7 Makanan yang Harus Dihindari untuk Cegah Perut Buncit


  • 7 Makanan yang Harus Dihindari untuk Cegah Perut Buncit
    Demi menghindari perut buncit, sejumlah makanan patut dihindari. Berikut beberapa di antaranya. (Foto: Dok/rawpixel/Pexels.com)


    Sudah diet dan berolahraga secara teratur, tapi perut kok masih buncit? Hm… jangan-jangan kamu masih mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang justru menambah lemak perut.

    Contohnya makanan manis, berlemak, atau yang berkarbohidrat tinggi. Menghindari makanan ini bukan hanya bisa membuat perut langsing, tetapi juga menciptakan kebiasaan makan yang sehat dan meningkatkan kesehatan tubuh kamu secara keseluruhan.



    (Baca juga: 7 Jenis Diet Cepat Turunkan Berat Badan)

    1. Produk olahan susu

    Ada orang yang tidak tahu kalau dirinya mengalami intoleransi laktosa. Entah kadar intoleransinya sedang atau parah, gejalanya bisa diketahui dengan jelas: perut kembung atau banyak gasnya (gassy). Kalau kamu mengalaminya, coba ganti susu sapi dengan susu bebas laktosa atau susu kacang. Batasi juga konsumsi keju dan yogurt yang kamu sukai. Perut pasti terasa lebih nyaman; lemak perut yang membandel juga akan terkikis.



    2. Keripik kentang

    Cara lain mencegah perut buncit adalah dengan mengurangi kebiasaan ngemil keripik-keripik micin. Cemilan asin seperti ini mengandung minyak hidrogenasi yang tinggi. Seperti dikutip Airproducts.co.id, hidrogenasi adalah proses penggunaan gas hidrogen untuk mengubah minyak sayur cair menjadi olesan atau margarin. Akibatnya, keripik gurih bisa meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Selain itu, keripik asin mengandung garam tinggi, yang membuat tubuh menahan air.


    3. Baked goods

    Makanan jenis baked goods, seperti roti, cake, pastry, atau cookies, adalah musuh utama jika ingin perut langsing. Makanan ini selain tinggi karbohidrat juga tinggi kadar gula dan pengawetnya, tapi rendah kandungan nutrisinya. Jadi, makanan-makanan ini sebenarnya tak ada manfaatnya kecuali menimbun lemak perut.


    (Baked goods. Foto: Dok/pixabay)


    4. Soda

    Bukan hanya makanan yang perlu dibatasi untuk mengikis lemak perut, tetapi juga minuman. Selain berpotensi meningkatkan lemak perut, minuman manis seperti soda juga menghambat penurunan berat badan. Pilih saja air putih kalau kamu memang berniat memiliki perut rata, sekaligus menghindari sugar crash (kadar glukosa darah turun di bawah normal).


    5. Gorengan

    Tak cuma gorengan di abang-abang pinggir jalan, tetapi juga French fries, fried chicken, dan semua makanan yang digoreng di resto cepat saji. Makanan gorengan yang berlemak memang asyik buat kudapan sore-sore, tapi bisa membuat berat badan cepat naik. Bukan hanya itu, kadar kolesterol jahat yang jadi penyebab penyumbatan pembuluh darah juga meningkat. Jadi, tak hanya perlu dikurangi untuk mencegah perut buncit tapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan.


    (Ilustrasi gorengan. Foto: Dok/Pixabay) 


    6. Pemanis dan gula tambahan

    Siapa sih, yang nggak suka makanan manis seperti donat atau martabak? Apalagi kalau dinikmati bareng-bareng di kantor saat ada yang berulang tahun. Namun, mengonsumsi makanan manis seperti ini bisa membuat kamu ingin makan lebih banyak. Pemanis buatan dan gula tambahan lainnya bisa meningkatkan kadar gula darah, yang akhirnya menyebabkan timbunan lemak di sekitar perut. Coba kurangi gula dalam setiap makanan dan minuman, atau ganti dengan madu, jika ingin perut lebih langsing. Jangan lupa pula untuk selalu membaca label kemasan untuk melihat jumlah tambahan gulanya.


    (Donat. Foto: Dok/Pixabay)


    7. Karbohidrat sederhana

    Istilahnya terkesan sehat, tapi karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang sudah diproses dengan tambahan gula. Contohnya, roti, nasi putih, atau pasta. Lebih baik, ganti dengan gandum utuh yang lebih tinggi seratnya. Kamu juga bisa mengubah pola makan dengan memilih diet rendah karbohidrat dan kaya protein.

    Jika kamu menghindari makanan-minuman ini secara teratur, bukan tak mungkin kamu bisa mencegah perut jadi buncit.


    (Editor: Rahman Indra)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below