Art Jakarta 2019: Manajemen, Lokasi dan Logo Baru


  • Art Jakarta 2019: Manajemen, Lokasi dan Logo Baru
    Art Jakarta 2019 Usung Logo dan Konsep Baru di JCC. (Foto: Dok/ArtJakarta2019)


    Pameran seni terbesar Art Jakarta mengumumkan perubahan logo dan rencana kepindahan lokasi perhelatannya dari Ritz-Carlton Hotel Jakarta ke Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan pada 2019 mendatang. 

    Kabar itu disampaikan pihak MRA Media Group yang menggawangi perhelatan seni ini, di Lalla Restoran, Capital Tower, Jakarta, Kamis (1/11) lalu. Selain itu, juga teradi perubahan tim manajemen Art Jakarta dengan diangkatnya Tom Tandio sebagai Fair Director. Tom disebutkan, akan menyusun tim kerja yang terdiri dari para profesional yang berpengalaman dalam medan seni rupa kontemporer di kawasan ini untuk membantunya menjalankan visi-misi ART JAKARTA yang baru.



    "Art Jakarta sejak awal berdirinya menjadi perhelatan seni akbar yang selalu ditunggu, awalnya merupakan bagian dari majalah Bazaar, lalu berubah jadi Art Jakarta 2017, dan tahun depan kita akan membuat pembaharuan lebih besar," ujar Indraguna Sutowo, CEO MRA Group. 

    Merunut rekam jejaknya, Art Jakarta yang awalnya bernama Bazaar Art Jakarta adalah art fair yang pertama hadir di Indonesia, berlangsung setahun sekali, sejak 2009. Untuk 2019, Art Jakarta memasuki dekade baru dan memantapkan posisinya untuk menjadi salah satu art fair terpenting di kawasan Asia. Untuk mencapai itu, Art Jakarta bersiap dengan sejumlah pembaruan, dari penyusunan tim manajemenbaru, hingga tempat penyelenggaraan yang lebih besar untuk art fair bertaraf internasional dengan visi-misi yang baru.

    (Baca juga:


    (Indraguna Sutowo dan Tom Tandio. Foto: Dok/ArtJakarta2019)

    Manajemen baru 

    Gelaran Art Jakarta 2019 akan digawangi Tom Tandio sebagai Fair Director. Tom sendiri bukanlah nama baru di dunia seni Indonesia. Selain sebagai kolektor seni rupa yang berperan aktif dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia, pada 2011 ia memulai IndoArtNow, platform pengarsipan online yang merekam berbagai kegiatan seni rupa kontemporer Indonesia. Ia pernah terlibat sebagai anggota board Jogja Biennale (2011-2013). Sebagai kolektor, koleksinya berfokus pada karya seni rupa kontemporer Asia Tenggara dan pernah dipamerkan di Song Eun Art Space, sebuah institusi seni rupa terkemuka di Seoul, Korea Selatan.

    Mengenai penunjukkan dirinya sebagai Fair Director Art Jakarta 2019, Tom Tandio menyatakan bahwa ia “merasa bangga atas kepercayaan ini”. Ia percaya bahwa “Indonesia, khususnya kota Jakarta, adalah salah satu pusat penting perkembangan seni rupa di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia.

    “Art Jakarta dapat menjadi forum pertemuan yang baik bagi galeri peserta, seniman, kolektor, kurator bahkan masyarakat umum untuk bersama-sama meningkatkan apresiasi seni. Art Jakarta dapat ikut memperkaya dinamika perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara," ujarnya menambahkan.

    Bagi Tim Mana jemen Art Jakarta, keterlibatan Tom Tandio adalah bagian penting agar Art Jakarta dapat memasuki dekade baru penyelenggaraan art fair bertaraf internasional di Jakarta. Pengalaman dan profesionalisme Tom Tandio yang telah cukup lama terlibat dalam berbagai kegiatan seni rupa kontemporer di Indonesia dan mancanegara, khususnya dalam kegiatan art fair, diharapkan akan menjadikan Art Jakarta sebagai acara seni rupa internasional yang prestisius, setara dengan berbagai acara serupa yang ada di Asia.


    (Manajemen Art Jakarta 2019. Foto: Dok/ArtJakarta2019)


    Perubahan Tim Mana jemen Art Jakarta 2019 juga akan disertai dengan tampilnya “wajah baru” di tahun 2019, sebagai penanda dekade baru, sekaligus untuk terus memperbaru diri dan menjadi relevan dengan perkembangan seni rupa kontemporer.

    Logo baru dan pindah lokasi 

    Pada tahun 2019, Art Jakarta akan berlangsung pada tanggal 30 Agustus–1 September 2019 di Balai Sidang Jakarta (Jakarta Convention Center). Di tempat ini, Art Jakarta akan menghadirkan beragam karyaseni rupa dengan melibatkan galeri seni rupa baik dari dalam dan luar negeri, di area pameran seluas (lebih dari) 6.000 m2, Hall A dan B JCC.

    Ini adalah beberapa langkah awal kami memasuki dekade yang baru, untuk dapat menjadikan kota Jakarta sebagai salah satu pusat acara seni rupa kontemporer di Asia, dan sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan seni rupa kontemporer dunia di Asia.



 

Related Articles

Manajemen Waktu Bagi Si Tukang Lembur

Manajemen Waktu Bagi Si Tukang Lembur

oleh Andhini Puteri Lestari

Logo Baru Calvin Klein

Logo Baru Calvin Klein

oleh Yolanda Deayu

Lokasi Menginap Bergaya Art Deco

Lokasi Menginap Bergaya Art Deco

oleh Andhini Puteri Lestari

Advertisement - Continue Reading Below