Fashion selalu berkembang seiring perubahan perspektif. Lebih dari sekadar siluet dan material, dunia mode juga menjadi ruang bagi para kreator untuk menerjemahkan gagasan, mengeksplorasi identitas, dan menghadirkan pendekatan estetika yang melampaui batas konvensional.
Semangat tersebut tercermin dalam NEW MODE, bagian dari Senayan City Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit. Melalui empat presentasi kreatif, NEW MODE mengeksplorasi persinggungan fashion dengan fotografi, teknologi, dan sinema, sekaligus memperlihatkan bagaimana perbedaan perspektif dapat melahirkan interpretasi desain yang segar.
Dari permainan tekstur yang ekspresif hingga siluet bernuansa resort, simak lima highlight yang menarik perhatian dari perhelatan fashion tahun ini.

Dua perspektif kreatif bertemu dalam ddrue, label baru yang diperkenalkan Dana Maulana dari Danjyo Hiyoji dan Dery Rizkianto dari The Rizkianto. Menggabungkan desain yang berani dan eksploratif dengan kekayaan detail serta kemewahan tekstur, ddrue menghadirkan karakter visual yang distinctive.
Perpaduan tersebut menempatkan detail sebagai elemen penting dalam membangun identitas desain. Ada keberanian untuk bereksperimen, tetapi juga perhatian pada tekstur yang memperkaya karakter setiap rancangan.

Kehadiran ddrue menjadi salah satu sorotan NEW MODE, sekaligus menunjukkan bagaimana pertemuan dua pendekatan kreatif dapat membuka jalan bagi identitas baru dalam lanskap fashion Indonesia.
(Baca juga: Zendaya dan On Hadirkan Koleksi Kedua dengan Performa Baru)

Fashion tidak hanya bercerita melalui busana yang dikenakan, tetapi juga melalui cara sebuah karya dipotret dan dipersepsikan. Gagasan ini menjadi inti “In Translation”, eksplorasi visual yang mempertemukan Studio Vian Heritage dengan Ray Gracious.
Melalui medium fotografi, identitas dan cerita yang biasanya diterjemahkan lewat siluet serta material memperoleh dimensi baru. Fashion tidak lagi semata-mata menjadi objek visual, melainkan bagian dari narasi yang dibangun melalui gambar, komposisi, dan perspektif.

Pendekatan ini memperlihatkan eratnya hubungan antara fashion dan storytelling. Sebuah busana dapat memiliki karakter tersendiri, tetapi cara ia dihadirkan secara visual turut menentukan bagaimana cerita di baliknya diterima oleh audiens.

Estetika era 1980-an kembali menjadi titik eksplorasi dalam “XS”, presentasi DIBBA bersama Purwarupa. Kali ini, nuansa glamor yang identik dengan dekade tersebut dipertemukan dengan pendekatan material dan konstruksi dari dunia teknologi.
Hasilnya adalah interpretasi yang mengeksplorasi kembali siluet dan karakter fashion melalui perspektif berbeda. Referensi retro tidak sekadar menjadi nostalgia, tetapi juga landasan untuk mengembangkan gagasan desain yang lebih eksperimental.

Perpaduan estetika dan teknologi ini menjadi pengingat bahwa inspirasi dalam fashion dapat datang dari luar dunia mode. Dengan mengolah referensi yang telah dikenal melalui pendekatan baru, desainer memiliki ruang untuk menciptakan karakter visual yang lebih berani dan relevan dengan perkembangan zaman.
(Baca juga: Simak Momen Istimewa JIM Models 20 Years Beyond The Runway)

Bagi Yosafat Dwi Kurniawan, dunia sinema menjadi sumber inspirasi untuk “Elsewhere”, sebuah eksplorasi fashion yang berangkat dari film Arisan! 2 karya Nia Dinata.
Koleksi ini membawa nuansa resort yang relaxed namun tetap stylish, dengan semangat perjalanan dan kebebasan yang diterjemahkan melalui pendekatan effortless sophistication. Kesan santai hadir berdampingan dengan karakter elegan, menciptakan interpretasi gaya yang terasa ringan tanpa kehilangan daya tariknya.

Resortwear memiliki pesona tersendiri karena mampu menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan dan estetika. Lewat “Elsewhere”, suasana yang dibangun dalam sinema diterjemahkan menjadi perspektif fashion yang mengedepankan karakter, atmosfer, dan kebebasan berekspresi.
Jika ada satu benang merah yang menyatukan seluruh presentasi NEW MODE, jawabannya adalah keberanian untuk mengeksplorasi kemungkinan di luar pendekatan yang sudah dikenal. Fashion bertemu fotografi untuk membangun narasi visual, teknologi membuka perspektif baru terhadap material dan konstruksi, sementara sinema menghadirkan inspirasi melalui karakter serta atmosfer.

Perhelatan ini turut dimeriahkan oleh penampilan Tuan TigaBelas yang membawakan dua lagu orisinal, serta Ary Kirana, mantan anggota grup Warna, yang tampil bersama Tuan TigaBelas dalam interpretasi lagu “Cinta Terlarang” dari film Arisan!.
Menurut Halina, Leasing & Marketing Communication Director Senayan City, kreativitas akan terus berkembang ketika berbagai perspektif dipertemukan. Gagasan tersebut sejalan dengan semangat NEW MODE untuk membuka kemungkinan baru dalam melihat dan menerjemahkan fashion.

Memasuki edisi ke-20, Fashion Nation kembali menegaskan posisinya sebagai ruang bagi eksplorasi dan perkembangan kreativitas fashion Indonesia. Melalui NEW MODE, Senayan City menghadirkan perspektif bahwa inovasi tidak selalu berarti meninggalkan apa yang telah ada, melainkan berani menafsirkannya kembali dengan cara yang berbeda.
Sebab, dalam fashion, karakter yang kuat tidak hanya lahir dari apa yang terlihat, tetapi juga dari ide dan keberanian untuk mengeksplorasi sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya.