Food & Travel

Nostalgia Lintas Generasi di Gaia Music Festival 2026

By : Vanessa Masli - 2026-08-25 10:00:01 Nostalgia Lintas Generasi di Gaia Music Festival 2026

Tak ada kombinasi yang lebih menyenangkan, pemandangan hijau dan udara sejuk ditemani dengan pertunjukan musik yang bikin suasana semakin nyaman. Pengalaman ini yang konsisten dihadirkan The Gaia Hotel Bandung melalui perhelatan Gaia Music Festival. Memasuki tahun kelima festival ini, Gaia Music Festival 2026 hadir mengangkat tema ‘Music for All’ dengan tujuan menghadirkan pengalaman musik yang dapat dinikmati semua generasi. 

Dari pop hingga jazz, Gaia Music Festival 2026 ini menjadi panggung beragam genre musik yang mewarnai fase-fase hidup di berbagai generasi. Selama dua hari, 14-15 Agustus 2026, para tamu disuguhkan pengalaman yang tak hanya nyaman didengar tetapi juga menghangatkan hati di tengah sejuknya pegunungan Bandung.


Pengalaman Apik Dibuka Sangat Manis


Perhelatan Gaia Music Festival tahun ini dibuka dengan sangat manis melalui penampilan Bass G Feat Song Brothers di Endless Stage, tangga ikonis The Gaia Hotel Bandung yang berlatar pemandangan hutan Bandung. Para tamu yang hadir justru diajak untuk sejenak menikmati suasana yang mengawali perjalanan musik mereka di festival ini. 


(Penampilan Bass G Feat Song Brothers di Endless Stage. Foto: Dok. Gaia Music Festival)


Malam pertama menjelang, udara semakin dingin, tetapi suasana di Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung semakin terasa hangatnya. Penampilan dari trio jazz elektronik, Littlefingers mengawali rangkaian pengalaman musik yang imersif pada malam pertama Gaia Music Festival. Dilanjutkan dengan penampilan Teddy Adhitya yang membawakan beberapa karya hitsnya seperti Kembalikanku, Caraku Caramu, dan singel terbarunya, Sombar, lagu yang ia ciptakan untuk mendiang ayahnya.



(Teddy Adhitya bawakan lagu terbarunya, Sombar. Foto: Dok. Gaia Music Festival)



(Penampilan Keubitbit di Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung. Foto: Dok. Gaia Music Festival)


Grup musik etnik, Keubitbit turut meramaikan malam pertama Gaia Music Festival 2026. Selama satu jam, Keubitbit membawa penonton semangat pesisir Sumatra dalam kemasan musik etnik kontemporer. Lagu Akulah Malaka, yang menceritakan tentang sejarah dan kekayaan maritim Selat Malaka, juga turut dibawakan dalam penampilan Keubitbit. 


Malam pertama ditutup dengan lagu-lagu penuh nostalgia yang dibawakan oleh RAN. Mulai dari Pandangan Pertama, Melawan Dunia, hingga Dekat di Hati, para penonton tak hanya diajak bernyanyi bersama, tetapi trio beranggotakan Rayi, Asta, dan Nino ini justru mengajak penonton turut berdiri dan bergoyang dengan alunan nada yang mewarnai masa-masa muda mereka.


(Penampilan RAN menutup malam pertama Gaia Music Festival. Foto: Dok. Gaia Music Festival)


Terdengar Familier, Terasa Berbeda


Cuacanya lebih dingin dari malam pertama, tetapi suasana di Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung justru terasa lebih hangat dan intim. Dengan komitmennya menghadirkan beragam genre musik untuk dinikmati semua tamu yang hadir, berbagai usia, malam kedua Gaia Music Festival 2026 tak kalah menyenangkan dan menghangatkan. 


Bass G Feat Song Brothers kembali menemani matahari yang terbenam melalui penampilannya di Endless Stage. Saksofonis ternama, Damez Nababan turut meramaikan panggung Bass G dan Song Brothers dalam beberapa lagu. Malam menjelang, panggung Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung dibuka dengan penampilan Love Is, grup musik jazz kontemporer yang dibentuk oleh komposer Jason Mountario.


(Kolaborasi Bass G Feat Song Brothers dan saksofonis, Damez Nababan. Foto: Dok. Gaia Music Festival)


Adikara meramaikan malam kedua Gaia Music Festival dengan membawakan lagu-lagu hitsnya seperti Katakan Saja, Rindu, dan Primadona. Semakin malam, setiap sudut Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung mulai terisi penuh. Datang dari berbagai daerah, ada juga dari luar negeri, bersama keluarga maupun pasangan, malam kedua festival ini benar-benar dipenuhi oleh tamu-tamu lintas generasi.


(Adikara membawakan lagu hitsnya, Primadona. Foto: Dok. Gaia Music Festival)


Penampilan Karimata menjadi salah satu yang dinantikan para penonton. Grup musik jazz legendaris ini turut menggandeng penyanyi asal Bandung, Tiara Effendy yang membawakan beberapa lagu hits mereka seperti Hari Ini Milik Kita dan Masa Kecil. Rangkaian Gaia Music Festival 2026 ditutup dengan penampilan GIGI Jazz Project. Terdengar familier, penampilan enerjik Armand Maulana membawakan karya-karya hits band legendaris satu ini, sentuhan jazz justru membuat setiap nada terasa berbeda.

Mulai dari lagu Nakal yang membakar semangat penonton di tengah dinginnya malam hingga suasana yang semakin romantis dengan lantunan saksofon saat lagu 11 Januari dibawakan, GIGI Jazz Project menghadirkan perpaduan musik segar untuk menutup Gaia Music Festival tahun ini. 



(Penampilan Karimata bersama Tiara Effendy. Foto: Dok. Gaia Music Festival)



(Armand Maulana dan Dewa Budjana di panggung Gaia Music Festival 2026. Foto: Dok. Gaia Music Festival)


Melalui Gaia Music Festival 2026, musik kembali menjadi ruang pertemuan bagi semua orang. Sebuah pengalaman yang memadukan alam dan musik, kemudian menciptakan kebersamaan, Gaia Music Festival 2026 secara konsisten memastikan setiap penonton membawa pulang pengalaman tersebut secara utuh. Mungkin, tahun depan, giliran kamu menikmati musik ditemani suasana alam di Gaia Music Festival tahun depan?



Food & Travel