Bukan kali pertama bagi Kamila Andini untuk memutarkan karya-karya yang telah ia buat. Namun,
bergandengan tangan dengan pemeran utama dari film terbarunya berjudul Empat Musim Pertiwi, Putri
Marino, ada pengalaman serta perasaan yang tidak bisa dideskripsikan. Namun, air mata haru Kamila dan Putri
menjadi testimoni sebuah perjalanan panjang, jauh dari kata mudah, hingga akhirnya diputarkan perdana di layar
lebar Toronto International Film Festival 2026.
Duduk bersama Shahnaz Soehartono (kontributor Her World Indonesia), Kamila menceritakan bagaimana film
Empat Musim Pertiwi menjadi karya paling ambisius dengan ragam genre dan elemen yang berusaha ia rajut
dalam satu kisah kehidupan, berpusat pada perempuan bernama Pertiwi (diperankan oleh Putri Marino). Dengan
potret kekuatan dan perjuangan perempuan yang dihadirkan dalam film ini, Kamila merangkai kisah Pertiwi dengan
penuh kehati-hatian.
“Bagi saya, menjadi feminis dan menggambarkan feminis adalah dua hal yang terkadang, pada saat berkarya,
saling mempertanyakan satu sama lain. Berusaha untuk menaruh semua karakter dan elemennya dengan respek, hal-hal
seperti itu butuh kehati-hatian dalam membuatnya,” ungkap Kamila.
(Kamila) Embellished Dress, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany &
Co.
(Putri) Embellished Top & Pants, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori,
Tiffany & Co.
Melangkah Dengan Intensi & Intuisi
Film Empat Musim Pertiwi berkisah tentang sebuah perjalanan menuju sebuah tujuan.
Perjalanan ini berawal dari intensi Kamila untuk menggambarkan lapisan kehidupan perempuan (dengan
kompleksitasnya) yang kemudian diwujudkan dalam cerita Pertiwi. Lalu, perlahan, Kamila mulai menghidupkan dunia
Pertiwi dan karakter-karakter di dalam filmnya, dengan nama Putri Marino menjadi aktor yang ia percaya dapat
memerankan tokoh Pertiwi.
“Saya melihat bahwa Putri adalah aktor yang bisa berproses dan memang Pertiwi ini
adalah karakter yang harus berproses dan butuh waktu untuk mendapatkan kedalaman itu [karakter]. Namun, saya
tahu bahwa kalau Putri sudah memegang sebuah peran, ia akan mendalaminya dan menjaga karakter ini layaknya
seorang anak,” cerita Kamila.
Dengan berpegang pada intuisi dalam diri, skrip film ini sampai ke tangan Putri Marino, tepat
satu tahun sebelum persiapan film dimulai. Dari setiap lembar yang berganti, dialog yang ia baca, Putri semakin
yakin untuk menghidupkan tokoh Pertiwi dan turut terlibat menyuarakan pesan penting dari cerita karya Kamila.
(Kamila) Ivory Blazer, Lanivatti. Rok, Jan Sober. Aksesori, Tiffany &
Co.
(Putri) Chloe Top & Glasgow Skirt, Lanivatti. Aksesori, Tiffany & Co.
“Selain cerita yang sangat penting untuk disuarakan, sosok Pertiwi juga karakter yang
rasanya belum pernah saya perankan sebelumnya, jadi Pertiwi ini kompleks dan jauh sekali dari [karakter] Putri,
jadi saya merasa tertantang untuk memerankan Pertiwi,” cerita Putri.
Dari rasa kesepian hingga rasa putus asa saat perjuangan untuk bertahan di tengah lingkungan
yang tidak suportif, perasaan-perasaan ini menjadi bekal Putri untuk mengenal lapisan-lapisan kompleks karakter
Pertiwi. Saat memasuki lokasi film, karakter Pertiwi terus dibentuk dan didalami. Ada ruang keterbukaan dan
komunikasi yang terbangun dalam proses syuting untuk pastikan kehidupan Pertiwi diceritakan dengan cara terbaik.
“Saat saya membaca skripnya, Pertiwi ini hidup dan bernapas, tetapi dalamnya [hati] itu
mati, ia tidak takut akan hal apapun. Sedangkan, saya belum pernah mengalami hal itu sebelumnya dalam hidup.
Jadi poin-poin perasaan ini [kesepian, merasa tidak dipercaya] yang coba saya aplikasikan untuk memahami
Pertiwi,” ungkap Putri.
(Kamila) Oversized Blazer, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Embellished Gown, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
Kekuatan Untuk Saling Mendukung
Cerita dan karakter Pertiwi sudah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Putri sehingga ia
merasa lingkungan syuting yang hangat dan lekat dengan rasa aman menjadi elemen penting. Meski sudah
berkolaborasi dengan Kamila sejak terlibat dalam serial Gadis Kretek, hubungan yang semakin intens
selama proses pembuatan film ini, Putri merasakan ruang aman, nyaman, dan terbuka untuk ia memerankan sosok
Pertiwi secara maksimal.
“[Tantangan paling besar] mungkin karena skripnya sangat kompleks dan berat, saya ingin
sekali memiliki lingkungan syuting yang hangat dan merasa aman untuk bekerja di dalam sana. Sebab, saya bekerja
paling maksimal kalau lingkungannya mendukung dan ternyata selama prosesnya, saya mendapatkan rasa aman dan
nyaman itu,” cerita Putri.
Tidak ada yang lebih menyenangkan berada bekerja bersama perempuan-perempuan hebat dalam
bidang masing-masing, menghidupkan kisah perjuangan perempuan, dan ada ruang keterbukaan untuk saling bertukar
visi kreatif maupun perasaan. Keterbukaan ini menjadi hal yang sangat dijaga Kamila selama proses penggarapan
film Empat Musim Pertiwi.
(Kamila) Embellished Dress, Pamela Usanto. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany
& Co.
(Putri) Gaun, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
“Memang saya ingin Putri bisa membicarakan apa saja dengan saya, merasakan apa saja,
dan bisa mengungkapkan pendapatnya tentang apa saja, begitu pun sebaliknya. Jadi, dialog yang terus mengalir ini
memang kami jaga selama proses pembuatan film ini,” ungkap Kamila.
Lingkungan seperti ini yang konsisten dibangun oleh Kamila. Kilas balik ke momen-momen awal
Kamila menggarap film, keterlibatan rekan-rekan perempuan di dalam prosesnya, memberi ruang aman dan nyaman bagi
Kamila berkarya, di tengah industri film yang terasa maskulin. Pengalamannya didukung secara penuh oleh
perempuan-perempuan dalam tim, membuatnya lebih mudah untuk berkarya secara total.
(Kamila) Baka White Floral Beskap Selendang & Draped Skirt, Lulu Lutfi Labibi.
Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Baka Hitam Bralette & Mawar Organza Embroidery Draped Skirt, Lulu Lutfi
Labibi. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
Di sisi lain, melihat sesama perempuan di lokasi, saling mendukung dalam proses penggarapan
film ini, Putri teringat dengan peran ibu dan kedua adiknya yang, sampai hari ini, menjadi sahabat terbaiknya.
Hubungan dinamis yang memperkaya sekaligus menguatkan antara Putri dan kedua adiknya ini menjadi kuncian sang
aktor dalam menjalani kehidupan dengan segala peran yang dijalani.
“Saya merasa selalu didengarkan sama mereka, selalu dirayakan sama mereka. Kalau saya
lagi jatuh, mereka adalah orang pertama yang ada bagi saya, selain ibu. Saya pun juga berusaha untuk selalu ada
untuk mereka. Walaupun hidupnya sudah pisah-pisah tetapi tetap berkomunikasi, saling menguatkan satu sama lain.
Jadi, kalau tidak ada mereka, tidak terbayangkan sih,” ungkap Putri.
(Kamila) Oversized Blazer, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Embellished Gown, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
Celebrating Women’s Strength
“Kita tahu bahwa di Indonesia itu ketidakadilan banyak bentuknya dan yang terjadi di
Pertiwi itu hanya salah satunya. Mungkin kita pernah berada di situasi yang kita tidak tahu bisa melakukan apa
untuk semua hal yang terjadi, tetapi di film ini, kita akan menemukan kekuatan-kekuatan yang tidak
terduga,” ujar Kamila.
Film ini juga menggambarkan betapa berharganya sebuah kepercayaan untuk dijaga dan pentingnya
seseorang saat ia merasa dipercaya akan kebenaran yang dilakukan. Namun, melihat Pertiwi dan tokoh-tokoh
perempuan dalam film ini, Putri melihat bagaimana, pada akhirnya, setiap perempuan perlu terus mengasah
kemampuan untuk mengandalkan dan merawat diri sendiri sebagai cara bertahan hidup di tengah ketidakpastian
dunia.