Ario Bayu, dari 'Bung Karno' hingga 'Sultan Agung'


  • Ario Bayu, dari 'Bung Karno' hingga 'Sultan Agung'
    Ario Bayu sebagai Sultan Agung di film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta. (Foto: Dok/MooryatiSoedibyo)


    Jika ada yang mempertanyakan aktor Indonesia yang paling ditunggu aksinya, Ario Bayu mestinya masuk dalam daftar ini. 

    Aktor berusia 33 tahun dan memulai karier perfilmannya sejak 2004 itu punya sederet film yang layak ditonton. Sebut saja di antaranya Laskar Pelangi (ia sebagai Lintang dewasa), Soekarno: Indonesia Merdeka, Dead Mine, hingga Ada Apa dengan Cinta 2 (sebagai Trian). 



    Kini, lewat Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, Ario membuktikan kalau ia memang layak untuk ditunggu. Memerankan sosok Raja atau Sultan tentunya bukan perkara mudah. Seorang aktor mesti punya karisma dan karakter yang kuat, di samping pendalaman karakter. Ario sedari awal kemunculannya di film Sultan Agung menunjukkan hal itu. 

    (Baca juga: Review Film: Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta)

    Mengutip catatan produksi film Sultan Agung, untuk menghidupkan kembali sosok Sultan Agung ke hadapan masyarakat Indonesia masa kini, sutradara Hanung Bramantyo menggabungkan karakteristik beberapa pahlawan kemerdekaan Indonesia, yaitu Cokroaminoto, Bung Karno, dan Sultan Hamengkubuwono IX. Dan Ario Bayu adalah pilihan pertamanya saat memulai membuat film Sultan Agung. 

    Namun, tidak mudah bagi Ario Bayu, yang pernah memerankan Bung Karno di film lain, untuk harus menyeimbangkan karakteristik ketiga tokoh pahlawan yang menjadi acuannya. Ketika Ario berakting, ia harus bisa membedakan bagaimana Sultan Agung berdialog, dan bagaimana Soekarno berdialog.



    Jauh sebelum Sultan Agung dan Soekarno, Ario sudah berperan di berbagai genre film. Dan hampir di setiap filmnya, ia tampil meyakinkan. Berikut beberapa di antaranya: 

    2005

    Ario diajak Sekar Ayu Asmara terlibat dalam film Belahan Jiwa. 

    2006

    Bermain di film Pesan dari Surga 

    2007 

    Berakting di film Kala yang disutradarai Joko Anwar 

    2008 

    Tahun produktif Ario, ketika bermain di 4 film sekaligus; Drupadi, The Tarix Jabrix, Laskar Pelangi dan In the Name of Love. 

    2009

    Bermain kembali di film Joko Anwar, 'Pintu Terlarang'. 



    2010 

    Ario berakting di Darah Garuda dan Rumah Dara yang sama-sama mencuri perhatian publik.

    2011

    Menunjukkan kalai dirinya juga bisa bermain di film Catatan Harian Si Boy dan Hati Merdeka. Dua genre yang berbeda tapi aktingnya mengesankan. 

    2012

    Ario bermain di film Dilema 



    2013 

    Ario menjadi Bung Karno di film Soekarno: Indonesia Merdeka dan masuk nominasi Piala Citra untuk kategori pemeran utama terbaik. Di tahun yang sama, ia juga bermain di film Dead Mine.



    2015

    Kembali bermain di dua film: Melancholy is a Movement (sutradara Richard Oh), dan A Copy of My Mind (Joko Anwar). 

    2016

    Bermain sebagai Trian, pasangan Cinta di Ada Apa dengan Cinta 2. 

    2017

    Terjun ke genre komedi dalam film 5 Cowok Jagoan: Rise of the Zombies. 

    2018 

    Tahun produktif bagi Ario Bayu dengan bermain di 5 film: Bunda Cinta 2 Kodi, Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, 22 Menit, Buffalo Boys dan The Returning. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below