Genta Sriwijaya, Pertunjukan Megah dan Komedi Banyolan


  • Genta Sriwijaya, Pertunjukan Megah dan Komedi Banyolan
    'Genta Sriwijaya', hadir sebagai pagelaran drama tari modern yang kolosal, dan twist kekinian. (Foto: Dok/HerworldIndonesia)


    Diusung dengan semangat peduli budaya, 'Genta Sriwijaya' hadir sebagai pertunjukan yang megah, kolosal, dan uniknya diselingi humor. Meski berlatar Kerajaan Sriwijaya di abad 8 dan 9, beberapa dialog para pemeran justru kekinian dan mengocok perut berkat sindiran-sindiran yang dihadirkannya.

    Sekar Ayu Jiwanta sebagai penyelenggara mengusung pertunjukan yang mengangkat akar budaya Indonesia yang menggabungkan antara musik, teater, komedi yang dipadu dengan tata panggung, tata cahaya serta permainan multimedia dengan cerita sejarah indonesia. 



    Emi Wiranto, sebagai ketua Yayasan Sekar Ayu Jiwanta dan juga produser eksekutif Genta Sriwijaya mengungkapkan pagelaran ini ingin menggugah kesadaran serta kecintaan terhadap kekayaan seni dan budaya Indonesia yang beragam. Dengan melibatkan banyak pihak, ratusan orang termasuk para jajaran kepolisian sebagai prajurit. 

    (Baca juga: Ulasan Seni: It's Show Time, Indonesia Dance Company) 

    Berlangsung di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada Selasa (20/11), Genta Sriwijaya bercerita tentang kedatuan Sriwijaya yang kala itu dipimimpin Raja Dapunta Sri Jayanasa. Ia ingin membuat kedaulatan Sriwijaya besar. Menaklukkan kerajaan Melayu, Pangeran Darmapala, putranya disandingkan dengan Putri Tritadewi, putri dari Prabu Rajendrawamsa dari Melayu. Bersatunya dua kerajaan besar ini disambut pesta meriah yang dihadiri tamu kerajaan dari berbagai wailayah dari China, India, hingga Persia. 


    (Adegan Genta Sriwijaya. Foto: Dok/HerworldIndonesia)


    Meski dari segi cerita sekilas sangat kolosal dan berat, kisah di atas panggung jutsru ringan dan penuh humor menggelitik. Terutama saat Ncess Nabati sebagai salah satu pengawal Pangeran Darmapala hadir dengan guyonannya yang membuat publik tak tahan untuk tidak tertawa. Apalagi ketika ia harus berduet dan berkolaborasi dengan pesepakbola Bambang Pamungkas yang janggal tapi lucu. 

    Terdiri dari tujuh adegan, publik tak menunggu lama untuk bisa menikmati pertunjukan. Hampir semua elemen sudah mengibur dan memanjakan mata juga telinga. Video mapping dan orkestra Tohpati menjadi dua elemen yang menonjol di samping busana yang mewah, serta aksi lucu para pemeran. 

    Megah dan wah

    Disutradarai Teguh 'Kenthus' Ampiranto, kisah ini hadir lewat pagelaran drama tari yang mengambil cerita sejarah dengan konsep teater tradisi yang dikemas secara modern. Denny Malik duduk sebagai pegarah seni, sementara Rangga Djoned menghidupkan peradaban masa lampau dengan twist kemasan kekinian. 


    (Adegan Genta Sriwijaya. Foto: Dok/HerworldIndonesia)


    Tohpati selaku penata musik membuat eksplorasi musik dengan bebas yang mengambil nuansa pelog dan juga musik melayu. Hampir semua disebutkan karya baru menyesuaikan tema cerita dan gerak tari. Musik yang dihadirkannya membuat pagelaran in terasa megah dan wah. 

    (Baca juga: Ulasan Seni: Bawi Lamus: Bumi Pertiwi, Tanah Dayak)

    Di luar itu, Genta Sriwijaya turut diramaikan oleh para bintang tamu seperti Dewi Motik sebagi narator, Trimedya Panjaitan dan Yenny Wahid sebagai tamu kerajaan. Ada juga Cathy Sharon sebagai Putri Mayang Mekar, Ivy Batuta sebagai abdi dan tamu kerajaan dari Champa, serta Deasy Novianty sebagia tamu kerajaan dari Persia. 

    Kesan kolosal hadir lewat para pemeran yang berjumlah ramai memenuhi panggung. Dari catatan produksinya, diketahui ada banyak pemeran dari para biksu dan biksuni, penari lilin, para pemain di dermaga, abdi kerajaan melayu, tamu kerajaan dari Persia, China, India, dan Champa, serta melibatkan barisan prajurit Bripda dan Briptu. 

    Berlangsung kurang lebih dua jam, pertunjukan ini tak hanya menunjukkan kekayaan seni dan budaya Indonesia, khususnya Sriwijaya, tapi lebih dari itu, juga menghibur lewat kemasan pagelarannya. 

    Menariknya, pagelaran drama tari Genta Sriwijaya ini juga merupakan pertunjukan amal. Sekar Ayu Jiwanta dalam kesempatan tersebut juga memberikan sumbangan senilai 1,5 imliar rupiah pada yayasan peduli pendidikan.