Serum dengan bahan aktif seperti retinol, niacinamide, vitamin C, hingga AHA/BHA kini semakin populer karena manfaatnya yang efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit. Namun, penggunaan serum aktif tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu perlu memahami cara mempersiapkan kulit agar hasilnya maksimal dan meminimalkan risiko iritasi.
Dalam dunia perawatan kulit, serum menjadi salah satu produk favorit karena kandungan bahan aktifnya yang lebih kuat dibandingkan pelembap biasa. Namun, banyaknya jenis serum dengan klaim berbeda sering membuat kamu bingung saat memilih produk yang sesuai. Supaya tidak salah pilih, penting untuk memahami terlebih dahulu ciri-ciri serum berbahan aktif dan bagaimana cara mengenalinya. Dengan begitu, kamu bisa menentukan serum yang paling tepat untuk kebutuhan kulit kamu.
Biasanya, produk berkualitas menggunakan botol gelap atau kedap cahaya untuk melindungi bahan aktif dari oksidasi yang bisa menyebabkan khasiatnya menurun. Lalu, serum dengan bahan aktif biasanya memiliki aturan pakai yang lebih spesifik, seperti anjuran digunakan pada malam hari.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai hal-hal yang sebaiknya kamu lakukan sebelum mulai memakai serum berbahan aktif.
_(1).jpg)
Sebelum memilih serum, kamu harus memahami jenis kulitmu terlebih dahulu, apakah termasuk kulit kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif. Kondisi kulit yang berbeda membutuhkan bahan aktif yang berbeda pula. Jika kulitmu cenderung sensitif, sebaiknya pilih bahan aktif yang lembut seperti niacinamide daripada retinol dosis tinggi.
Sebelum mengaplikasikan serum ke seluruh wajah, kamu perlu melakukan patch test. Caranya, oleskan sedikit produk di bagian belakang telinga atau pergelangan tangan. Tunggu selama 24 jam dan perhatikan reaksinya. Jika muncul kemerahan atau rasa perih, artinya kulitmu belum siap menerima bahan aktif tersebut.
Pastikan wajah kamu dalam keadaan bersih sebelum penggunaan serum aktif. Pilih facial wash berformula lembut agar penghalang kulit tetap terjaga. Hindari pembersih yang membuat kulit terasa terlalu kesat, sebab hal itu dapat memicu iritasi ketika bersentuhan dengan bahan aktif.
.jpg)
Kulit yang lembap akan membantu serum bekerja lebih optimal. Setelah membersihkan wajah, kamu bisa menggunakan toner hydrating atau essence sebelum mengaplikasikan serum aktif. Langkah ini membantu meminimalkan risiko kering atau mengelupas.
Ketika memakai serum aktif, kamu tidak perlu mencampurkan terlalu banyak bahan aktif lain dalam satu waktu. Contohnya, hindari penggunaan AHA/BHA bersamaan dengan retinol jika kamu belum terbiasa, karena dapat meningkatkan risiko kulit menjadi iritasi. Sebaiknya gunakan secara bertahap dan fokus pada satu tujuan perawatan.
Beberapa bahan aktif seperti retinol dan AHA/BHA lebih baik digunakan pada malam hari karena membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika kamu tetap ingin memakainya di pagi hari, jangan lupa aplikasikan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk menjaga kulit.
Penggunaan sunscreen adalah hal wajib apabila kamu memakai serum berbahan aktif. Sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat memperburuk kondisi kulit dan menyebabkan hiperpigmentasi. Gunakan sunscreen setiap pagi, dan aplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam.
.jpg)
Jika ini pertama kalinya kamu memakai serum aktif, gunakan satu hingga dua kali seminggu terlebih dahulu. Setelah kulit mulai terbiasa, kamu bisa meningkatkan frekuensi pemakaian secara bertahap. Langkah ini membantu kulit beradaptasi tanpa mengalami guncangan.
(Baca juga: 5 Rekomendasi Serum Mencerahkan Wajah untuk Kulit Sehat)
Menggunakan serum bahan aktif memang memberikan banyak manfaat, tetapi semuanya harus diawali dengan persiapan kulit yang tepat. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu dapat meminimalkan risiko iritasi sekaligus memperoleh hasil maksimal dari produk perawatan kulit pilihanmu.
(Penulis: Sania Zelikha)