10 Fakta Menarik Seputar Film 'Aruna dan Lidahnya'


  • 10 Fakta Menarik Seputar Film 'Aruna dan Lidahnya'
    Digarap nama-nama besar di industri film Indonesia, berikut 10 fakta menarik seputar film Aruna dan Lidahnya yang patut kamu ketahui. (Foto: Dok/PalariFilms)


    Diangkat dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak, film 'Aruna dan Lidahnya digadang-gadang akan menuai sukses serupa. 

    Pasalnya, film ini turut menggandeng nama-nama besar di industri film Indonesia, dari mulai pemeran, sutradara, musik hingga penulis skenario. 



    Siapa saja dan bagaimana produksi film ini dibuat? Berikut 10 fakta menarik dari film yang bercerita tentang kuliner Indonesia ini: 

    (Baca juga: Mengintip Sedap Kuliner di Trailer 'Aruna dan Lidahnya')

    1. Bertemunya kembali duet Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra  

    Setelah heboh Ada Apa Dengan Cinta 2 beberapa waktu lalu, Dian Sastrowardoyo kembali beradu akting dengan Nicholas Saputra. Keduanya untuk kali pertama akan berperan sebagai dua orang sahabat, seperti halnya di kehidupan nyata. Dengan imej yang dibangun lewat love interest Rangga dan Cinta, pertemuan sebagai sahabat ini menjadi salah satu daya tarik dari Aruna dan Lidahnya. Selain tentunya, juga pemeran lain seperti Hannah al Rashid dan Oka Antara. 



    2. Nico belajar jadi chef 

    Berperan sebagai chef adalah hal baru bagi Nicholas Saputra. Ia sampai belajar khusus pada koki profesional dan belajar akan seni menyajikan makanan.  

    3. Film kuliner  

    Aruna dan Lidahnya menambah daftar film kuliner yang belum banyak di Indonesia. Terakhir ada Tabula Rasa yang cukup asik untuk dinikmati karena bikin ngiler dengan adegan-adegan memasaknya, serta drama yang cukup mengena. Aruna dan Lidahnya, seperti trailer yang diluncurkan beberapa waktu lalu juga mengusung sejumlah adegan memasak yang menggugah selera.  



    4. Diangkat dari novel  

    Film ini didaptasi lepas dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak. Dari catatan produksinya, Edwin tertarik menjadikannya visual begitu usai membaca novel ini saking menariknya. Laksmi pun mengiyakan dan menyerahkan senuhnya penggarapan visual pada Edwin, karena novel adalah novel, dan film adalah film. Dua medium berbeda yang punya penyampaian cerita masing-masing. Sementara skenarionya ditulis Titien Wattimena.  

    5. Disutradarai Edwin  

    Siapa Edwin? Sebelum sukses menyutradarai film Posesif yang dibintangi Adipati dan Putri Marino, Edwin sudah lebih dulu kerap mengusung karyanya di festival film internasional. Ia pernah membuat film Babi Buta yang Ingin Terbang, dan Postcards from the Zoo, serta Someone's Wife in the Boat of Someone's Husband.  



    6. Musik dan Soundtrack  

    Untuk urusan musik dan scoring dipercayakan kepada Ken Jenie dan Mar Galo. Pasangan ini sebelumnya juga menjadi music director untuk film Posesif. Mereka menggabungkan musik lama dan baru dengan sentuhan unik. Lagu-lagu lawas yang terpilih masuk adalah “Aku Ini Punya Siapa” dari January Christy dan lagu Jingga “Tentang Aku” yang dibawakan ulang oleh Fe Utomo. Selain itu ada pula Monita Tahalea yang menyanyikan ulang lagu lawas “Antara Kita”. 

    7. Syuting di 4 kota  

    Film ini mengambil lokasi syuting di Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang dengan sejumlah menu makanan khas, di antaranya Lorjuk (makanan khas Pamekasan), Bakmi Kepiting (Pontianak), sampai Nasi Cumi (Surabaya). 

    8. Dua Cameo

    Selain empat karakter yang sudah diumumkan sebelumnya, film ini juga dibintangi Deddy “Desta” Mahendra dan Ayu Azhari. Desta berperan sebagai Pak Burhan, bos Aruna di tempat ia bekerja. Ayu Azhari menjadi Mbak Priya, atasan Farish yang dulunya pernah bekerja bersama Aruna. 



    9. Nasi goreng Aruna  

    Dikabarkan pada penayangan filmnya, penonton juga bisa memesan Nasi Goreng Aruna sebagai teman menonton di bioskop. Ini menjadi salah satu gimmick yang diusung produser film bekerjasama dengan bioskop. Menonton Aruna dan Lidahnya sembari menyantap makanannya.  

    10. Produksi kedua 

    Film ini menjadi film kedua produksi Palari Films setelah Posesif (2017) yang sukses memenangkan tiga Piala Citra di Festival Film Indonesia untuk kategori Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik. Rumah produksi yang digawangi Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy ini mengungkapkan film Aruna dan Lidahnya dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 September 2018. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below