Kembali Lagi (Dan Lagi) Ke Mantan Pacar



  • 1) Dahulukan diri sendiri

    Dengan memutuskan untuk berkomitmen kembali dalam hubungan versi 2.0 ini, Anda harus ingat bahwa lelaki yang kembali dekat dengan Anda bukanlah orang yang sama - begitu pun dengan Anda sendiri. Sekarang Anda dalam proses pendekatan yang membutuhkan waktu lebih lama lagi karena adanya beragam isu kepercayaan yang harus dipulihkan. Untuk mencapai hal tersebut, penting bagi Anda untuk bisa mencapai kebahagiaan dalam diri sendiri lebih dulu sebelum bisa memberikan yang terbaik pada hubungan Anda.

     



    2) Tetap waspada

    Betul, memang ada definisi baru untuk "cinta masa kini" atau modern love. Dengan menganut pola masa kini yang serba instan, seperti berkencan (salah satunya speed dating) hingga ke definisi suatu hubungan (seperti open relationship), maka secara tak sadar Anda mengaburkan batasan yang seharusnya masih ada. Misalnya, dengan membiarkan pasangan memperlakukan Anda layaknya mainan yo-yo, yang dianggap bisa ia atur sedemikian rupa dan akan selalu kembali padanya. Tetapkan batasan dan seperangkat aturan agar Anda maupun pasangan tidak kembali jatuh ke pola lama hanya karena merasa "terlalu nyaman" dengan keadaan seperti itu.

     

    3) Perbaiki kesalahan

    Seperti halnya Anda kembali bersama karena berbagai alasan, putus pun karena alasan yang jelas pula. Jangan sampai lengah dan lupa melihat the bigger picture, di mana tujuan Anda adalah untuk menjalani hubungan yang lebih baik dari sebelumnya. Apa pun yang menyebabkan Anda putus pertama kali akan terulang lagi jika Anda terus saja melakukan "on-off dance" hanya didasari oleh perasaan kuat saat itu dan memutuskan untuk tidak menghiraukan masalah. Diskusikan secara terbuka dengan pasangan tanpa harus adu argumentasi yang sengit, temukan titik tengah, dan perbaiki kesalahan secara bertahap.

     

    4) Kembali berkencan

    Tentunya Anda telah banyak berubah selama berpisah, belum lagi kalau masa perpisahan itu cukup lama. Dengan menyelami kembali apa yang jadi kegemaran pasangan atau turut mempelajari segala hal tentang passion-nya, Anda seperti kembali ke masa awal pendekatan. Bedanya, kali ini terasa lebih seru. Karena meski secara teknis Anda sudah saling kenal, tantangan yang dihadapkan di sini lebih menarik: how do you keep the flame alive, lebih besar daripada sebelumnya, kan?

     

    5) Hadapi kenyataan

    Stop fantasi apa pun yang ada dalam benak Anda mengenai hubungan yang sedang dijalani, dan berhenti mencoba membuatnya menjadi "hubungan ideal" versi Anda. Hasil riset dari Professor Rene Dailey di University of Texas menunjukkan bahwa pasangan on-off mengaku ada lebih banyak lagi konflik tak terselesaikan, kritik atau serangan secara lisan, dan bentuk komunikasi agresif lainnya. Evaluasi kembali apa yang jadi prioritas Anda, begitu pun dengan keinginan dan kebutuhan yang diharapkan dari masing-masing. Niatkan untuk berbicara dengan pasangan, dan perlakukan "misi putus" ini layaknya mencabut plester dari kulit Anda. Cepat, dan sakitnya hanya sementara.

     

    (TEKS: ANGGITA DWINDA / FOTO: DOK. HER WORLD)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below