Dari Sinetron ke Film, 9 Fakta Menarik Keluarga Cemara


  • Dari Sinetron ke Film, 9 Fakta Menarik Keluarga Cemara
    Beranjak dari sinetron populer 90-an, Keluarga Cemara kini hadir dalam bentuk film yang mengusung tema kuat akan 'kesederhanaan'. (Foto: Dok/VisinemaPictures)


    Film 'Keluarga Cemara' hadir menjadi pembuka tahun 2019 di layar bioskop. Beranjak dari sinetron populer era 90-an, film ini tak hanya mengajak publik bernostalgia, tapi juga mengingatkan kembali akan betapa hangat dan berharganya keluarga. 

    Dibintangi Ringgo Agus Rahman sebagai Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara Jkt48 sebagai Euis, dan Widuri Puteri sebagai Ara, film ini mengambil plot momen penting ketika keluarga Cemara bangkrut dan kembali ke rumah warisan di kampung halaman Abah. 



    Disutradarai Yandy Laurens, film ini menjadi debutnya di film panjang. Meski namanya masih terdengar asing, Yandy sebelumnya pernah meraih Piala Citra untuk film pendek berjudul 'Wan An'. Ia juga membuat webseries Sore (2016) dan Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode (2018). Film 'Keluarga Cemara' menjadi pembuktiannya ia patut diperhitungkan. 

    Selain para pemeran, sutradara, dan tema keluarga yang diusungnya, film 'Keluarga Cemara' memiliki sejumlah fakta menarik di seputarnya. Jika belum menonton, dan berniat untuk menyaksikannya di bioskop, berikut beberapa hal yang mungkin akan mendorong rasa penasaran untuk bergegas membeli tiket nontonnya. 

    (Baca juga: Review Film: Keluarga Cemara)

    1. Dari cerita Arswendo Atmowiloto 

    'Keluarga Cemara' merupakan kisah keluarga unik yang kental dengan kesederhanaan yang ditulis dan diproduksi Arswendo Atmowiloto pada 1990-an. Ditayangkan cukup lama di televisi dari 1996-2005, sinetron ini menjadi salah satu favorit publik berkat tayangannya yang mendidik, sarat pesan moral, sekaligus menghibur lewat tingkah polah pemerannya. 

    Dikabarkan, Visinema Pictures yang digawangi Anggia Kharisma mendapat izin dan persetujuan dari Arswendo untuk mengangkatnya ke layar lebar. Dan produksi film ini berjalan pada 2018 lalu. 



    2. Para pemeran inti 'Keluarga Cemara'

    Untuk menyesuaikan dengan kondisi kekinian, dan cerita yang kuat, film Keluarga Cemara memutuskan plot di saat keluarga Cemara jatuh bangkrut dan miskin. Agil (anak ketiga) di versi sinetronnya masih belum lahir, tapi kehadirannya menjadi salah satu poin penting dalam keseluruhan cerita. 

    Maka pemeran utama di film, terdiri dari Abah (Ringgo), Emak (Nirina), Euis (Zara Jkt48), dan Ara (Widuri). Ringgo dan Nirina sudah tak asing lagi dengan film komedi atau drama romantis.

    Sementara buat Zara dan Widuri ini merupakan debut mereka di film panjang, dan bisa dibilang tak mengecewakan. Bagi yang mengikuti perkembangan Widuri, akan mendapati fakta unik, bahwa ia adalah putri dari pasangan aktor Dwi Sasono dan anggota Be3, Widi Mulia. 




    3. Yang mencuri perhatian 


    Asri Welas memerankan Ceu Salma, perempuan pengusaha yang juga seorang 'loan woman' (pemberi pinjaman). Kemunculannya akan selalu ditunggu, tidak hanya karena aksi kocaknya, tapi juga kehadirannya di tengah-tengah 'kekacauan' keluarga Cemara. 




    4. Munculnya Tante Pressier 


    Bagi yang mengikuti sinetron Keluarga Cemara pasti gemas dengan polah Tante Pressier yang berlagak mewah dan sombong di tengah sorot keluarga Cemara yang sederhana. Di film, peran ini dibawakan Maudy Koesnaedi. 

    5. Ditulis ulang


    Meski masih mengusung tema kesederhanaan dan keluarga, versi film yang ditulis Yandy Laurens bersama Gina S Noer memberi plot sedikit berbeda. Di antaranya pilihan akan latar cerita di saat bangkrutnya keluarga Cemara, ketidakhadiran Agil, kerja serabutan Abah dan ojek online, hingga kehidupan remaja Euis yang kompleks. 


    6. Deretan aktor muda 


    Di film ini, Euis menjalin pertemanan di sekolah barunya. Di sini hadir deretan aktor muda yang potensial dan berbakat, seperti Kafin Sulthan, Joshia Frederico, Kawai Labiba, dan Yasamin Jasem. 




    7. Produksi Visinema Pictures 


    FIlm Keluarga Cemara diproduksi Visinema Pictures bekerjasama dengan Ideosource Entertainment dan Kaskus. Rumah produksi yang digawangi Anggia Charisma ini sebelumnya pernah memproduksi film-film seperti Surat dari Praha, Filosofi Kopi 1 dan 2, Love for Sale, Bukaan 8, dan akan tayang Terlalu Tampan, serta Mantan Manten. 




    8. Musik pengiring dan Soundtrack 


    Bunga Citra Lestari membawakan lagu 'Harta Berharga' yang jadi ost identik 'Keluarga Cemara'. Selain ia, film ini juga diisi oleh banyak musik dari para musisi ternama lainnya seperti Banda Neira dan Dialog Dini Hari. Musik pengiring menjadi kekuatan dari film ini.


    9. Lokasi syuting 

    Rumah yang djadikan latar film ini disebutkan mengambil lokasi pengambilan gambar di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Cuaca dingin di Puncak sempat menjadi tantangan tersendiri bagi para aktor, termasuk Nirina yang berjuang melawan dingin, seperti diungkapnya pada diary emak yang dibagi di laman Youtube Visinema Pictures. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below