Oh Ini Toh yang Bikin Suami Direbut Pelakor


  • Oh Ini Toh yang Bikin Suami Direbut Pelakor
    Foto: Freepik

    BICARA perselingkuhan, kebanyakan wanita pasti risih membahasnya. Karena mereka semua berharap rumah tangganya langgeng sampai tua. Tapi berjalannya waktu, ada saja kita dengar kabar orang disekeliling kita memutuskan bercerai. Dan tak sedikit dari hal itu disebabkan perselingkuhan di mana suami direbut pelakor (perebut laki orang).


    Melihat hal itu, pernahkah terlintas dipikiran kamu: sebenarnya apa sih yang membuat pria jadi berselingkuh?


    Awal dari perselingkuhan

    Jika yang ada ada di otak kamu ialah karena godaan keindahan fisik, kamu keliru, ladies. Studi penelitian menemukan, lebih dari 80 persen pria yang mengaku berselingkuh bukan karena fisik selingkuhannya lebih bagus dari istri. Tetapi, karena hilangnya kedekatan emosional dengan Sang istri. 


    Apa sebabnya? Hal itu diawali mereka tidak bisa menghargai satu sama lain. Menurut M. Gary Neuman, psikoterapis dan penulis buku The Truth About Cheating, ketika seseorang tidak mendapat memberi apresiasi dari usaha yang sudah dilakukan, katakanlah perhatian, itu akan menjauhkan ikatan emosional dengan pasangannya. Sehingga, membuat celah dalam hubungan karena kebutuhan emosi si pria tidak terpenuhi. 


    “Alasan utama pria memutuskan berselingkuh karena ketidakpuasan emosional. Itu karena mereka merasa tidak dihargai dan berharap pasangan mereka bisa mengakui ketika mereka bekerja keras, “ kata M. Gary Neuman, sebagaimana dilansir laman Good Housekeeping, ditulis Selasa(10/4/2018).


    Tak berhenti disitu, studi penelitian lain menemukan, pria yang berhenti berhubungan seks dengan pasangannya, 44 % mengatakan mereka merasa marah, dikritik dan tidak dianggap penting dalam pernikahan. Hal inilah, simpul peneliti Susan Berkowitz, akhirnya membuat pria mencari apresiasi dari wanita lain.


    Bentuk dari tidak menghargai


    Apa bentuk tidak menghargai ini? Konsultan pernikahan Indra Noveldy menjelaskan, bentuk dari tidak menghargai ialah terlalu mendominasi, arogan, dan terlalu banyak menuntut. 


    Bila kamu merasa sering melakukan hal di atas, dan suami kamu tampak santai saja, jangan cepat-cepat ‘tertipu’ hal itu, ladies. Karena pria kebanyakan tidak ekspresif dalam mengutarakan apa yang mereka rasakan – berbeda dengan wanita. Jadi, kalau dia marah dengan kamu, ia tidak akan jujur akan masalah utamanya ke kamu.


    “Pria-pria itu sebenarnya lebih sensitif dari yang orang-orang bayangkan. Mereka ada keinginan untuk dikagumi dan dipuji. Jika tidak merasa cukup mendapatkan itu dari pasangan, mereka selingkuh," tegas Neuman. 


    Konkret dari penurunan rasa menghargai ini ialah berkurangnya perhatian yang dilakukan antara satu sama lain. Entah intensitas menyapa di aplikasi pesan untuk sekedar menanyakan ‘sudah makan apa belum’, ‘lagi di mana sekarang’, ‘hati-hati di jalan’, sampai saat berada di dekat dia. Hubungan tampak dingin, jauh dari canda-tawa.


    Dan bila kondisi dibiarkan saja, lama kelamaan suami bisa tidak menghargai keberadaaan pasangannya sebagai istri lagi. Dan perhatian itu pindah ke ‘tempat lain’. Inilah momen yang membuat pelakor akhirnya masuk dalam hidup suatu pasangan.


    Menurut hasil studi yang dipaparkan dalam konvensi tahunan American Psychological Association di Washington DC, hampir setengah pria yang berselingkuh bertemu selingkuhannya di tempat kerja. 


    Alasannya? Pria butuh pengakuan dan mengapa wanita di tempat kerja selingkuhannya, karena mampu memuji dan mengagumi kerja keras si pria.


    Cara mencegah perselingkuhan

    Lantas bagaimana cara mencegah kondisi itu? Indra menyarankan untuk sebisa mungkin memberi rasa nyaman-tenang kepada pasangan. Bila berbicara, kamu ingin mengingatkan kalau suami sedang melakukan kesalahan memakai kata-kata yang baik, tak gengsi mengatakan ‘terima kasih’ dan memakai kata ‘minta tolong’ kalau minta dibantu suami, tidak mengungkit masalah yang sudah berlalu, dan memuji perkerjaan suami kamu. 

     

    Menurutnya, bila semua hal itu bisa dilakukan, itu bisa memunculkan rasa nyaman. Dan jika kamu sudah bisa membuat pasangan kamu nyaman, ia tidak akan mencari wanita lain. 


    Memang, ada faktor dominan dalam hubungan. Dilansir laman Hello Sehat, dijelaskan dalam faktor perselingkuhan biasanya karena wanita yang dominan. Di mana suami diatur atau dituntut sedemikian rupa, hingga membuat pria tidak memiliki kebebasan dan harga diri. 


    Padahal konstruksi sosial di Indonesia itu budaya patriarki yang kuat. Di mana pria diajarkan diajarkan untuk bersifat maskulin, kuat, tangguh, jantan, perkasa, dan mandiri. Karena peran yang laksanakan ialah pemimpin keluarga. Dan itu peran yang dominan dalam berkeluarga.


    Oleh karenanya, kalaupun kamu ialah sosok dominan dalam hubungan kamu, tetap buatlah ruang agar suami bisa berperan sebagai kepala keluarga– dengan kekurangan dan kelebihan yang ia miliki. Dengan begitu ia merasa akan terus dihargai, dan…, tak pernah ada pintu yang terbuka untuk pelakor masuk. Sesimpel itu.