Film Inside Out dan Inside Out 2 sama-sama mengangkat kehidupan Riley melalui berbagai emosi yang tinggal di dalam pikirannya. Meski memiliki karakter utama yang sama, film kedua memperkenalkan sejumlah emosi baru yang menggambarkan perubahan Riley ketika memasuki masa remaja.
Berikut daftar lengkap karakter dan emosi yang mereka wakili dalam Inside Out 2.
- Joy, kebahagiaan
- Sadness, kesedihan
- Anger, kemarahan
- Fear, ketakutan
- Disgust, jijik
- Anxiety, kecemasan
- Envy, iri
- Ennue, kebosanan
- Embarrassment, rasa malu
- Nostalgia
Berikut perbedaan karakter dalam kedua film tersebut.

Joy atau Kebahagiaan menjadi salah satu karakter utama sejak film pertama. Ia optimistis dan selalu berusaha membuat Riley merasa bahagia. Dalam Inside Out 2, Joy mulai memahami bahwa Riley tidak harus selalu bahagia karena setiap emosi memiliki peran dalam membentuk dirinya.

Sadness atau Kesedihan pada awalnya dianggap sebagai emosi yang perlu dikendalikan. Namun, perjalanan dalam film pertama menunjukkan bahwa kesedihan justru penting untuk membantu Riley menerima perasaannya dan mendapatkan dukungan dari orang lain. Di film kedua, Sadness tetap menjadi bagian penting dari keseimbangan emosional Riley.
.jpg)
Ketiga emosi ini hadir sejak Inside Out dan kembali muncul dalam sekuelnya. Anger menggambarkan kemarahan, Fear berusaha melindungi Riley dari bahaya, sedangkan Disgust membantu Riley menghindari hal-hal yang dianggap tidak menyenangkan. Dalam Inside Out 2, ketiganya harus menghadapi perubahan sistem emosi Riley akibat masa remaja.

Anxiety atau Kecemasan merupakan karakter baru yang paling menonjol dalam Inside Out 2. Ia memiliki tujuan untuk mempersiapkan Riley menghadapi berbagai kemungkinan buruk di masa depan. Sayangnya, keinginannya untuk membuat Riley selalu siap justru dapat membuat Riley merasa kewalahan.
Inside Out 2 juga memperkenalkan Envy atau Iri, Ennui atau Kebosanan, serta Embarrassment atau Rasa Malu. Ketiga karakter ini menggambarkan pengalaman emosional yang semakin kompleks ketika Riley tumbuh menjadi remaja. Kehadiran mereka membuat kehidupan emosional Riley menjadi lebih beragam dibandingkan saat ia masih kecil.
(Baca juga: Jadi Film Asia Pertama Pixar, Ini Fakta Seputar Turning Red)
Pada akhirnya, perbedaan karakter dalam Inside Out dan Inside Out 2 menunjukkan perkembangan Riley dari masa kanak-kanak menuju remaja. Jika film pertama lebih banyak membahas penerimaan terhadap emosi dasar, film kedua memperlihatkan bagaimana emosi menjadi semakin kompleks seiring bertambahnya usia.
(Penulis: Sania Zelikha)