5 Hal Penting Seputar Lari yang Jarang Anda Ketahui



  •  

    Ingin tampil lebih bugar dan percaya diri? Olahraga bisa membantu menjawab kedua hal tersebut, termasuk olahraga lari. Banyak lho, manfaat yang bisa Anda dapatkan dari olahraga lari. Antara lain, mengurangi tingkat stres, membakar kalori, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi nyeri sendi akibat pengapuran tulang.

    Masih ingat dengan “Cari Tahu A-Z Seputar Olahraga Lari Bersama Ahlinya” yang diadakan oleh Combiphar dan Cosmopolitan Indonesia beberapa waktu lalu? Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh participant ke Coach Agung Mulyawan, simak yuk!



    Q: Apakah mengonsumsi kafein sebelum lari akan mengoptimalkan pembakaran lemak? Lalu, apa penyebab nyeri pinggang bagian belakang saat usai lari? - Karina Sucianti.

    CA (Coach Agung): Manfaat kafein sebelum melakukan olahraga adalah mampu meningkatkan denyut jantung, sehingga memberikan efek lebih kuat dan olahraga yang sedang kita jalani akan lebih optimal. Dengan begitu, tentu akan lebih banyak lemak yang terbakar sebagai sumber energi. Untuk rasa sakit pada pinggang bagian belakang saat setelah lari, ada beberapa penyebab yang Anda alami. Antara lain, kurangnya latihan kekuatan tubuh bagian belakang, teknik lari yang kurang baik, dan kurangnya sesi recovery dengan sport massage.

     

    Q: Mengapa saat jogging di pagi hari dalam keadaan perut masih kosong justru membuat badan terasa lebih bersemangat dibandingkan dengan saat dilakukan sore hari dalam keadaan perut terisi? Lalu, apa penyebab rasa kaku pada tempurung lutut saat sedang berlari, dan bagaimana cara mengatasinya? - Fanny Mei Feliawati.

    CA: Saat jogging di pagi hari, energi yang kita miliki masih baik berkat istirahat saat malam hari. Hal itu bila didukung dengan istirahat yang cukup min 6 jam dan makan 2 jam sebelum tidur. Sudah pasti badan akan terasa lebih bugar dan berstamina dibandingkan bila dilakukan sore hari. Untuk rasa kaku pada tempurung lutut, ada beberapa faktor penyebabnya. Antara lain, kurangnya pemanasan sebelum berlari, dan kurangnya fleksibilitas otot atau sendi pada bagian yang terasa kaku. Cara mengatasinya, konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan glucosamin agar tulang dan sendi mendapatkan nutrisi yang cukup.

     

    Q: Apakah saat sedang mensturasi diperbolehkan berlari yang jarak tempuhnya panjang, misalnya 10K? - Lia Mettasari.

    CA: Secara medis, berolahraga saat haid dapat membantu mengurangi gejala atau efek samping yang sering dialami saat haid. Hal ini disebabkan karena olahraga akan meningkatkan pengiriman oksigen ke seluruh jaringan otot, sehingga dapat mengurangi rasa kram dan nyeri pada perut serta mengurangi rasa kembung. Namun, yang perlu Anda ketahui bahwa pengeluaran darah dari dalam tubuh saat haid, membuat dehidrasi lebih cepat terjadi. Jadi pastikan asupan carian pada tubuh Anda tercukupi.

     

    Q: Teknik lari seperti apa yang digunakan agar tetap nyaman dan meminimalisir cidera saat lari di jalur yang menanjak dan menurun? - Anindya Sasikirana.

    CA: Untuk jalur yang menanjak, usahakan badan dicondongkan ke depan, lutut diangkat lebih tinggi dari kaki, ayunkan lengan dan mendarat dengan menggunakan tumit. Sedangkan untuk jalur yang menurun, usahakan posisi badan stabil dan biarkan badan mengikuti alurnya. Jangan lupa untuk kuatkan otot paha depan dan belakang serta samping tungkai kaki Anda. Ini semua memerlukan kaki yang kokoh yang bisa Anda dapatkan dengan latihan secara rutin.

     

    Q: Apakah penyakit osteoporosis disebabkan karena jarang berolahraga? - Ayu Awatina Z.

    CA: Osteoporosis pada dasarnya adalah pengeroposan tulang yang disebabkan karena kurangnya kalsium. Kalsium bisa didapatkan lewat makanan, susu dan suplemen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa osteoporosis bukan disebabkan dari jarangnya berolahraga.

    Untuk mencegah osteoporosis, ubah gaya hidup Anda yang tidak sehat, konsumsi makanan yang mengandung cukup kalsium, dan ditambah dengan asupan vitamin D yang sesuai dengan kebutuhan tulang Anda. Osteopor sebagai suplemen yang mengandung kalsium fosfat, Vitamin D3, serta zinc sulfate. Untuk mengurangi nyeri sendi saat maupun sehabis berolahraga, gunakan Jointfit Roller Gel.

     



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below