Kenali Ciri-ciri Pasangan Kamu Seorang 'Cinderfella'


  • Kenali Ciri-ciri Pasangan Kamu Seorang 'Cinderfella'
    Mungkinkah memiliki Prince Charming sebagai pasangan menjamin akhir bahagia? Cari tahu apakah pasangan kamu seorang Cinderfella. (Foto: Dok. Tookapic/Pexels)


    Bicara cinta, kita seakan dibuat percaya bahwa cinta sempurna adalah cinta yang berakhir layaknya cerita dongeng Cinderella. Siapa yang tak menginginkan sosok Prince Charming dalam hubungan percintaannya? Sosok pria yang siap memperjuangkan cintanya bagi kamu.

    Ide inilah yang kemudian membuai kamu dengan konsep Prince Charming yang sempurna. Namun secara logika, tak semua hubungan bisa berakhir demikian. Bahkan sekalipun kamu menemukan sang pangeran, rasanya kamu perlu mempertanyakan, will it end with happy ending?

    Kalau kamu masih bersikeras untuk menemukan sang Prince Charming, yuk temui sosok Cinderfella, generasi baru pria, yang sesuai dengan namanya, mendambakan cinta, romansa, dan akhir cerita cinta bahagia. Pria tipe ini memiliki sifat yang halus, tidak emosional, dan passionate.

    (Baca juga: Tips Menghadapi Pasangan yang Suka Mengeluh) 

    Tanda-tanda yang baik, bukan? Apakah ia adalah sosok yang sempurna? Eits… tunggu dulu! Menurut Cindy Leong, Pendiri jasa konsultasi percintaan, Relationship Studio, Cinderfella juga mengharapkan adanya kedekatan fisik dan emosional yang intens.

    Plus, mereka biasanya lebih needy, obsesif, insecure, dan tidak tahan men-jomblo terlalu lama. Dengan kata lain, kemungkinan besar kamu nggak akan mendapatkan akhir cerita cinta yang bahagia jika terus bersamanya. But hey, who knows, right? You might get your happy ending at last. Lalu, apakah pasangan kamu seorang Cinderfella? Kenali ciri-cirinya sebagai berikut ini: 


    1. Si dia tak pernah melajang dalam waktu lama

    Cinderfella biasanya tidak akan tahan jika harus melajang terlalu lama. Saat hubungannya berakhir, ia akan segera mencari tambatan hati yang baru untuk mengisi kekosongan emosional yang ia rasakan. Menurut Cindy, hubungan seperti ini jelas tidak sehat dan tak akan berlangsung lama.


    2. Terlalu romantis

    Wanita mana yang tak senang jika pasangannya mampu memperlakukan dirinya bak puteri kerajaan, dan Cinderfella sangat pintar dalam hal ini. Mereka rela memberikan perhatian besar bahkan sejak awal pendekatan. Mereka tak ingin romantic gestures yang biasa-biasa saja, yang1. Si dia tak pernah melajang dalam waktu lama mereka inginkan adalah tsunami cinta. Namun, apa yang tidak mereka sadari adalah “cinta sejati tidak bisa diburu-buru dan bukanlah suatu hal yang bisa direncanakan,” jelas Cindy. Dua lusin bunga mawar dikirimkan ke kantor kamu setelah satu kali kencan? Cinderfella!


    3. Selalu mengirimkan pesan

    Puluhan (bahkan ratusan) pesan di Whatsapp kamu jadi saksinya. Dan bahkan waktu baru menunjukkan pukul 11 siang! Kalau kamu berpikir ini merupakan langkah romantis, jelas saja tidak. Komunikasi digital yang tak berhenti ini menunjukkan obsesi tidak sehat. “Mungkin di awal kamu akan merasa tersanjung. Namun saat ia terus mengganggu waktu kamu saat bekerja atau bersama keluarga, kamu berhak merasa terganggu,” ujar Cindy.


    4. Si dia ingin bertemu, setiap saat

    Mr. Normal tak akan membujuk kamu untuk bolos kelas yoga hanya demi menemuinya. Berbeda dengan Cinderfella yang terkenal dengan sifat needy dan posesifnya. Jika ia sudah memaksa kamu untuk bertemu berjuta-juta kali sejak awal pendekatan, kemungkinan besar ia adalah Cinderfella. Lagipula, tanda seseorang adalah orang yang tepat adalah saat ia mampu mendorong kamu menjadi lebih mandiri dan mengedepankan keinginanmu, bukannya mengganggu aktivitas sehari-hari.


    5. Si dia selalu menelepon

    “Wow, dia benar-benar menyukaiku!”… atau setidaknya itulah yang kamu kira. Sejujurnya, kemungkinan terbesar ia mengubungi kamu adalah karena ia ingin diperhatikan. Coba pikirkan: apakah ia pernah bertanya mengenai kantor atau keluargamu? Apakah ia mendengarkan ceritamu? Atau ia justru lebih banyak menceritakan soal hari-hari dan kebutuhannya?

    Tanda paling jelas seseorang bukanlah orang yang tepat bagi kamu adalah saat ia menginginkan kamu dalam hidupnya tapi ia tak benar-benar ingin berada di hidupmu. Jika si dia cuma memikirkan soal kebutuhan dan kehidupannya sendiri, segara jauhi.