Keindahan Kutai Barat lewat Tenun Doyo dan Sulam Tumpar


  • Keindahan Kutai Barat lewat Tenun Doyo dan Sulam Tumpar
    Billy Tjong berkolaborasi dengan Madeind untuk menghadirkan koleksi busana berbahan Tenun Doyo (Foto: Hary Subastian)


    Satu lagi keindahan budaya Indonesia diangkat ke dalam dunia mode. Berasal dari Kutai Barat, kain Tenun Doyo dan Sulam Tumpar terpilih sebagai bahan utama dalam koleksi kolaborasi antara desainer ternama Indonesia, Billy Tjong, dengan situs belanja online, Madeind.

    Tenun Doyo sendiri adalah salah satu jenis tenun ikat yang ditenun dari benang yang berasal dari daun tumbuhan sejenis pandan yang memiliki nama latin Curculigo latifolia atau dikenal juga sebagai doyo. Tumbuhan ini biasanya ditemukan di tepi-tepi hutan, bekas-bekas kebun yang ditinggalkan, maupun di tepi jalan menyemak yang ditumbuhi dengan rumpun alang-alang. 



    (Baca juga artikel: Koleksi Busana Penuh Dekonstruksi dari Label 'Tangan')

    Sementara itu, Sulam Tumpar adalah salah satu dari tiga teknik sulam asli Indonesia yang menghasilkan gambar menyerupai lukisan aliran pop art. Jenis sulam ini biasanya memiliki desain penuh warna yang memberikan kesan ceria dan optimis. Setiap sulaman terdiri atas sulur-sulur tebal yang membentuk motif tumbuhan maupun hewan yang dekat dengan budaya Dayak Benuaq.


    (Foto: Dok/Hary Subastian)


    Billy Tjong dan Madeind pun menghadirkan koleksi bertajuk “Serenade of Tenun Doyo” yang menyulap kedua kain ini menjadi berbagai busana ready-to-wear untuk wanita dan pria. Diperagakan di Jakarta beberapa waktu lalu, koleksi ini menarik untuk disimak. 

    (Foto: Dok/Hary Subastian)


    Setiap busana dari koleksi ini memilki sentuhan yang modern, dinamis, dan berani. Meskipun menggunakan potongan asimetris yang kekinian, koleksi kolaborasi ini tetap mempertahankan corak tradisi khas daerah Kutai Barat.