Warna Indonesia di Pameran Desain Interior 'Maison 12'


  • Warna Indonesia di Pameran Desain Interior 'Maison 12'
    ID 12 untuk ketiga kalinya kembali mengusung pameran desain interior bergengsi The Colours of Indonesia yang diberi tajuk 'Maison 12'. (Foto: Dok/TimMuaraBagdja)


    Untuk ketiga kalinya, ID 12 yang di dalamnya tergabung 12 desainer interior ternama Indonesia, kembali mengusung pameran desain interior bergengsi The Colours of Indonesia III, yang diberi tajuk Maison 12. 

    Sesuai temanya, pameran ini menunjukkan kekayaan 'warna Indonesia' lewat sentuhan tradisi dari berbagai daerah. Karya kolaboratif kali ini menghadirkan bentuk hunian vertikal atau apartemen, dalam bentuk satu kamar, dua kamar dan tiga kamar. 



    Di setiap bagiannya, desain interior yang ditunjukkan menampilkan sentuhan yang modern, sleek sekaligus kaya akan sentuhan tradisi. Percampuran yang memanjakan mata, dan semua mesti dilihat lebih dekat, dan lebih detail. 

    (Baca juga: Melihat dengan Sudut Berbeda Pameran Warna-warna)

    Berlangsung di Atrium, Senayan City, pameran desain interior ini dibuka pada Jumat (14/9), oleh Jasin Tedjasukmana, penerima IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jakarta Award (2015), didampingi Halina selaku Leasing dan Marketing Communication Director Senayan CIty, serta Ary Juwono selaku the Chairman of The Colours of Indonesia 2018. Pameran berlangsung selama hampir dua pekan hingga 23 September 2018. 

    "Menurut pengamatan ID12, salah satu jenis prooperti yang dalam situasi apapun dapat berkembang terus adalah apartemen. Oleh karena itu, tema show unit apartemen tersebut kami beri nama Maison 12," ujar Ary Juwono. 

    Ia menambahkan, inspirasi utama Maison 12 adalah menginfusi unsur-unsur Indonesia, tidak hanya pada pattern, tapi juga motif, aura, dan detail, pada show unit satu kamar, dua kamar, tiga kamar dan marketin gallery hunian vertikal apartemen. 

    Empat bagian 

    Terdiri dari empat bagian besar, pameran ini menghadirkan bagian pertama, Marketing Gallery 'The Spirit of Sumba' yang dibuat Ary Juwono. Bagian kedua, apartemen satu kamar 'The Mystical Papua' yang dibuat Eko Priharseno dan Reza Wahyudi. Bagian ketiga, apartemen dua kamar 'The Voyage of Borneo' karya Prasetio Budhi, Yuni Jie, Sammy Hendramianto, dan Roland Adam. Lalu, pada bagian keempat, apartemen tiga kamar 'The Soul of Java' dibuat Agam Riadi, Vivian Faye, Anita Boentarman, Joke Roos, dan Shirley Gouw. 

    (Baca juga: Menyusuri Pameran Foto 'Timeless Glamour' Bvlgari)

    Di bagian The Spirit of Sumba, Ary Juwono menciptakan atsmofir dalam nada kontras gelap terang yang harmonis dengan pusat lampu gantung. Area Marketing Galleri ini sekaligus menjadi pusat aktivitas harian dari penyelenggaraan pameran. 

    Ary Juwono


    Di bagian The Mystical Papua, Eko Priharseno dan Reza Wahyudi menghadirkan keindahan Raja Ampat dan budaya Papua yang kental dan tegas. Dielaborasi dengan desain kontemporer eksperimental, menghasilkan ruangan yang unik dan kaya detail. Masuklah ke dalam bagian ruang tamunya yang dihiasi dinding warna emas dan hitam. Atau bagian kamar tidur yang penuh pernak-pernik dan nuansa Papua yang khas. Elemen dekoratifnya turut menghadirkan selera kaum muda. 

    Eko Priharseno



    Reza Wahyudi



    Memasuki ruang berikutnya The Voyage of Borneo, empat desainer interior Prasetio Budhi, Yuni Jie, Sammy Hendramianto dan Roland Adam menjurus ke arah desain yang lebih artsy dan modern. Roland menghadirkan penampakan bulan besar sebagai wallpaper. Katanya, ia terinspirasi saat ia di Sambas dan melihat buan bulat dan indah. Ruangan ini juga menghadirkan motif keranjang Kalimantan karya Sandi Karman, seorang desainer grafis yang ikut membantu membawa benang merah dari masing-masing karya desainer dalam apartemen dua kamar ini. 

    Prasetio Budhi 

    Yuni Jie



    Sammy Hendramianto



    Roland Adam



    Sementara, di ruang berikutnya The Soul of Java, apartemen tiga kamar digawangi lima desainer Agam Riadi, Vivian Faye, Anita Boentarman, Joke Roos, dan Shirley Gouw. Ruangan ini memadukan gaya modern klasik kolonial yang mewah dengan craftmanship tinggi. Memasuki ruang ini seolah berada di ruang yang klasik dengan gaya abad pertengahan dalam berbagai elemen interior yang memasukkan unsur etnis Jawa. Perpaduan yang asik untuk disimak dan berlama-lama di dalamnya. 

    Agam Riadi 


    Vivian Faye 



    Anita Boentarman 


    Joke Roos 


    Shirley Gouw


    Program lainnya 

    Selain menghadirkan empat bagian utama itu, pameran The Colours of Indonesia kali ini juga mengusung sejumlah program khusus seperti karya kolaborasi Elmes, manufaktur gagang pintu berteknologi canggih yang diproduksi di Jepang dengan Sammy Hendramianto. 

    Lalu pada hari tertentu, ID12 bekerjasama dengan Lions Club menggalang aktivitas sosial dalam bentuk peragaan busana yang berhubungan dengan isu pelestarian lingkungan (go green). 

    Terdapat pula presentasi kolaborasi home linen dari Amerika bernama Cravet dengan perancang busana Auguste Susastro. Hal menarik lainnya adalah bincang-bincang menarik tenang Feng Shui tentang rumah bersama pakar Feng Shui, Yulius Fang.

    (Foto-foto: Dok/TimMuaraBagdja)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below