12 Peraih Medali Emas Indonesia di Asian Games 2018


  • 12 Peraih Medali Emas Indonesia di Asian Games 2018
    Aries Susanti Rahayu meraih medali emas untuk Indonesia di Asian Games 2018 dari cabang panjang tebing. (Foto: Dok/@jokowi/Instagram/AntaraFoto)


    Di pekan pertama, atau hingga hari ke-delapan penyelenggaran Asian Games 2018, Minggu (26/8), Indonesia berhasil mengumpulkan total 50 medali, dengan 12 medali emas, 13 medali perak, dan 25 medali perunggu. Perolehan sementara ini menempatkan Indonesia di peringkat kelima klasemen sementara, setelah China, Jepang, Korea dan Iran.

    Raihan medali emas bagi Indonesia tersebut berasal dari beberapa cabang olahraga, di antaranya diraih atlet taekwondo, wushu, paralayang, tenis hingga dayung.



    Siapa saja yang berada di balik raihan emas tersebut? 

    (Baca juga: 22 Fakta Menarik Peraih Medali Emas, Defia Rosmaniar)

    1. Defia Rosmaniar (Taekwondo)

    Di final, atlet taekwondo ini berhasil mengalahkan Marjan Salashouri asal Iran dengan perbedaan nilai amat tipis. Defia sekaligus mencetak sejarah untuk raihan emas pertama bagi cabang taekwondo, dan yang pertama bagi Indonesia di hari pertama Asian Games 2018.



    2. Lindswell Kwok - wushu 

    Aktif di wushu sejak usia 6 tahun, Lindswell Kwok meraih emas untuk Indonesia pada hari kedua Asian Games 2018. Penampilannya memukau, bahkan presiden Jokowi menyebutnya 'Ratu Wushu Asia'. 



    3. Tiara Andini Prastika - balap sepeda (downhill putri) 

    Atlet balap sepeda downhill yang berhasil memboyong emas ketiga pada perhelatan akbar Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Ia berhasil mencapai garis finis dalam waktu 2 menit 33 detik.


    4. Khoiful Mukhib - balap sepeda (downhill putra)

    Dengan torehan waktu 2 menit 16,687 detik, Khoiful Mukib untuk meraih emas Asian Games 2018 pada nomor Downhill Putra. Ia mengungguli Chiang Shengshan (Taiwan) dan Suebsakun Sukchanya (Thailand).



    5. Eko Yuli Irawan - angkat besi 

    Eko menyumbang medali emas untuk Indonesia di kelas 62 kilogram putra pada pertandingan di JIExpo, Kemayoran Jakarta. 



    6. Hening Paradigma dkk, Tim paralayang putra 

    Tim paralayang putra merebut medali emas dari nomor ketepatan mendarat, sekaligus mengungguli Korea dan Thailand. 



    7. Jafro Megawanto - Paralayang 

    Jokowi lewat akun instagramnya berbagi cerita bahwa sebelum jadi atlet peraih emas, Jafro bertugas melipat dan merapikan parasut para atlet. Setiap hari melihat atlet paralayang, melipat parasut, diam-diam ia ingin jadi pilot paralayang. Ia lalu ikut berlatih di sekolah paralayang dan menjadi atlet. Jafro meraih emas di venue paralayang di kawasan Gunung Mas PUncak di nomor ketepatan mendarat. 



    8. Aries Susanti Rahayu - panjat tebing 

    Atlet panjat tebing Indonesia ini merebut medali emas nomor speed dalam pertandingan yang menegangkan di sport climbing venue, Jakabaring Sport City, Palembang. Saat bertanding di final, ia menaklukkan rekan senegara, Puji Lestari, yang merebut perak. Di semifinal sebelumnya, Aries dan Puji menaklukkan atlet-atlet panjat tebing China. Raihan emas Aries menjadi yang ke delapan di hari keenam Asian Games 2018. 



    9. Tanzil Hadid dkk - tim dayung putra 

    Bersama tujuh rekannya, Tanzil Hadid mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 untuk Indonesia di nomor Men's Lightweight Eight mengalahkan Uzbekistan dan Hong Kong pada lomba di Jakabaring Rowing Lake, Palembang, di hari ketujuh perhelatan Asian Games 2018. 



    10. Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi - tenis 

    Pasangan ganda campuran Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi merebut emas dengan mengalahkan pasangan Thailand, Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana, di Jakabaring Tennis Court Center, Palembang. Kemenangan mereka sekaligus mengakhiri paceklik medali emas Indonesia di cabang tenis yang berlangsung sejak Asian Games 2006. Medali emas terakhir dari tenis diraih oleh Indonesia dari beregu putri pada Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan. Penantian atas emas dari ganda campuran bahkan lebih lama karena Indonesia terakhir kali mendapatkannya 28 tahun lalu, ketika Hary Suharyadi dan Yayuk Basuki menjadi juara di Asian Games 1990 di Beijing.



    11. Rifki Ardiansyah Arrosyiid - karate 

    Berhadapan dengan karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh yang juara dunia karate tiga kali dan peraih medali emas di Asian Games 2014 Incheon, Rifki Ardiansyah Arrosyiid sama sekali tak gentar. Ia karateka andalan Indonesia dan sehari-hari adalah prajurit TNI AD di Kodam V Brawijaya. Maka, di final karate nomor kumite 60 kilogram, Rifki pun tampil menekan dan akhirnya mengalahkan Amir. Medali emas untuk Rifki disambut dengan gempita penonton yang hadir di Senayan, Jakarta Pusat.



    12. Aqsa Sutan Aswar 

    Aqsa merebut medali emas dari nomor Endurance Runabout Open dengan menyingkirkan lawan-lawan berat, para pejetski dari Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Thailand. Sebelumnya, ia juga meraih satu medali perunggu dari nomor Runabout Limited. Dari nomor ini, sang kakak, Aero Sutan Aswar, juga mengalungi satu medali perak.



    Dari perolehan medali sementara, Indonesia dan Iran masih saling kejar berebut peringkat 4 dan 5. Sejumlah pertandingan di Asian Games 2018 masih berlangsung hingga 2 September 2018. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below