Menu Sarapan yang Sehat? Ini Kata Ahli Nutrisi




  • Seseorang membutuhkan sarapan sehat untuk memulihkan energi tubuh setelah tubuh 'puasa' selama 7-8 jam karena tidur. Dan pula, saat tidur tubuh tetap mengambil energi yang ada dalam tubuh. Oleh karenanya, bila ada seseorang melewatkan sarapan berarti ia memulai tanpa tenaga.




    Salah satu menu sarapan yang bisa kamu bisa dijadikan referensi ialah oat. Selain pembuatannya praktis, oat mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mengawali hari.


    Ya, dijelasan Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, dokter gizi klinis dari RS. Cipto Mangunkusumo, ada dua alasan yang membuat oat menjadi sarapan yang baik untuk seseorang. Pertama ia mengandung serat dan protein. 


    Serat dibutuhkan tubuh sebagai pengontrol gula darah agar tetap stabil. Sehingga mencegah nafsu makan seseorang dan tidak cepat lapar. Sementara protein berperan sebagai sumber energi dan membantu serta memperbaiki jaringan tubuh.


    “Kedua nutrisi ini dibutuhkan oleh otak sebagai sumber glukosa untuk energi di pagi hari. Tanpa bakar yang cukup, otak akan mengalami kesulitan dalam mengingat, berpikir, berkonsentrasi dan belajar. Mereka yang tidak sarapan juga akan mengalami sakit kepala akibat gula darah rendah,” terangnya dalam acara yang bertema Press Conference Quaker Oats: Start Good Days with A Healthy Breakfast, di Wyls Kitchen, Veranda Hotel, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. 

     

    Di samping itu, lanjut dokter Fias, oat juga mengandung karbohidrat kompleks (3.4 gram persaji) yang membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Sehingga tak terhindar untuk ngemil makanan berkalori tinggi atau membantu menjaga tubuh tetap ideal.


    “Dalam 1 hari kita membutuhkan serat sebanyak 25 gram. Oat mengandung serat yang tinggi di mana kandungan serat dalam 1 mangkuk oatmeal setara dengan kandungan serat 2.5 mangkuk pepaya, 2.5 mangkuk nanas, 1 mangkuk brokoli rebus, 2 buah tomat dan 3 mangkuk selada segar,” terangnya


    “Kurang puas? Oat mengandung serat larut seperti beta glucan dalam yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat jika rutin dikonsumsi, “ tutupnya.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below