Cintai Budaya Indonesia Lewat Nasi Tumpeng


  • Cintai Budaya Indonesia Lewat Nasi Tumpeng

    Siapa yang tidak tahu tumpeng? Nasi berbentuk kerucut yang sering dibuat dengan menggunakan nasi gurih, nasi kuning, atau nasi putih dan dihias di atas tampah beralaskan daun pisang ini amat lekat hubungannya dengan keseharian masyarakat Jawa, Bali, dan Madura (terutama ketika acara selamatan akan dilakukan). Tumpeng sendiri memiliki filosofi tertentu di mana bentuknya yang menyerupai gunung diyakini dapat mewakili keadaan geografis mayoritas alam Indonesia yang dilingkupi oleh banyak gunung berapi. Selain itu, panjatan doa pada masyarakat tradisional dipercaya bakal lebih didengar ketika diucapkan pada sesuatu yang sifatnya vertikal sebab hal tersebut punya hubungan erat dengan Ketuhanan.

    Untuk melestarikan budaya tersebut, Yayasan Belantara Budaya Indonesia (BBI) mengajak Museum Nasional untuk bekerja sama memperingati hari Kartini sekaligus merayakan ulang Tahun Museum Nasional yang ke-239 dengan menyelenggarakan lomba membuat serta mendekorasi tumpeng dengan tema olahan laut pada tanggal 22 April 2017 silam. Bertempat di Museum Nasional Jakarta dan terlaksana pada pukul 10.00 WIB, BBI ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai budaya bangsa melalui sajian nasi ini. Lomba ini pun turut dimeriahkan oleh rangkaian pertunjukan tari dan musik tradisional.

    Karena tema utamanya adalah peringatan hari Kartini, event pun dibuka oleh lima wanita hebat dengan berbagai jenis profesi. Ada Siti Siswandari yang bekerja sebagai IT, Karina Eva Poetry sebagai Assistant Director of Communications, Monica Kumalasari sebagai Life Coach, Diah Kusumawardani Wijayanti sebagai Founder Yayasan Belantara Budaya Indonesia, dan yang terakhir yaitu Intan Mardiana selaku direktur Museum Nasional.






 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below