Koleksi Musim Gugur Lansiran Loewe


  • Koleksi Musim Gugur Lansiran Loewe
    Foto: Dok. Loewe

    Direktur kreatif Loewe, Jonathan Anderson, terkenal selalu menghadirkan desain yang chic namun sarat akan teknik dan craftmanship yang tinggi. Detail - detail menarik dan tak biasa, berikut dengan material yang beragam selalu menjadi bintang utama dalam tiap koleksi yang ditampilkan.

    Musim gugur ini, pagelaran busana dibuat di dalam sebuah venue yang terlihat lebih gelap namun berhasil menyempurnakan deretan busana yang dilansir pada momen itu. Loewe kini mencoba bereksplorasi dengan sisi feminin dan gaya formal. Dari situlah tercipta berbagai floor-length dresses, hingga jaket tuxedo. Loewe juga turut memberikan sentuhan motif trompe l'oeil yang dihadirkan dalam palet warna charcoal grey hingga pitch black.

    Sebuah oversized coat dengan motif polkadot memiliki keunggulan waterproof, sehingga pas dikenakan untuk musim dingin. Model see through, hingga detail rumit seperti origami diaplikasikan menggunakan material - material seperti, nilon, cotton twill, washed silk, dan burgundy leather. Keseluruhan koleksi disempurnakan dengan ornamen lace, fur, dan detail laser cut yang apik.



    Pada musim terdahulu, biasanya Loewe menghadirkan model tas yang lebih memiliki kesan whimsical. Kini Jonathan Anderson menghadirkan model yang lebih tone down, dengan tampilan yang lebih "normal." Musim gugur ini juga dimanfaatkan Loewe untuk mengenalkan tas lansiran terbarunya, Midnight Bag, sebuah tas drawstring bergaya klasik yang wajib dimiliki. Pada pagelaran juga ditampilkan sebuah clutch yang bisa dikenakan untuk tampilan day to night dengan material large black crocodile iteration, dengan intersia dots.


    Foto: Dok. Loewe


    Direktur kreatif Loewe, Jonathan Anderson, terkenal selalu menghadirkan desain yang chic namun sarat akan teknik dan craftmanship yang tinggi. Detail - detail menarik dan tak biasa, berikut dengan material yang beragam selalu menjadi bintang utama dalam tiap koleksi yang ditampilkan.

    Musim gugur ini, pagelaran busana dibuat di dalam sebuah venue yang terlihat lebih gelap namun berhasil menyempurnakan deretan busana yang dilansir pada momen itu. Loewe kini mencoba bereksplorasi dengan sisi feminin dan gaya formal. Dari situlah tercipta berbagai floor-length dresses, hingga jaket tuxedo. Loewe juga turut memberikan sentuhan motif trompe l'oeil yang dihadirkan dalam palet warna charcoal grey hingga pitch black.

    Sebuah oversized coat dengan motif polkadot memiliki keunggulan waterproof, sehingga pas dikenakan untuk musim dingin. Model see through, hingga detail rumit seperti origami diaplikasikan menggunakan material - material seperti, nilon, cotton twill, washed silk, dan burgundy leather. Keseluruhan koleksi disempurnakan dengan ornamen lace, fur, dan detail laser cut yang apik.

    Pada musim terdahulu, biasanya Loewe menghadirkan model tas yang lebih memiliki kesan whimsical. Kini Jonathan Anderson menghadirkan model yang lebih tone down, dengan tampilan yang lebih "normal." Musim gugur ini juga dimanfaatkan Loewe untuk mengenalkan tas lansiran terbarunya, Midnight Bag, sebuah tas drawstring bergaya klasik yang wajib dimiliki. Pada pagelaran juga ditampilkan sebuah clutch yang bisa dikenakan untuk tampilan day to night dengan material large black crocodile iteration, dengan intersia dots.



    Knitwear yang dipadukan dengan trouser motif polkadot




    Vitoria Cerretti menjadi salah satu model dalam pagelaran busana tersebut, ia juga sekaligus menjadi model kampanye iklan Loewe.




    Detaill rumit yang selalu ditonjolkan oleh Jonathan Anderson pada tiap musimnya.





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below