tiap anak punya kesempatan yang sama untuk memperoleh bimbingan dalam hal pendidikan. Formal atau non-formal, semua sama-sama penting. Dulu, saya minta mereka untuk terus berlatih menulis dan membaca buku. Lewat media komik yang ringan, saya harap mereka lebih cepat menangkap. Nyatanya betul. Mereka pintar-pintar! Tulisannya pun bagus-bagus. Oleh sebab itu sekarang, ketika saya sudah tak bisa sering-sering ke sana lagi, angkatan pertama lah yang mengambil alih. Mereka meneruskan saya di sana sebagai tutor. Melegakan sekali,” ujarnya.

    Kini, dari hasil kerja kerasnya tersebut, generasi penerus Baduy tidak lagi buta huruf dan sudah mulai bisa berkomunikasi dengan baik bahkan dalam bahasa Inggris sederhana sehingga sedikit demi sedikit taraf hidup mereka mulai meningkat. Tak berhenti sampai di situ, Nury tetap meneruskan perjuangannya dengan mendirikan Rumah Baca Akar yang telah terbangun di 30an daerah terpencil di seluruh Nusantara.


    Awarding Night 'Women of the Year 2019' herworld Indonesia berlangsung Selasa, 22 Oktober 2019, pukul 18:30 WIB di Hotel Sultan Jakarta.

    (Teks Rengganis Parahita, Foto Insan Obi, Pengarah gaya Yolanda Deayu, Tata rias wajah dan rambut PAC by Martha Tilaar, Busana Wilsen Willim)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below