#YOLO (You Only Live Once)



  • Jika Anda aktif di Twitter, maka sedikit banyak pasti familiar dengan akronim ini, yang merupakan versi abad ke-21 dari "Carpe Diem". Meski artinya sama, tapi YOLO dikategorikan sebagai versi lebih ekstrem, di mana seseorang akan bertindak gegabah dan beralasan bahwa "hidup hanya sekali". Lihat saja dari hasil studi Topsy, sebuah perusahaan penganalisa tingkah laku di Twitter, yang menyatakan ada sebanyak 36.6 juta tweet yang mengandung #YOLO - sebagian besar mengacu pada kegiatan dengan potensi berbahaya, seperti minum-minum atau berpesta berlebihan. Padahal, tak selamanya YOLO harus berkonotasi negatif, dan bisa digunakan sebagai motivasi untuk (akhirnya!) melakukan hal yang selama ini ingin dilakukan tapi tidak pernah.

    Sky diving? Menyelam dengan ikan hiu? Tur keliling dunia? It sounds absurd, tapi jadilah impulsif dan lakukan saja! Atau, Anda bisa mulai dari hal yang terkesan simpel tapi sebenarnya penting, seperti membekali diri dengan pengetahuan lebih tentang cara menjaga diri Anda selama melakukan beragam kegiatan atas nama YOLO tersebut. Contoh paling nyata: memiliki asuransi jiwa dan kesehatan. Justru dengan demikian, Anda telah menangkap esensi sebenarnya dari "You Only Live Once". Because if not now, when?

     



    (TEKS: ANGGITA DWINDA / FOTO: DOK. HER WORLD)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Marsha Timothy April 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Yolo Fest 2019

Yolo Fest 2019

oleh Wina

Once or Never!

Once or Never!

oleh Anggita Dwinda

Food Review: When Once is (Not) Enough

Food Review: When Once is (Not) Enough

oleh Andhini Puteri Lestari

Advertisement - Continue Reading Below