Geneva Watch Days 2025 menjadi panggung bagi Bvlgari untuk memukau para pencinta horologi dengan koleksi terbarunya. Dalam acara yang digagas oleh CEO LVMH Watches, Jean-Christophe Babin, Bvlgari menghadirkan pameran retrospektif yang merayakan perjalanan epik lini Octo Finissimo dan memperkenalkan babak baru dari lini Bvlgari Bronzo.
Setiap jam tangan Octo Finissimo adalah perpaduan sempurna antara pencapaian teknis dan pernyataan kreatif. Selama 11 tahun, koleksi ini berhasil mencatat sepuluh rekor dunia yang mengesankan. Pameran ini menampilkan model-model ikonis yang telah menandai perjalanan Bvlgari, mulai dari Octo Finissimo Tourbillon 2014 yang memiliki kaliber setipis 1,95 mm, hingga Octo Finissimo Ultra Tourbillon yang diperkenalkan pada April 2025 dengan ketebalan case hanya 1,85 mm.

Bvlgari juga menunjukkan komitmennya dalam eksplorasi material. Selain emas dan platinum, Bvlgari menggunakan baja, titanium, karbon, keramik, dan tungsten carbide untuk terus mendorong batasan dalam pembuatan jam tangan ultra-tipis. Beberapa pencapaian penting yang dipamerkan meliputi:
(Baca juga: Perbedaan Jas dan Blazer, Pilihan Tepat untuk Setiap Acara!)

Sebagai kanvas artistik, Octo Finissimo telah menjadi medium bagi berbagai seniman. Tahun ini, Bvlgari berkolaborasi dengan seniman kelahiran Korea, Lee Ufan, yang dikenal karena karyanya yang mengeksplorasi hubungan antara kesadaran manusia, alam, dan alam semesta. Kolaborasi ini menghasilkan Octo Finissimo Lee Ufan x Bvlgari, sebuah jam tangan edisi terbatas 150 buah. Desainnya terinspirasi dari kontras antara batu dan cermin, sebuah tema sentral dalam karya Lee Ufan. Jam tangan berbahan titanium ini memiliki permukaan yang di-finishing secara manual dan ditandai dengan tanda tangan Lee Ufan di bagian belakangnya.

Bvlgari juga menunjukkan keberaniannya dalam mengolah material langka, seperti marmer. Meskipun sulit untuk dibentuk, Bvlgari berhasil mengintegrasikan marmer biru tua dari tambang Italia ke dalam jam tangan Octo Finissimo Tourbillon Marble. Jam tangan ini memiliki ketebalan 4,85 mm dan ditenagai oleh kaliber BVL 268 yang menawarkan cadangan daya 52 jam.
(Baca juga: Mario Minardi Hadirkan Koleksi Baru Sepatu Kulit Khas Italia)

Di samping lini Octo, Bvlgari memperkenalkan lini Bvlgari Bronzo, sebuah babak baru dalam koleksi Bvlgari Aluminium yang menggunakan perunggu untuk pertama kalinya. Menurut Jonathan Brinbaum, Managing Director Bvlgari Watches, perunggu adalah material yang "hidup" karena patinanya akan berevolusi seiring waktu, menjadikan setiap jam tangan unik.
Koleksi ini hadir dalam dua model yang berkarakter kuat:
Bvlgari Bronzo mewakili evolusi dari koleksi Aluminium yang ikonis, menawarkan ekspresi baru dari jam tangan yang dikenal karena kontrasnya yang berani dan siluetnya yang langsung dikenali. Jam tangan ini dirancang bagi para kolektor yang menghargai desain khas, serta mereka yang bersemangat dalam setiap langkah kehidupan.
So, dengan berbagai inovasi dan desain yang memukau dari lini Bvlgari Octo Finissimo dan Bvlgari Bronzo, which one has captured your heart the most?