Dua Malam Indah di Amanjiwo


  • Dua Malam Indah di Amanjiwo
    (Foto: Dok. Herworld Indonesia)

    Kami mendarat di bandar udara Adisutjipto Yogyakarta pada Senin menjelang siang, akhir September lalu. Langit mendung dilanjutkan sedikit hujan membuat perjalanan kurang lebih satu jam menuju Amanjiwo terasa adem di tengah suasana hati yang excited ingin segera tiba.

    Sambil ngemil suguhan kripik tempe yang disiapkan di mobil, saya bersama Maya (staf humas yang mengundang) dan 3 rekan media lain asyik berbincang membahas Aman resort yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

    (Baca juga artikel: Keindahan Kota Batu Dari Golden Tulip Holland Resort)




    Memasuki gerbang Amanjiwo, mata kami berhenti pada satu titik di mana terlihat pucuk stupa Candi Borobudur yang seolah terbingkai oleh pilar-pilar kokoh bangunan utama resor berusia tepat 20 tahun ini. Pemandangan spektakuler yang membuat semua dari kami berdecak kagum sekaligus bangga.

    Kami pun disambut langsung oleh Michele kepala staf Amanjiwo, beserta tim yang telah siap dengan sebaki handuk basah dan bir jahe merah dingin yang segar sebagai minuman selamat datang. Setelah saling berkenalan, kami  tidak menunggu lama untuk segera makan siang di restoran utama yang serba terbuka dan membiarkan siapa saja yang duduk menikmati pemandangan 360 derajat yang sungguh indah dan, sekali lagi, menenangkan.    


    Acara selanjutnya hari itu yang cukup saya tunggu adalah spa. Sungguh suatu kemewahan untuk memanjakan diri di awal minggu pada saat biasanya saya harus berkutat dengan meeting dan deadline. Tak ingin melewatkan momen ini, saya memilih perawatan pijat tubuh 60 menit yang berakhir dengan perasaan relaks.

    Malamnya, kami diajak berkunjung ke rumah Pak Bilal, yang berjarak hanya sekitar satu kilometer dari Amanjiwo. Di sana telah tersedia makan malam a la rumahan dengan menu khas Jawa Tengah, seperti semur daging, ayam bakar bumbu, pepes tahu, oseng-oseng bayam tauge dan tak ketinggalan jajan pasar sebagai makanan penutup. Diiringi sayup gamelan serta gemercik suara hujan di luar, kami pun makan dengan lahap sambil tak habis mengobrol tentang segala hal seperti layaknya sebuah keluarga.


    Memperingati dua dekade resor ini membuka pintunya bagi wisatawan dunia, Amanjiwo menggelar banyak aktivitas sepanjang tahun. Misalnya pameran seni yang mengedepankan seniman lokal, kelas memasak makanan Jawa Tengah yang dipandu oleh in-house chef, acara cocktail sore dan bincang-bincang yang digelar di Candi Borobudur, juga kegiatan mengunjungi desa sekitar dengan bersepeda.

    Kesempatan melihat matahari terbit dengan latar stupa yang indah menjadi salah satu highlight yang sangat berkesan buat kami, selain juga perjalanan ke desa sekitar dengan menggunakan andong di hari berikutnya.


    (Foto: Dok. Amanjiwo)

    Pemandangan pedesaan yang indah, serta kemewahan resor dengan keramahan seluruh staf di dalamnya meniupkan kehangatan alami yang menjadi oleh-oleh berharga untuk kami bawa pulang.

    (Teks: Shantica Warman)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below