Kekuatan Menjadi Seorang Perempuan, Bagi Sesama Perempuan

Melalui Empat Musim Pertiwi, Kamila Andini & Putri Marino maknai besarnya kekuatan setiap perempuan, yang mampu jadi pendukung sesama perempuan.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 1

(Kamila) Embellished Dress, Pamela Usanto. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Gaun, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.

Bukan kali pertama bagi Kamila Andini untuk memutarkan karya-karya yang telah ia buat. Namun, bergandengan tangan dengan pemeran utama dari film terbarunya berjudul Empat Musim Pertiwi, Putri Marino, ada pengalaman serta perasaan yang tidak bisa dideskripsikan. Namun, air mata haru Kamila dan Putri menjadi testimoni sebuah perjalanan panjang, jauh dari kata mudah, hingga akhirnya diputarkan perdana di layar lebar Toronto International Film Festival 2026.

Duduk bersama Shahnaz Soehartono (kontributor Her World Indonesia), Kamila menceritakan bagaimana film Empat Musim Pertiwi menjadi karya paling ambisius dengan ragam genre dan elemen yang berusaha ia rajut dalam satu kisah kehidupan, berpusat pada perempuan bernama Pertiwi (diperankan oleh Putri Marino). Dengan potret kekuatan dan perjuangan perempuan yang dihadirkan dalam film ini, Kamila merangkai kisah Pertiwi dengan penuh kehati-hatian.

“Bagi saya, menjadi feminis dan menggambarkan feminis adalah dua hal yang terkadang, pada saat berkarya, saling mempertanyakan satu sama lain. Berusaha untuk menaruh semua karakter dan elemennya dengan respek, hal-hal seperti itu butuh kehati-hatian dalam membuatnya,” ungkap Kamila.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 2

(Kamila) Embellished Dress, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Embellished Top & Pants, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.


Melangkah Dengan Intensi & Intuisi

Film Empat Musim Pertiwi berkisah tentang sebuah perjalanan menuju sebuah tujuan. Perjalanan ini berawal dari intensi Kamila untuk menggambarkan lapisan kehidupan perempuan (dengan kompleksitasnya) yang kemudian diwujudkan dalam cerita Pertiwi. Lalu, perlahan, Kamila mulai menghidupkan dunia Pertiwi dan karakter-karakter di dalam filmnya, dengan nama Putri Marino menjadi aktor yang ia percaya dapat memerankan tokoh Pertiwi.

“Saya melihat bahwa Putri adalah aktor yang bisa berproses dan memang Pertiwi ini adalah karakter yang harus berproses dan butuh waktu untuk mendapatkan kedalaman itu [karakter]. Namun, saya tahu bahwa kalau Putri sudah memegang sebuah peran, ia akan mendalaminya dan menjaga karakter ini layaknya seorang anak,” cerita Kamila.

Dengan berpegang pada intuisi dalam diri, skrip film ini sampai ke tangan Putri Marino, tepat satu tahun sebelum persiapan film dimulai. Dari setiap lembar yang berganti, dialog yang ia baca, Putri semakin yakin untuk menghidupkan tokoh Pertiwi dan turut terlibat menyuarakan pesan penting dari cerita karya Kamila.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 3

(Kamila) Ivory Blazer, Lanivatti. Rok, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Chloe Top & Glasgow Skirt, Lanivatti. Aksesori, Tiffany & Co.


“Selain cerita yang sangat penting untuk disuarakan, sosok Pertiwi juga karakter yang rasanya belum pernah saya perankan sebelumnya, jadi Pertiwi ini kompleks dan jauh sekali dari [karakter] Putri, jadi saya merasa tertantang untuk memerankan Pertiwi,” cerita Putri.

Dari rasa kesepian hingga rasa putus asa saat perjuangan untuk bertahan di tengah lingkungan yang tidak suportif, perasaan-perasaan ini menjadi bekal Putri untuk mengenal lapisan-lapisan kompleks karakter Pertiwi. Saat memasuki lokasi film, karakter Pertiwi terus dibentuk dan didalami. Ada ruang keterbukaan dan komunikasi yang terbangun dalam proses syuting untuk pastikan kehidupan Pertiwi diceritakan dengan cara terbaik.

“Saat saya membaca skripnya, Pertiwi ini hidup dan bernapas, tetapi dalamnya [hati] itu mati, ia tidak takut akan hal apapun. Sedangkan, saya belum pernah mengalami hal itu sebelumnya dalam hidup. Jadi poin-poin perasaan ini [kesepian, merasa tidak dipercaya] yang coba saya aplikasikan untuk memahami Pertiwi,” ungkap Putri.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 4

(Kamila) Oversized Blazer, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Embellished Gown, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.


Kekuatan Untuk Saling Mendukung

Cerita dan karakter Pertiwi sudah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Putri sehingga ia merasa lingkungan syuting yang hangat dan lekat dengan rasa aman menjadi elemen penting. Meski sudah berkolaborasi dengan Kamila sejak terlibat dalam serial Gadis Kretek, hubungan yang semakin intens selama proses pembuatan film ini, Putri merasakan ruang aman, nyaman, dan terbuka untuk ia memerankan sosok Pertiwi secara maksimal.

“[Tantangan paling besar] mungkin karena skripnya sangat kompleks dan berat, saya ingin sekali memiliki lingkungan syuting yang hangat dan merasa aman untuk bekerja di dalam sana. Sebab, saya bekerja paling maksimal kalau lingkungannya mendukung dan ternyata selama prosesnya, saya mendapatkan rasa aman dan nyaman itu,” cerita Putri.

Tidak ada yang lebih menyenangkan berada bekerja bersama perempuan-perempuan hebat dalam bidang masing-masing, menghidupkan kisah perjuangan perempuan, dan ada ruang keterbukaan untuk saling bertukar visi kreatif maupun perasaan. Keterbukaan ini menjadi hal yang sangat dijaga Kamila selama proses penggarapan film Empat Musim Pertiwi.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 5

(Kamila) Embellished Dress, Pamela Usanto. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Gaun, Stella Rissa. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.


“Memang saya ingin Putri bisa membicarakan apa saja dengan saya, merasakan apa saja, dan bisa mengungkapkan pendapatnya tentang apa saja, begitu pun sebaliknya. Jadi, dialog yang terus mengalir ini memang kami jaga selama proses pembuatan film ini,” ungkap Kamila.

Lingkungan seperti ini yang konsisten dibangun oleh Kamila. Kilas balik ke momen-momen awal Kamila menggarap film, keterlibatan rekan-rekan perempuan di dalam prosesnya, memberi ruang aman dan nyaman bagi Kamila berkarya, di tengah industri film yang terasa maskulin. Pengalamannya didukung secara penuh oleh perempuan-perempuan dalam tim, membuatnya lebih mudah untuk berkarya secara total.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 6

(Kamila) Baka White Floral Beskap Selendang & Draped Skirt, Lulu Lutfi Labibi. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Baka Hitam Bralette & Mawar Organza Embroidery Draped Skirt, Lulu Lutfi Labibi. Sepatu, Christin Wu. Aksesori, Tiffany & Co.


Di sisi lain, melihat sesama perempuan di lokasi, saling mendukung dalam proses penggarapan film ini, Putri teringat dengan peran ibu dan kedua adiknya yang, sampai hari ini, menjadi sahabat terbaiknya. Hubungan dinamis yang memperkaya sekaligus menguatkan antara Putri dan kedua adiknya ini menjadi kuncian sang aktor dalam menjalani kehidupan dengan segala peran yang dijalani.

“Saya merasa selalu didengarkan sama mereka, selalu dirayakan sama mereka. Kalau saya lagi jatuh, mereka adalah orang pertama yang ada bagi saya, selain ibu. Saya pun juga berusaha untuk selalu ada untuk mereka. Walaupun hidupnya sudah pisah-pisah tetapi tetap berkomunikasi, saling menguatkan satu sama lain. Jadi, kalau tidak ada mereka, tidak terbayangkan sih,” ungkap Putri.

Kamila Andini & Putri Marino - Photo 7

(Kamila) Oversized Blazer, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.
(Putri) Embellished Gown, Jan Sober. Aksesori, Tiffany & Co.


Celebrating Women’s Strength

“Kita tahu bahwa di Indonesia itu ketidakadilan banyak bentuknya dan yang terjadi di Pertiwi itu hanya salah satunya. Mungkin kita pernah berada di situasi yang kita tidak tahu bisa melakukan apa untuk semua hal yang terjadi, tetapi di film ini, kita akan menemukan kekuatan-kekuatan yang tidak terduga,” ujar Kamila.

Film ini juga menggambarkan betapa berharganya sebuah kepercayaan untuk dijaga dan pentingnya seseorang saat ia merasa dipercaya akan kebenaran yang dilakukan. Namun, melihat Pertiwi dan tokoh-tokoh perempuan dalam film ini, Putri melihat bagaimana, pada akhirnya, setiap perempuan perlu terus mengasah kemampuan untuk mengandalkan dan merawat diri sendiri sebagai cara bertahan hidup di tengah ketidakpastian dunia.





Cover Digital | © 2026 Herworld Indonesia