Jaket dan jeans, Burberry.
Namanya di industri hiburan Tanah Air maupun Asia Tenggara tidak lagi asing. Sejak profesi pertamanya sebagai
model di usia 12 tahun, ia terus berkelana mengeksplorasi berbagai peran dalam industri yang membesarkan
namanya. Tidak hanya dunia hiburan, sudah lama sosoknya juga lekat dengan misi menjaga kelestarian Bumi yang
terus ia gaungkan hingga kini.
Nadya Hutagalung. Perempuan yang terbiasa muncul di layar kaca, baik televisi maupun media sosial, kini duduk
bersama Her World Indonesia. Perempuan yang pancarkan kekuatan dalam ketenangan, baik dalam tutur maupun
aksinya, berbagi cerita tentang bagaimana ia mulai menjaga diri secara utuh sebagai prioritas selagi menjaga
kelestarian Bumi dan isinya.
Oversized monogram coat , jeans, sneakers, kalung dan tas Gucci.
Prioritas nomor satu [menjaga kesehatan mental]. Saya tidak dapat tampil baik bagi dunia, maupun orang
lain, kecuali saya juga baik secara internal
Jatuh Dalam Depresi
Sejak 1996, Nadya mendedikasikan sebagai seorang aktivis lingkungan. Tanpa henti menggaungkan pentingnya menjaga
kelestarian alam, terus berjuang untuk Bumi yang sehat dan asri untuk masa depan. Namun, pada 2018, Nadya duduk
dengan isi hati diselimuti rasa kecewa, saat mendengar kondisi Bumi saat itu.
Saat membantu Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan Global Outlook [dokumen tentang kondisi Bumi
terkini],
Nadya berbincang dengan para ilmuwan yang menyusun dokumen tersebut. Kondisi Bumi tidak kunjung membaik, justru
semakin parah. Kenyataan tersebut membuat Nadya melihat kembali akan semua hal yang ia lakukan untuk
membicarakan tentang isu lingkungan melalui platform-nya.
“Kembali menilik apa yang sudah dilakukan dan mendapati kondisi Bumi justru semakin buruk, saya seperti
berhadapan dengan dinding tanpa arah dan mengalami depresi. Saya menjalani hari tanpa semangat, tanpa motivasi,
dan terus merasa lelah. Saat itu, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dan sesaat, berjalan tanpa arah,”
ungkap Nadya.
Pengalamannya jatuh dalam depresi, Nadya tersadar bahwa tidak ada langkah yang dapat ia ambil untuk membuat
perubahan sebelum ia jaga kondisi dirinya sebaik mungkin. Selama 20 tahun mendalami Buddhisme, Nadya tahu betul
cara-cara untuk menjaga kesehatan, khususnya kesehatan mental.
Blazer dan celana pallazzo linen, Max Mara.
Kemeja dan celana satin, Alexander Mcqueen.
Kesehatan diri secara utuh jadi prioritas
“Prioritas nomor satu [menjaga kesehatan mental]. Saya tidak dapat tampil baik bagi dunia, maupun orang lain,
kecuali saya juga baik secara internal,” tegas Nadya. Kondisi mentalnya yang sempat turun menyadarkan Nadya akan
pentingnya menjaga kesehatan diri secara menyeluruh, fisik maupun psikologis. Sulit rasanya menjadi solusi bagi
perubahan dunia, saat kondisi diri sedang tidak baik-baik saja. Dengan pengetahuan yang dimiliki, Nadya pun
berusaha mencari cara untuk jaga kondisi mentalnya semaksimal mungkin.
Keheningan menjadi sahabat Nadya untuk kembali memusatkan perhatian pada diri sendiri. Sound healing,
serta olah tubuh seperti yoga dan pilates adalah metode yang Nadya rutin lakukan selepas dari kesibukannya.
Meski tetap aktif di industri hiburan maupun aktivismenya, Nadya bersyukur dapat memberi batas dan mengambil
waktu rehat dari kesibukan yang dijalani.
“Semakin sederhana, semakin baik. Saya berusaha mendengarkan tubuh dan pikiran, mengetahui waktu untuk rehat,
berusaha menemukan keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial,” ungkap Nadya. Ia percaya kesehatan
mental harus menjadi prioritas dalam hidup. Perlahan tapi pasti, Nadya konsisten menjaga agar kesehatan diri
secara utuh bisa selaras dengan kelestarian planet dan lingkungan. Ia percaya bahwa keduanya saling berkaitan
satu sama lain.
Mulai memprioritaskan dan rutin menjaga kesehatan mental bukan berarti Nadya jauh dari kata stres. Perempuan
berzodiak Leo ini menghadapi sumber-sumber stres yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari. Anak-anaknya,
kepindahannya ke Negeri Kanguru yang membuatnya kembali beradaptasi, hingga kondisi Bumi yang semakin memburuk.
Support System menjadi hal yang penting bagi Nadya.
“Memiliki komunitas yang baik itu penting dan saya mendapatkan itu di Australia. Sebab, saya pindah ke sana,
tidak ada yang tahu siapa saya. Benar-benar saya bisa menjadi diri sendiri sepenuhnya dan orang-orang yang saya
temui di sana, sangat baik dan suportif. Sebuah pelajaran yang berharga,” cerita Nadya.
Bagaimana kita memberi label atau memandang sesuatu, pelan-pelan membentuk realita dalam diri kita. Cara
kita memandang suatu hal atau keinginan untuk dipandang sebagai suatu hal, semua terletak pada kekuatan
pikiran kita
Kekuatan pikiran & berbuat kebaikan
Dalam mempelajari dan menjalankan ajaran Buddha, banyak nilai yang Nadya pelajari, salah satunya adalah konsep
impermanen. Sebuah pemahaman yang menekankan bahwa tidak ada satu fenomena dalam hidup seseorang yang tidak
berubah. Peristiwa baik atau buruk, keberuntungan atau kemalangan, semua terus berubah sehingga penerimaan diri
juga jadi cara Nadya untuk jalani hidup lebih selaras.
“Sebagai contoh, bagi saya, lebih cepat saya menerima kalau diri semakin tua, rasanya lebih sedikit kesulitan
yang saya alami. Lagi-lagi, konsep impermanen. Tentu, saya merawatnya, tetapi menerima semua perubahannya. Saya
rasa rambut yang berubah warna menjadi langkah awal dalam proses penerimaan diri saya,” ungkap Nadya.
Banyak hal yang berubah dari hari pertama nama Nadya Hutagalung dikenal. Teknologi yang terus berkembang, tren
yang semakin cepat berganti, gaya hidup yang mulai beralaskan fear of missing out , pola pikir dan cara
tiap-tiap orang memandang suatu hal adalah hal penting yang harus disadari. Nadya percaya betul akan kekuatan
pikiran seseorang.
“Bagaimana kita memberi label atau memandang sesuatu, pelan-pelan membentuk realita dalam diri kita. Cara kita
memandang suatu hal atau keinginan untuk dipandang sebagai suatu hal, semua terletak pada kekuatan pikiran
kita,” jelasnya.
Baloon sleeve shirt dress, Max Mara.
Kekuatan pikiran, bagi Nadya, menjadi salah satu faktor yang mendorong kita untuk secara konsisten berbuat baik.
Ia percaya bahwa setiap orang pernah atau tengah melalui suatu hal, semua punya cerita dalam hidup masing-masing
sehingga penting untuk memiliki kebesaran hati yang terus mengasah empati.
Ketika setiap orang mengambil waktu untuk coba mendengarkan kisah-kisah sesama, ada ruang lebih aman untuk
tumbuhkan koneksi lebih dalam, bangun sebuah komunitasi yang dekat dan semakin tinggi empati. Pikiran memiliki
kekuatan dan peran yang besar tentang perubahan lingkungan di sekitar manusia.
Shirt dress, Balenciaga.
Sulit tapi bisa dilakukan
Pada akhirnya, dunia selalu berputar dengan segala realita dan tekanannya. Demi kesehatan diri yang utuh,
jasmani maupun rohani, banyak cara dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Salah satu cara yang
Nadya coba lakukan adalah menentukan batas yang jelas dalam menjalankan hidup.
Dalam proses menentukan batas-batas hidup, tentu disertai dengan membangun kebiasaan untuk berkata “tidak” yang
menjadi tantangan tersendiri. Nadya pun mengakui bahwa ia juga kerap temukan kesulitan menerapkan kebiasaan ini.
Namun, ia merasa cara ini berdampak besar dalam kehidupannya meregulasi emosi, menjaga kesehatan diri, serta
menikmati momen saat ini.
“Ketika saya mulai belajar tentang batas-batas hidup saya, mulai menentukan apa yang tidak perlu dilakukan.
Semakin dalam saya belajar tentang menegaskan batas-batas tersebut, semakin mudah saya membangun sebuah
kolaborasi dengan orang lain tanpa mengorbankan kesehatan mental diri,” ungkap Nadya.
Perbincangan singkat tetapi hangat bersama Nadya Hutagalung menjadi pelajaran penting bagi setiap orang untuk
konsisten menjaga kondisi diri secara menyeluruh. Sebab, dengan merawat diri sendiri, setiap orang dapat menjadi
versi terbaik untuk orang-orang yang mereka sayangi.