Ask Arifin



  •  Akhirnya perilaku aneh laki-laki terpecahkan! Arifin Putra siap memberikan pemahaman uniknya.

     

    Q: Benarkah laki-laki mudah terintimidasi oleh perempuan yang lebih 'sukses' dari dirinya?



    A: Sayangnya itu memang kenyataannya. Walaupun mereka tak akan mengakuinya, alasan utamanya adalah masalah ego. Lagipula pada umumnya, laki-laki suka jadi yang lebih sukses dalam suatu hubungan, dimana mereka memegang kendali. Itu pula yang jadi pemicu laki-laki mengakhiri hubungan dengan perempuan yang lebih dominan dan beralih ke perempuan yang bisa ia lindungi. Tapi tenang saja, di luar sana juga masih banyak laki-laki dengan ego yang sehat. Carilah seseorang yang memang terbiasa hidup dengan figur perempuan kuat dalam hidupnya. Above all, don't ever lower yourself to satisfy someone else's ego.

     

    Q: Pacar saya punya sahabat perempuan, dan saya merasa hubungan mereka terlalu dekat. Mau bersikap sebagai 'the cool girlfriend' lama-lama ada batasnya juga. Bagaimana cara mengingatkannya?

    A: Tak ada salahnya pasangan Anda punya teman perempuan, tapi ada baiknya jika sewaktu-waktu Anda mengingatkan dia akan batasan untuk pertemanan mereka berdua. Beri ia kebebasan untuk jalan dengan temannya kalau ia mau, tapi kalau Anda sudah mulai tidak nyaman dengan beberapa hal seperti misalnya dia pergi sampai larut malam atau membicarakan temannya terus, ya saatnya bagi Anda untuk memberi ultimatum. Jelaskan baik-baik bahwa Anda tidak ada masalah mengenai ia berteman dengan siapapun itu, hanya saja Anda juga meminta ia untuk menghormati perasaan Anda sebagai pacarnya.

     

    Q: Saya dan pacar sudah bersama selama 4 tahun, tapi tak ada tanda ia ingin melanjutkan ke tahap selanjutnya (baca: menikah). Bagaimana cara terbaik agar ia mau membicarakan hal tersebut?

    A: Kebanyakan laki-laki ingin menunggu hingga mereka merasa benar-benar siap untuk menikah. Yang bisa Anda lakukan adalah memeriksa antusiasme pasangan terhadap pernikahan. Coba atur dengan teman agar 'tak sengaja' bertemu di pameran pernikahan saat Anda sedang berjalan berdua. Atau, Anda bisa ajak ia bertemu dengan teman yang sudah menikah, Lihat reaksinya. Setelah itu, Anda bisa membuka obrolan dengan mengenai pernikahan dengannya. Bila reaksinya negatif, berarti memang ia belum siap, dan Anda harus bertanya pada diri sendiri: berapa lama lagi Anda rela menunggunya? Good luck!

     

    (Foto: Adi Setyo - Dok. her world)