'The Great 50 Show', Wajah Baru Pertunjukan Sirkus


  • 'The Great 50 Show', Wajah Baru Pertunjukan Sirkus
    Dengan mengusung teknologi kekinian, dan tanpa ada atraksi binatang hidup, The Great 50 Show menjadi wajah baru sirkus yang menjanjikan. (Foto: Dok/AHG)


    Berlangsung kurang lebih dua jam dengan jeda 20 menit, 'The Great 50 Show' hadir dengan pertunjukan sirkus yang berbeda dari biasanya. Menggabungkan atraksi tradisi dan modern, serta tanpa binatang hidup, pertunjukan perayaan perjalanan 50 tahun Oriental Circus Indonesia ini tampil menjanjikan sebagai sebuah pertunjukan sirkus baru. 

    Dibuka dengan prolog lagu 'It's a Celebration' yang dibawakan seorang Ring Master berkostum merah menyala dan topi besar hitam, 'The Great 50 Show' sudah menghentak dan beri kejutan sejak awal. Berurut setelahnya, tampil beragam atraksi dari mulai slakcline dan hoverboard, serta tarian api yang membuat takjub. 



    Koreografi dan kejutan yang membuat napas tertahan atau keseruan akan rasa deg-degan karena atraksi yang menantang bahaya menjadi highlights dari pertunjukan. 

    'The Great 50 Show' mengawali pertunjukannya di Gelora Bung Karno, Jakarta, dari mulai 14 Desember 2018-27 Januari 2019.

    (Baca juga: Oriental Circus Kembali Beraksi di 'The Great 50 Show')

    (Tarian api. Foto: Dok/TheGreat50Show). 

    Di babak pertama, yang berlangsung kurang lebih 40 menit, beberapa atraksi tampil bergantian. Suatu kali grup asal Oriental Circus Indonesia muncul dengan mengendarai sepeda sendirian, lalu pemain lainnya ikut serta sembari beraksi akrobat, lalu satu lagi hingga kemudian empat orang berputar-putar bersama satu sepeda. 

    Aksi menegangkan juga hadir kala seorang akrobat melayang-layang di udara hanya dengan berpegangan pada satu kain panjang dari langit-langit. Bergantung pada satu tangan kanan, ia berputar mengelilingi panggung pertunjukan di ketinggian yang membuat kepala para penonton mesti mendongak ke atas. Lalu bersamanya ia menggendong seorang pemain akrobat perempuan. Aksi mengesankan ini sekilas akan mengingatkan pada aksi Zac Efron dan Zendaya di The Greatest Showman.

    Tak lama kemudian usai mereka silam, satu persatu para penari membawa obor api yang beragam. Ada yang satu tangan, di dua tangan, atau yang bisa diputar-putar. Aksi permainan dan tarian api ini membuat panggung merah menyala dan bergemuruh. Tepuk tangan tiada henti dari bangku penonton. 

    Masih dalam usungan cerita perayaan 50 tahun Oriental Circus, maka beberapa binatang sebagai penanda, seperti burung, gajah dan atau harimau hadir lewat boneka besar yang di dalamnya dimainkan oleh manusia. 

    Jika di babak pertama, atraksi lebih banyak bersifat tradisional dengan puppetry dan hula hoops dan aerial hoop, babak kedua menawarkan sesuatu yang lebih. 


    (Atraksi lompat di udara. Foto: Dok/TheGreat50Show) 


    Dibuka dengan atraksi flying trapeze membuat napas tertahan dan mata terpejam karena khawatir kalau para akrobat jatuh dan bagaimana jika ia tak berhasil ditangkap oleh pemain lainnya saat melompat di udara. Namun, semua berjaln lancar, dan setiap kali lompatan berhasil tepuk tangan bergemuruh. Seolah dalam satu permainan, aksi flying trapeze pun meningkat dari satu level ke level berikutnya, dalam menantang bahaya. 

    Atraksi kemudian berpindah pada mixed arokbatik yang membuat mata kembali tak bisa berpaling. Permainan warna kostum, atraksi teamwork yang berisiko menawarkan pertunjukan yang lain dari sebelumnya.  

    Atraksi 'Laser Man' adalah sebuah kejutan yang lain. Permainan laser dan teknologi canggih ini seolah sedang berhadapan dengan pertunjukan di klub atau panggung malam penghargaan. Ingat Beyonce dengan video mappingnya di Billboard Music Awards 2011? Kira-kira seperti itulah. Bedanya kali ini atraksi yang berlangsung sekitar 10 menit ini menunjukkan suasana berbeda berkat atraksinya di dalam tenda sirkus. 

    Sebagai penutup, adalah permainan 'Wheel of Death', menantang maut dengan putaran roda besar dua akrobat. Awalnya kedua akrobat di dalam putaran, lalu salah satu di antaranya lalu keluar dan berjalan di luar putaran roda. Sembari terus melompat atau kemudian mengeluarkan mainan yang dilayangkan di udara lalu menangkapnya kembali. Sesuai namanya, atraksi ini benar-benar menantang maut, dan itu yang membuat nafas tertahan karenanya. 


    (Atraksi babak kedua. Foto: Dok/TheGreat50Show) 


    Dengan nafas yang masih tertahan, atraksi ditutup kembali dengan nyanyian 'It's a Celebration' bersama-sama seluruh pemain. 

    Disutradarai Peter Wilson, yang punya pengalaman menggarap pertunjukan akbar asal Australia, The Great 50 Show memberi tontonan yang menghibur sekaligus kompleks. Dengan meniadakan aksi binatang hidup dan menampilkan permainan teknologi baru di dalam pertunjukan, gelaran ini patut mendapat apresiasi. 

    Selain mengembalikan kembali ingatan akan pertunjukan sirkus di dalam tenda, 'The Great 50 Show' yang diproduksi Ananta Harsa Group (AHG) menjadikan tontonan sirkus berbeda dan kekinian. Thibault Paquin, sebagai produser mengungkapkan paket pertunjukan memang lebih ditujukan pada keluarga, agar setiap anak punya tontonan yang menghibur selama masa liburnya. 

    Melihat secara keseluruhan, atraksi yang dipertunjukkan berpotensi menjadi momen yang menempel di ingatan. Bahkan saat akan beranjak pulang.

    'The Great 50 Show' adalah pertunjukan sirkus baru yang membuat nafas tertahan sekaligus deg-degan. Dan disitulah ia berhasil sebagai sebuah hiburan pertunjukan.