Kunci Hubungan Langgeng: Jaga Personal Hygene (V-Habis)


  • Kunci Hubungan Langgeng: Jaga Personal Hygene (V-Habis)
    ilustrasi wanita yang tak bisa menjaga kesehatan organ intim, (Foto: freepik)

    PERAN istri di zaman sekarang sangat banyak. Itu karena istri saat ini mayoritas berkerja. Sehingga, sejak bangun sampai tidur banyak yang dia urus. Mulai dari membersihkan rumah, menyiapkan makan, mengurus anak sampai melayani suami.


    Dalam kondisi itu, peran istri menimbulkan dua isu: pertama, tidak memprioritaskan suami dan kedua, lupa memperhatikan diri sendiri. Soal isu kedua, itu karena banyak pekerjaan yang dilakukan. 




    Menurut psikolog Ajeng Raviando, M.Psi, wanita harus hati-hati karena kesibukan bisa melupakan kesehatan organ intim. Dampaknya, bisa membuat suami tidak nyaman. 

     

    “Seringkali kita tidak sadar bahwa kegiatan kita sepanjang hari mungkin bikin organ intim kita mengalami sesuatu. Tapi kalau memang lagi sedang mengalami masalah seperti keputihan atau lagi datang bulan, bicarakan dengan suami. Biar tidak salah paham dan dia tidak kecewa,” kata dalam bincang-bincang Istri Resik, Pernikahan Harmonis yang diselenggarakan hari ini oleh Resik V Godokan Sirih di Seribu Rasa Lotte Avenue, Jakarta, 7 Mei 2018


    Sebab, saat ini banyak wanita yang kurang menjaga organ intimnya karena kesibukan hariannya. Padahal hal itu harusnya jadi prioritas atau ditunda-ditunda.


    “Problema yang sering terjadi pada istri bekerja, Istri kadang tidak terbuka inginnya diapain. Sedangkan suami, biasanya lebih terbuka, semisal ingin mencoba sesuatu Tapi, tidak enak ngomongnya sama istri karen amelihat istri yang sudah lelah pulang kerja. Akhirnya hubungan intim tidak jadi sesuatu yang istimewa,” urai Ajeng.


    “Atau saat suami ingin cepat-cepat padahal istri belum sempat bersih-bersih. Aroma-aroma yang ada juga berpengaruh saat melakukan hubungan intim. Kalau kita tidak bersih, kita akan jadi tidak percaya diri. Kita merasa organ intim tidak bersih, rasanya gak enak.” 


    Hubungan intim harusnya menyenangkan, membuat bahagia dan merekatkan emosi, dan seharusnya organ intim dipersiapkan agar siap kapanpun. 


    "Sejatinya untuk bisa mencintai pasangan, tidak cukup hanya cinta. Kita mulai dari cinta diri sendiri, termasuk menjaga kesehatan fisik dan psikis, termasuk personal hygene kita.


    Buat apa? suami nyaman sama kita dan nggak berpaling ke yang lain. Ingat, pernikahan itu melibatkan dua orang. Artinya kita bertanggung jawab penuh atas keharmonisan rumah tangan. Jadi, jangan ada alasan lagi menunda-menunda atau nggak sempat," pungkasnya.