Suka Jalan-Jalan? Anda Tipe yang Mana?



  • Jalan-jalan memang menyenangkan. Apalagi jika dilakukan bersama orang-orang terdekat dan sesuai dengan hobi yang kita punya. 


    But hey, masing-masing punya tipe lho. Anda ada di tipe yang mana, nih kira-kira?




    Berikut adalah 7 diantaranya:


    Adventure Seeker

    Mereka tidak seperti pejalan biasa. Biasanya orang-orang ini suka mencari kegiatan ekstrem yang berhubungan dengan alam misalnya; mencari tebing-tebing tinggi untuk didaki, mencari gunung-gunung tak biasa untuk dijelajahi, mencari hutan, sungai, dan lain sebagainya.


    Mereka tidak perduli akan hotel seperti apa yang akan diinapi. Selama passion nya untuk menjelajah dan mencoba berbagai tantangan bisa dilakukan, maka tujuan itu akan dikejar.


    Orang tipe ini biasanya masuk kategori petualang sejati. Surfing, climbing, paragliding, diving, dan lain sebagainya akan menggedor jiwanya untuk dicoba. No guts, no glory! Begitu katanya.


    Travel Addict

    Mereka ini beda lagi. Ada destinasi-destinasi khusus yang telah ada di kepala, namun tidak terpatok harus mendatangi satu lokasi saja


    Biasanya mereka memang punya rencana untuk datang ke satu tempat yang spesifik. Namun ketika ada tempat baru yang mereka temukan, mereka akan sangat senang. Oleh sebab itu orang-orang ini jarang menggunakan jasa agen travel.


    Jiwa eksploratifnya bakal tertantang untuk menemukan lokasi-lokasi baru yang menarik dan tak banyak orang tahu. The more you explore, the more you satisfy and proud of yourself.


    Ingat film The Beach dan Into The WildNah, itu salah satu contoh film tentang seorang traveler yang paling jelas.


    Holiday Person

    Orang-orang di tipe ini biasanya sangat suka merencanakan perjalanan dengan jasa agen travel. Namun jika tidak, mereka sudah punya lokasi tujuan di kepala. Mereka akan stick to the plan dan menikmati liburan di tempat-tempat yang memang mereka sudah tahu.


    Mereka biasanya lebih suka laidback and relax di area tujuannya. Berjemur di pantai, city tour, belanja, atau bahkan berdiam di hotel untuk menikmati kesenggangan waktu di mana biasanya mereka habiskan di tempat kerja.


    Penat dengan rutinitas adalah alasan utamanya. Jadi tidak mau repot untuk mencari-cari tempat baru yang selain mungkin akan buang-buang waktu, belum tentu juga mereka suka akan tempat tersebut.


    Terima jadi. Yang penting happy. Kenapa tidak?


    Instagramers

    Nah, mereka ini yang penting bisa datang ke tempat-tempat bagus dan instagrammable. Lokasi harus bisa dijadikan objek foto agar feed mereka menarik perhatian.


    Semua jadi bahan pertimbangan. Lokasi, baju yang dikenakan, aksesoris yang bakal dipakai, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu biasanya mereka akan sibuk sendiri mengurusi urusan itu.


    Untuk mendapat foto yang bagus pun bisa sampai puluhan kali take. Mereka harus berpikir tentang angle, konsep foto, dan lain sebagainya.


    Jadi, meski tidak semua, namun sebagian besar dari mereka sebenarnya kurang betul-betul menikmati dan menyukai lokasi yang dikunjungi. 


    The most important thing is how to get a great picture to post.


    Buruknya, banyak yang tidak perduli akan hal-hal remeh yang seharusnya dijaga dan dihormati di lokasi tujuan.


    Masih ingat kebun bunga yang hancur di Jawa hanya karena kebanjiran pengunjung yang ingin berfoto? Atau instalasi seni pada sebuah galeri yang rusak akibat dijadikan objek mengambil gambar? Hmmm.. Bagaimana pendapat Anda akan hal ini?


    Vloggers

    Sama seperti Instagrammers, mereka akan banyak menghabiskan waktu dengan kameranya. 


    Mereka memang menikmati lokasi yang dikunjungi, tapi di sisi lain, isi kepalanya terbagi pada pertanyaan tentang area mana yang bagus untuk direkam.


    Mereka akan sibuk mengambil gambar, menunggu momen penting seperti sunset, sunrise, debur ombak yang sedang tinggi, letupan api di kawah gunung berapi, dan lain sebagainya.


    Adakalanya hal ini membuat mereka jadi kurang meresapi indahnya tempat yang didatangi. Meski lagi-lagi tak semuanya seperti itu, namun keperluan footage sangat dipertimbangkan lebih dari apapun.


    The Combination

    Ini yang paling bagus sebab mereka mampu mengolaborasikan semuanya. Bisa mengambil foto atau video yang sesuai harapan, tetap respek terhadap lokasi serta alam sekitar, dan bisa juga menikmati destinasi wisata secara utuh. Kepuasannya pun jadi ganda.


    Oleh sebab itu hampir tidak ada sesuatu yang terlewat. Such a perfect way to enjoy every little thing! 


    The Soloist

    Kalau tahu film Eat Pray Love, maka inilah yang akan kami bicarakan.


    Ada orang-orang yang lebih senang melakukan sebuah perjalanan seorang diri karena bisa jadi itu sangat penting untuk pengalaman spiritual mereka.


    Hal ini menjadi seru karena selain bisa bertemu dengan orang-orang baru dan menjalin pertemanan dengan strangers, Anda pun lebih leluasa untuk menikmati waktu tanpa perlu memikirkan siapa mau ke mana dan masih berapa lama.


    Mereka akan menentukan sendiri akan ke mana, jam berapa, dan ingin melakukan apa saja. Malah kalau bisa, rasanya tiap orang harus merasakan sensasi jalan-jalan sendiri ini.


    At least once in a lifetime! Setuju?



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below