Menata rambut dengan alat catok memang menjadi cara praktis untuk mendapatkan tampilan yang rapi dan menarik. Namun, paparan suhu panas yang terlalu sering dapat membuat rambut menjadi kering, kusam, hingga mudah patah jika tidak disertai perawatan yang tepat.
Memilih catokan rambut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Alat yang tepat tidak hanya membantu menciptakan gaya rambut yang rapi dan tahan lama, tetapi juga dapat mengurangi risiko kerusakan akibat paparan panas berlebih. Saat ini, tersedia berbagai jenis catokan dengan fitur dan teknologi yang berbeda-beda sehingga penting bagi kamu untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhan rambut.
Berikut beberapa tips memilih catokan rambut yang bisa menjadi panduan sebelum membeli.
- Pilih material pelat yang sesuai dengan jenis rambut
- Pastikan memiliki pengaturan suhu
- Sesuaikan ukuran pelat dengan kebutuhan styling
- Perhatikan fitur keamanan
- Pilih catokan dengan teknologi pelindung rambut
- Sesuaikan dengan anggaran dan frekuensi penggunaan
Karena itu, ada beberapa rutinitas sederhana yang sebaiknya kamu lakukan sebelum mulai menggunakan alat catok. Dengan langkah yang benar, rambut tidak hanya terlihat indah, tetapi juga tetap sehat dalam jangka panjang.
.jpg)
Sebelum menggunakan catokan, pastikan rambut sudah benar-benar kering. Rambut yang masih lembap lebih rentan mengalami kerusakan ketika terkena suhu panas. Jika terburu-buru, kamu bisa mengeringkannya menggunakan hair dryer dengan suhu sedang hingga tidak ada lagi bagian rambut yang basah.
Heat protectant merupakan produk yang wajib digunakan sebelum mencatok rambut. Produk ini membantu melapisi batang rambut sehingga paparan panas tidak langsung merusak kutikula rambut. Semprotkan atau oleskan secara merata, terutama pada bagian tengah hingga ujung rambut yang cenderung lebih mudah kering.
.jpg)
Rambut yang kusut dapat membuat proses mencatok menjadi kurang maksimal. Selain itu, catokan juga bisa tersangkut dan menyebabkan rambut tertarik hingga patah. Sisirlah rambut secara perlahan menggunakan sisir bergigi jarang agar helaian rambut lebih rapi dan mudah ditata.
Membagi rambut menjadi beberapa bagian akan mempermudah proses mencatok. Cara ini juga membantu panas tersebar lebih merata sehingga kamu tidak perlu mengulang catokan berkali-kali pada bagian yang sama. Semakin sedikit pengulangan, semakin kecil pula risiko rambut mengalami kerusakan akibat panas.
.jpg)
Tidak semua jenis rambut membutuhkan suhu yang sama. Rambut tipis umumnya cukup menggunakan suhu yang lebih rendah, sedangkan rambut tebal atau bergelombang dapat menggunakan suhu yang sedikit lebih tinggi. Menggunakan suhu sesuai kebutuhan akan membantu menjaga kesehatan rambut tanpa mengurangi hasil penataan.
Sebelum mencatok, hindari penggunaan produk berbahan dasar air yang membuat rambut kembali lembap. Sebaiknya gunakan produk yang memang diformulasikan untuk perlindungan panas agar hasil catokan lebih tahan lama dan rambut tetap terasa ringan.
Meskipun digunakan setelah proses mencatok selesai, menyiapkan serum rambut sejak awal juga menjadi bagian dari rutinitas yang penting. Serum dapat membantu mengembalikan kelembapan, mengurangi tampilan rambut mengembang, sekaligus memberikan kilau alami setelah rambut selesai ditata.
(Baca juga: Wah! 7 Perawatan Rambut Kering dengan Mudah)
Melakukan rutinitas sederhana sebelum mencatok dapat membantu menjaga rambut tetap sehat meskipun sering menggunakan alat styling. Dengan memastikan rambut kering, menggunakan heat protectant, mengatur suhu yang tepat, serta memberikan perawatan setelah mencatok, kamu bisa mendapatkan hasil rambut yang rapi tanpa harus mengorbankan kesehatan rambut.
(Penulis: Sania Zelikha)