Fashion

Fred Perry DNA Night 2026, Perayaan Fashion dan Subkultur

By : Girah Ababyl M.K. - 2026-10-21 17:00:01 Fred Perry DNA Night 2026, Perayaan Fashion dan Subkultur

Fred Perry membawa warisan sportswear Inggris ke tengah skena kreatif Jakarta melalui DNA Night 2026. Gelaran istimewa ini mempertemukan gaya ikonis, musisi lintas genre, dan komunitas dalam perayaan identitas yang terus berevolusi dari generasi ke generasi.



(Momen Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


Pengaruh fashion tidak selalu berhenti pada apa yang terlihat di runway atau koleksi terbaru. Dalam perjalanan Fred Perry, gaya justru berkembang melalui lapangan tenis, jalanan, hingga skena musik yang membentuk karakter berbagai subkultur. Latar belakang inilah yang menjadi benang merah Fred Perry DNA Night 2026, yang berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan.

Mengusung semangat sport, music, dan subculture, acara ini menyoroti bagaimana identitas Fred Perry terus menemukan relevansinya di luar akar olahraga. Lima hero styles menjadi pusat narasi, mulai dari The Fred Perry Shirt, The Tennis Bomber, The Taped Track Jacket, The Barrel Bag, hingga The Tennis Shoe. Masing-masing membawa karakter khas brand sekaligus merepresentasikan pergeseran sportswear menjadi bagian dari gaya sehari-hari.


Lima Hero Styles dengan Karakter Ikonis



(Momen Grrrl Gang di perayaan Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


The Fred Perry Shirt tetap menjadi salah satu elemen paling khas melalui detail twin-tipped collar dan Laurel Wreath yang melekat pada identitas brand. Sementara itu, The Tennis Bomber dan The Taped Track Jacket memperlihatkan sisi sportswear yang lebih kasual, dengan siluet serta detail yang lekat dengan gaya jalanan.

Melengkapi keduanya, The Barrel Bag dan The Tennis Shoe memperluas interpretasi gaya Fred Perry melalui aksesori dan alas kaki yang menggabungkan fungsi dengan karakter visual yang kuat. Kelima pieces ini memperlihatkan bagaimana elemen klasik dapat terus dikenakan dalam konteks yang berbeda, mengikuti perubahan selera dan dinamika komunitas.

Bagi Fred Perry, hero styles bukan sekadar penanda estetika, melainkan bagian dari perjalanan brand yang menghubungkan olahraga dengan musik dan subkultur. Unita Fatimah, Brand Manager Fred Perry Indonesia, menjelaskan bahwa gaya-gaya tersebut telah diadopsi oleh berbagai generasi dan menjadi representasi evolusi Fred Perry dari sportswear menuju streetwear.


(Baca juga: Tampil Modis! Ini Padu Padan High-Rise Jeans)


Dari Panggung Musik hingga Kultur Independen



(Penampilan The Adams di panggung Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


Semangat subkultur dalam DNA Night 2026 semakin terasa melalui jajaran musisi yang hadir. MERAK membawa nuansa vintage psychedelic rock dan alternative, sementara Alkateri memadukan indie-pop dengan sentuhan shoegaze dan ambient post-rock.

Grrrl Gang, grup asal Yogyakarta yang dikenal melalui pendekatan guitar-driven dan estetika DIY, turut meramaikan panggung bersama The Adams dan Agrikulture. Perbedaan karakter musik para penampil menghadirkan gambaran tentang lanskap kreatif yang beragam, tempat setiap musisi membangun identitas melalui suara dan pendekatan artistik masing-masing.



(MERAK turut meriahkan panggung Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


Hubungan Fred Perry dengan musik menjadi relevan dalam konteks ini. Ketika sebuah brand memiliki keterkaitan dengan komunitas dan skena tertentu, identitasnya berkembang melalui cara orang-orang tersebut mengenakan, memadukan, dan memaknai produknya. Fashion pun menjadi bagian dari ekspresi yang lebih luas, berdampingan dengan selera musik dan afiliasi kultural.


Aktivasi Interaktif dalam Nuansa Urban Forest


Bertempat di Urban Forest Cipete, DNA Night 2026 turut menghadirkan pengalaman yang melampaui pertunjukan musik. Immersive tunnel dengan elemen visual Fred Perry menjadi salah satu instalasi yang menyambut pengunjung, sementara photobooth memberi ruang untuk mengabadikan momen sepanjang acara.



(Instalasi Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


Koneksi dengan akar olahraga brand juga diterjemahkan melalui tennis table activation. Aktivitas ini membawa referensi olahraga raket ke suasana yang lebih kasual, sekaligus menjadi titik temu bagi pengunjung untuk berpartisipasi di luar agenda panggung.

Menjelang malam, atmosfer acara berkembang melalui pilihan musik dari SCRUBS!, Glasloop, dan Trip Do Brasil. Spektrum disco, house, hypnotic grooves, hingga musik Brasil melengkapi rangkaian pengalaman yang mempertemukan berbagai karakter dalam satu ruang.


(Baca juga: 5 Style Monokrom Elegan untuk Penampilan Modern)


Menyambut 75 Tahun Fred Perry



(Penampilan The Adams di panggung Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


Fred Perry DNA Night 2026 juga menjadi bagian dari perjalanan menuju perayaan ulang tahun ke-75 brand tersebut pada 2027. Didirikan pada 1952 oleh legenda tenis Inggris dan juara Wimbledon tiga kali, Fred Perry membangun identitasnya dari dunia olahraga sebelum berkembang menjadi nama yang lekat dengan musik dan subkultur.



(Momen Trip Do Brasil di Fred Perry DNA Night 2026. Foto: Dok. Fred Perry)


Perjalanan itu menunjukkan bagaimana gaya klasik dapat bertahan tanpa harus terlepas dari perubahan zaman. The Fred Perry Shirt, track jacket, hingga tennis shoes tetap membawa akar desainnya, tetapi interpretasi dan konteks pemakaiannya terus bergerak bersama generasi yang berbeda.

Melalui DNA Night 2026, Fred Perry Indonesia menempatkan warisan tersebut dalam konteks skena kreatif lokal. Pertemuan musisi, komunitas, dan hero styles menjadi pengingat bahwa identitas sebuah brand tidak hanya dibentuk oleh sejarah yang dibawanya, tetapi juga oleh kultur yang terus tumbuh di sekelilingnya.



Fashion