Sex & relationship

Penting! Ini 3 Cara Menghadapi “Submarining” Dalam Hubungan

By : Her World Indonesia - 2024-06-06 19:00:01 Penting! Ini 3 Cara Menghadapi “Submarining” Dalam Hubungan

Mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern, tren berkencan juga terus berubah-ubah, ada banyak istilah baru saat ini yang perlu kamu pahami. Salah satu tren yang kini tengah hangat diperbincangkan adalah “submarining date” yang menjadi topik menarik di berbagai platform media sosial dan forum diskusi daring karena kerap dialami banyak orang yang aktif dalam dunia kencan digital.


Submarining date menggambarkan dinamika interaksi yang unik dan kadang membingungkan antara para pencari cinta. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak dari percakapan, kemudian muncul kembali di pesan langsung (DM) seolah-olah tidak ada yang terjadi, tanpa memberikan alasan atau permintaan maaf.


(Baca juga: 5 Cara Ini Efektif Mengembalikan Kepercayaan Pasanganmu)


Fenomena ini dinamai demikian karena menyerupai kapal selam yang menghilang di bawah air dan kemudian muncul kembali di permukaan. Submarining bisa sangat membingungkan dan mengecewakan bagi korban yang ditinggalkan tanpa penjelasan.


Munculnya tren submarining ini bisa dihubungkan dengan berbagai faktor. Salah satunya adalah kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi dalam berkomunikasi, yang memungkinkan kamu dengan mudah memutuskan ingin melanjutkan kontak tanpa konsekuensi nyata. Selain itu, ada juga aspek psikologis ketika pelaku submarining merasa enggan menghadapi konfrontasi atau tanggung jawab emosional yang mungkin timbul dari percakapan yang lebih serius. Akibatnya, mereka memilih cara yang lebih mudah dengan menghilang sementara dan kemudian kembali tanpa penjelasan.


Her World menyediakan tiga cara yang bisa kamu lakukan saat berhadapan dengan situasi ini, simak berikut ini.


1. Menetapkan Batasan yang Jelas


(Pahami dan antisipasi submarining dalam sebuah hubungan. Foto: Dok. Freepik)


Langkah pertama dalam menghadapi submarining adalah menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan yang kamu miliki. Batasan ini tidak hanya melibatkan apa yang kamu terima dan tidak terima dari pasangan, tetapi juga mencakup komunikasi yang jujur dan terbuka. Jika seseorang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan dan kemudian muncul kembali seolah-olah tidak ada yang terjadi, penting untuk segera membahas perilaku ini dan menetapkan ekspektasi yang jelas.


Misalnya, kamu bisa mengatakan, “aku merasa bingung dan terluka ketika kamu menghilang tanpa pemberitahuan. Jika kita akan melanjutkan hubungan ini, aku butuh komunikasi yang lebih konsisten dan jujur.” Dengan menetapkan batasan seperti ini, kamu menunjukkan bahwa kamu menghargai diri sendiri dan tidak akan mentolerir perilaku yang merugikan emosional kamu.


2. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi


(Pahami dan antisipasi submarining dalam sebuah hubungan. Foto: Dok. Freepik)


Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk mengatasi masalah submarining. Saat seseorang kembali setelah menghilang, penting untuk mengomunikasikan perasaan kamu dengan jelas dan tanpa menyalahkan. Alih-alih mengonfrontasi mereka dengan kemarahan, cobalah untuk memulai percakapan dengan pernyataan yang lebih terbuka dan penuh empati.


Contohnya, kamu bisa coba mulai dengan berkata, “aku merasa sangat bingung dan khawatir ketika kamu tiba-tiba berhenti menjawab pesan. Bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi?” Pendekatan ini memungkinkan pasangan untuk menjelaskan alasan mereka dan mungkin membuka jalan untuk perbaikan dalam pola komunikasi mereka. Jika mereka tidak bisa memberikan alasan yang memadai atau tidak menunjukkan keinginan untuk memperbaiki perilaku, ini adalah tanda bahwa hubungan tersebut mungkin tidak sehat untuk kamu.


3. Fokus pada Kesejahteraan Emosional Anda


(Pahami dan antisipasi submarining dalam sebuah hubungan. Foto: Dok. Freepik)


Menghadapi submarining bisa sangat melelahkan dan merusak, dan penting untuk fokus pada kesejahteraan emosional kamu sendiri. Jangan biarkan perilaku ini membuatmu meragukan diri sendiri atau merusak rasa percaya diri. Ingatlah bahwa perilaku submarining mencerminkan masalah dan ketidakdewasaan emosional dari pelaku, bukan kesalahan kamu ya.


Luangkan waktu untuk merawat diri sendiri dan mengelilingi diri kamu dengan dukungan positif dari teman dan keluarga. Aktivitas seperti meditasi, olahraga, atau hobi yang kamu sukai dapat membantu meredakan stres dan memperkuat kesejahteraan mental. Jika kamu masih merasa kesulitan mengatasi dampak emosional dari submarining, pertimbangkan untuk berbicara dengan terapis atau konselor yang dapat memberikan dukungan profesional.


(Baca juga: 5 Hal Ini Jadi Pertimbangan Wanita Independen Untuk Pasangan)


Submarining adalah perilaku yang membingungkan dan menyakitkan. Namun, kamu bisa mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri serta menjaga kesehatan emosional kamu dengan cara-cara tersebut!


(Penulis: Adila Firani)


Sex & relationship