Butuh Uang Buat Beli Baju Muslim Terbaru? Ini Caranya!


  • Butuh Uang Buat Beli Baju Muslim Terbaru? Ini Caranya!
    Butuh Uang Buat Beli Baju Muslim Terbaru? Ini Caranya.. (Foto: Freepik)

    LEBARAN merupakan sebutan perayaan idul fitri muslim di Indonesia yang di dalamnya berisi kegiatan silaturahmi, baik dengan saudara atau tetangga. Demi kegiatan ini, umumnya orang bakal memakai baju baru, memberi uang lebaran untuk orang tua dan saudara, atau pulang kampung bagi yang merantau. 




    Bagi orang yang punya THR (tunjangan hari raya) dari bekerja kantoran, biasanya ketiga hal itu terkaver dengan baik. Tapi, ada sebagian orang yang tidak punya THR, hingga membutuhkan dana talangan agar bisa lebaran. Entah untuk pulang kampung, beli baju atau memberi sedikit rezeki kita ke orang tua atau saudara. Alhasil, mereka sangat butuh pinjaman untuk bisa lebaran. Bahkan karena kondisi ini tak jarang orang yang rela menggadaikan atau menjual barang agar bisa lebaram.


    Bila kamu adalah salah satu diantara yang butuh dana talangan, tenang ya ladies. Tak usah cepat cemas. Berkembang teknologi saat ini, kini ada Financial Technology (FinTech ) atau pinjaman onlline yang bisa jadi solusi kamu untuk mendapat pinjaman uang. Ya, kamu bisa mendapat dana talangan lewat mengajukan ke perusahan pinjaman online tertentu lewat aplikasi smartphone.


    Jadi, jika kamu berpikir untuk mendapat uang pinjaman, kamu harus mendatangi bank dan mengikuti proses prosedur yang menghabiskan waktu relatif lama, sekarang tidak lagi. Kamu sudah bisa mendapat pinjaman dengan mudah lewat fintech.


    Bahkan, pinjaman online bisa kamu dapatkan dengan cepat dan aman. Nggak percaya?


    “Memang, fintech di Indonesia merupakan hal baru dan nggak semua masyarakat tahu dan fasih akan peminjaman uang dengan cara baru ini. Tapi, sebenarnya pinjaman dari plaform online bukan hal yang teramat baru. Umpama UangTeman, kami sudah tiga tahun dan sudah punya 60 ribu nasabah. Dan jumlah nasabah sebanyak itu, berarti sudah bisa jadi solusi bagi masyarakat dengan memberi dana talangan,” kata Aidil Zulkifli CEO UangTeman.com di Jakarta, Kamis (31/5/2018). 


    Lebih dalam, Aidil menjelaskan tiga alasan mengapa pinjaman online bisa didapat dengan mudah, cepat dan aman ketimbang pinjaman konvensional.


    Cepat

    Pinjaman dari platform online biasanya pakai big data. Di mana mereka punya ratusan ribu aplikasi dari masyarakat seluruh Indonesia. Sehingga, bisa menyusuri kesanggupan dalam melunasi pinjaman. Dengan cara ini, proses peminjaman terjadi sangat cepat.


    “UangTeman pernah mengurus pengajuan dana talangan sampai proses pencairan ke rekening nasabah itu cuma 33 detik. Mengapa bisa? Karena data yang diberikan tepat, maka proses verifikasinya juga cepat,” kata Aidil.


    Mudah

    Untuk mengajukan pinjaman ke bank atau multifinance biasanya ada banyak proses yang harus Anda lewati. Mulai dari kelengkapan dokumen, keterangan usaha atau slip gaji, jaminan, survei lokasi hingga verifikasi data. Tapi proses ini tidak berlaku seluruhnya saat kamu mengajukan pinjaman dengan fintech. Cukup dengan mengupload foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto slip gaji, swa foto, dan foto Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kamu sudah bisa mendapat dana talangan dari fintech.


    “Tapi, kalau kami usia peminjaman minimal 21 tahun. Karena kami mengira di umur tersebut seseorang sudah bekerja dan bisa bertanggung jawab atas pinjaman yang dilakukan,” kata Aidil.


    Aman

    Fintech di Indonesia sudah diregulasi oleh OJK sebagai of balancing landing mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman. Jadi, bila kamu meminjam uang dengan fintech di Indonesia, itu termasuk hal legal di mata hukum.


    Selain itu, aplikasi Fintech tidak memberi pinjaman secara langsung, melainkan dana dari investor langsung ke peminjam lewat platform.


    "Kami berbeda dengan platform lainnya dimana semua masyarakat bisa menjadi investor. Kerjasama dengan pemberi pinjaman dari karakteristiknya institusi bukan masyarakat atau retail. Kami tidak membenarkan retail investor karena di regulasi kita membutuhkan QYC mengenali siapa investor," terang Aidul.


    Ia juga menambahkan, dari lebih 60 ribu nasabah pinjaman online sebanyak 30 persen menggunakan pinjaman untuk perihal produktif. Semisal membuat Usaha Kecil Menengah (UKM) dan ojek online untuk biaya bensin sehari-hari.


    Sebanyak 20 persen orang meminjam untuk kebutuhan medis di Rumah Sakit dan beli obat. Sekira 25 persen peminjam dengan alasan edukasi misalnya bayar biaya sekolah dan kuliah. Sisanya 25 persen untuk konsumtif.


    Sedangkan tren kaum muda dengan rentang usia 28-30 tahun meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif, seperti membeli ponsel terbaru dan traveling. "Untuk alasan ini, biasanya kita tolak meskipun ini menjadi tren. Kami mau memberikan ke nasabah yang bertanggungjawab, Kita tidak akan memberikan dana talangan ke nasabah yang tidak produktif karena risiko kredit macetnya lebih tinggi," jelas Aidil.


    Adapun menjelang lebaran pengajuan pinjaman online mengalami kenaikan, sekira 2-3 persen. Namun Aidil menegaskan bahwa pihaknya akan lebih jeli lagi menyetujui peminjaman uang, mengingat saat lebaran pun risiko kredit macet lebih tinggi. Karena nasabah banyak yang mudik tapi tidak balik untuk bekerja lagi. Sehingga, tidak bisa mengganti uang pinjamannya.  



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below