Fashion

Purana Rayakan 16 Tahun Perjalanan Seni dan Wastra Indonesia

By : Her World Indonesia - 2025-11-05 11:30:02 Purana Rayakan 16 Tahun Perjalanan Seni dan Wastra Indonesia

Pameran Purana 16 Years: A Tapestry of Nature & Culture resmi dibuka di Cikini82, sebuah rumah bersejarah yang telah direstorasi di kawasan Jakarta Pusat. Acara ini menandai perjalanan panjang Purana selama 16 tahun dalam mengangkat keindahan wastra Indonesia melalui pameran retrospektif dan imersif yang memadukan unsur budaya, kolaborasi, serta inovasi desain kontemporer.

Menurut Nonita Respati, Founder dan Creative Director Purana, bangunan Cikini82 menjadi simbol yang tepat untuk menggambarkan semangat Purana. “Bangunan ini merepresentasikan filosofi kami: menghormati masa lalu sekaligus melangkah ke masa depan,” ujarnya.

Pameran ini dibagi menjadi tiga babak utama, yaitu Pusaka (2009–2021), Titian (2022–2025), dan Langgeng (2025 & Beyond). Ketiganya menghadirkan perjalanan evolusi Purana yang menyatukan nilai tradisi dan inovasi modern.


Babak I: Pusaka – Akar dan Kriya Komunitas



(Pameran Purana 16 Years: A Tapestry of Nature & Culture resmi dibuka di Cikini82. Foto. Dok. Purana)


Di ruang pertama, kamu akan merasakan suasana hangat dengan nuansa sepia dan alunan gamelan. Babak Pusaka menampilkan karya batik dari arsip Purana serta instalasi gulungan kain dengan pola-pola ikonik yang merepresentasikan kolaborasi Purana bersama berbagai komunitas pengrajin.

Kamu juga bisa mencoba mencetak batik dengan cap tradisional, pengalaman langsung yang menghadirkan kedekatan dengan proses kriya Nusantara. Selain itu, terdapat sudut “Art of Jamu” persembahan Deltomed, di mana kamu bisa mencicipi minuman jamu dengan aroma rempah yang khas.


Babak II: Titian – Metamorfosis Seni, Alam, dan Kolaborasi



(Pameran Purana 16 Years: A Tapestry of Nature & Culture resmi dibuka di Cikini82. Foto. Dok. Purana)


Memasuki ruang Titian, suasananya berubah menjadi layaknya hutan hujan tropis yang tenang. Di sini, karya instalasi teater wayang kulit modern hasil kolaborasi dengan perupa Hanafi Kurniawan Sidhartha (HKSIDH/Rembol) tampil menawan. Wayang tersebut menggambarkan flora dan fauna Indonesia dengan sentuhan modern yang sarat filosofi.

Ruang ini juga menampilkan karya dari DUS DUK DUK, yang menciptakan lanskap hutan dari bahan kardus daur ulang. Di tengah ruangan, kamu akan menemukan bar “Elixir” dari Herbana yang menyajikan ramuan herbal dan mocktail menyegarkan simbol harmoni antara tradisi dan gaya hidup modern.


Babak III: Langgeng – Keberlanjutan, Home & Living, dan Arsitektur



(Pameran Purana 16 Years: A Tapestry of Nature & Culture resmi dibuka di Cikini82. Foto. Dok. Purana)


Babak terakhir menghadirkan visi masa depan Purana yang berfokus pada keberlanjutan dan gaya hidup. Di sini, Purana memperkenalkan dua lini baru, yaitu Purana Home & Living dan Puragraph.

Melalui Purana Home & Living, kamu bisa melihat bagaimana wastra Indonesia diterjemahkan menjadi elemen dekorasi rumah, mulai dari sarung bantal hingga piranti makan hasil kolaborasi dengan Sango Ceramics. Konsep ruang ini dikurasi oleh Erika Amalia, wirausahawan desain dengan pengalaman panjang di industri interior.

Sementara itu, Puragraph membawa inspirasi dari arsitektur tradisional Indonesia, terutama bentuk rumah Joglo. Koleksinya terdiri dari kemeja dan outer yang merepresentasikan filosofi ruang, struktur, dan keseimbangan dalam desain arsitektur Nusantara.


Keterlibatan Generasi Muda dan Semangat Keberlanjutan

Pameran ini juga melibatkan mahasiswa sebagai pemandu, memberi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung tentang filosofi desain dan makna di balik karya-karya Purana.

Kolaborasi lintas disiplin dalam pameran ini menjadi bukti komitmen Purana terhadap keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan kreatif. Setiap detail pameran dirancang agar bisa didaur ulang, termasuk instalasi karya DUS DUK DUK.


(Baca juga: Kreasi Kontemporer Purana Dari Motif Khas Indonesia)


Melalui Purana 16 Years: A Tapestry of Nature & Culture, kamu diajak untuk meresapi perjalanan panjang Purana dari akar budaya yang kuat, transformasi kreatif, hingga visi masa depan yang berkelanjutan. Pameran ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan refleksi atas harmoni antara alam, budaya, dan inovasi yang menjadi napas Purana selama 16 tahun berkarya.



(Penulis: Sania Zelikha)



Fashion