Life & Health

PURANA Rayakan 17 Tahun Berkarya Lewat Renjana Perca

By : Stephanie Tanggara - 2026-08-17 10:20:02 PURANA Rayakan 17 Tahun Berkarya Lewat Renjana Perca

Memasuki usia ke-17, rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia, PURANA merayakan perjalanan kreatifnya melalui “PURANA 17: Renjana Perca”, sebuah instalasi seni kolaboratif yang mempertemukan fashion, seni, budaya, dan gagasan ekonomi sirkular.

Berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, perayaan ini menghadirkan kembali jejak kolaborasi PURANA bersama para seniman Indonesia selama hampir dua dekade. Mengusung semangat “Kemerdekaan Berkarya”, “Renjana Perca” menjadi ruang untuk melihat bagaimana karya seni dan fashion dapat berjalan beriringan dalam menerjemahkan kekayaan Nusantara. 



(PURANA 17: Renjana Perca. Dok.Purana)


Menjadi bentuk konsistensi PURANA dalam menghadirkan kekayaan budaya, flora, dan fauna Nusantara melalui motif dan karya, perayaan ini diterjemahkan ke dalam sebuah instalasi yang melibatkan 12 seniman dari berbagai generasi, yaitu Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra “HeHe” Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Agfiani, Francisca “Kika” Puspitasari, Hana Surya, Rosyid Akhmadi, Arief Susanto, dan Savirra Lavinia. Selama 17 tahun, para seniman tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan kreatif PURANA, mulai dari menerjemahkan berbagai gagasan ke dalam motif hingga turut membangun identitas visual brand.

Kolaborasi tersebut hadir melalui The Living Archive, instalasi museum-style yang memanfaatkan arsip dan limbah kain dari perjalanan 17 tahun PURANA.


(PURANA 17: Renjana Perca. Dok.Purana)

Di dalam ruang yang sama, PURANA juga memperkenalkan gagasan ekonomi sirkular melalui pendekatan yang mengolah kembali material. Salah satunya ditampilkan melalui demonstrasi Waste-to-Weave yang dipimpin langsung oleh Founder & Chief Creative Officer PURANA, Nonita Respati, yang memperlihatkan proses pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain siap pakai. Proses tersebut menjadi gambaran bagaimana material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat kembali masuk ke dalam proses kreatif dan memiliki nilai baru.




(PURANA 17: Renjana Perca. Dok.Purana)

Konsep keberlanjutan juga diterapkan pada struktur instalasi “Renjana Perca”. Berkolaborasi dengan seniman spasial Arief Susanto dan DusDukDuk, ruang pamer ini menggunakan 100 persen kardus daur ulang. Struktur tersebut dirancang agar dapat digunakan kembali setelah acara, sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah yang dihasilkan dari sebuah perhelatan.

Melalui pameran ini, PURANA tidak hanya mengajak pengunjung melihat karya, tetapi juga menelusuri hubungan antara kain, seniman, material, dan cerita yang telah dibangun selama 17 tahun. “Renjana Perca” memperlihatkan bahwa sebuah karya dapat terus mengalami transformasi ketika dipertemukan dengan perspektif dan medium yang berbeda.


(PURANA 17: Renjana Perca. Dok.Purana)

Pada akhirnya, “Kemerdekaan Berkarya” menjadi tentang ruang untuk terus bereksplorasi, baik melalui seni, fashion, material maupun gagasan. Lewat “Renjana Perca”, 17 tahun perjalanan PURANA dihadirkan bukan hanya sebagai arsip masa lalu, tetapi sebagai karya yang terus hidup dan dapat dilihat kembali dari perspektif baru.

Datang dan temukan lebih dekat bagaimana seni, budaya, serta gagasan ekonomi sirkular berpadu dalam sebuah pameran yang perayaan “Kemerdekaan Berkarya”.


Life & Health