Life & health

Kenali Perbedaan Jenis-Jenis Terapi Pijat dan Manfaatnya

By : Her World Indonesia - 2024-05-30 16:00:01 Kenali Perbedaan Jenis-Jenis Terapi Pijat dan Manfaatnya

Terkadang beristirahat setelah melewati hari yang hektik dan panjang tidaklah cukup. Tubuh dan pikiran masih terasa mumet dan letih. Di saat kondisi seperti itu, memijat tubuh adalah solusi yang kerap dipilih banyak orang. Kini pijat semakin tersedia secara luas dan dinilai penting untuk meningkatkan kesehatan diri. Bagi mereka yang sibuk sehari-harinya, membeli alat pijat menjadi alternatif mudah. Namun, tentunya efek yang diberikan tidak semempan saat dipijat langsung oleh terapis yang terlatih.


Pijat dapat dilakukan dengan bermacam intensitas dan cara, mulai dari tekanan ringan hingga dalam. Selain untuk memanjakan diri dan menghilangkan rasa pegal di tubuh, pijat memiliki sederet manfaat untuk kesehatan mental, otak, dan lainnya. Apabila kamu ingin beralih dari penggunaan alat pijat ke terapi pijat oleh ahlinya, wajib untuk kamu ketahui terlebih dahulu beberapa jenis terapi pijat yang sering dilakukan beserta manfaatnya di sini!


1. Pijat Batu Panas

(Batu basal diletakkan di tubuh saat hot stone massage. Foto: Dok. Karolina Grabowska/Pexels)


Pijat batu panas atau yang dikenal sebagai hot stone message melibatkan penggunaan batu yang telah dihangatkan sebelumnya dengan direndam di air panas. Batu yang dipilih pun tergolong unik, yaitu batuan vulkanik (batu basal datar) yang bisa menahan panas. Dalam durasi 90 menit, kamu akan dipijat terlebih dahulu, lalu batu diletakkan di beberapa bagian tubuh seperti kaki, perut, tangan, punggung, dan pinggang. Kemudian, terapis akan melanjutkan pijatan di bagian otot yang membutuhkan tekanan lebih. Setelah ini biasanya terapis akan menempelkan batu dingin di bagian yang ditempelkan batu panas untuk menenangkan kulit dan pembuluh darah. Jenis pijat yang satu ini cocok dipilih untuk kamu yang ingin meredakan nyeri sendi, otot, dan tulang. Selain itu, pijat batu panas bisa meredakan stres, meningkatkan kualitas tidur, dan juga melancarkan peredaran darah.


(Baca juga: 6 Minuman yang Boleh Diminum Saat Diet Selain Air Putih)


2. Pijat Shiatsu

(Terapis tidak menggunakan alat atau minyak saat pijat shiatsu. Foto: Dok. Pixabay/Pexels)


Berasal dari Jepang, pijat shiatsu memadukan gaya terapi pijat tradisional seperti akupuntur dan anma dengan pengetahuan medis Barat. Sesi pijat shiatsu biasanya diawali dengan mengevaluasi dan menilai keadaan energi qi seseorang terlebih dahulu. Kemudian, baru akan dilanjutkan dengan proses memijat secara manual seperti memberikan tekanan ke area-area tertentu tanpa menggunakan minyak. Menariknya lagi, pijat shiatsu ini fokus menggunakan jari tangan, telapak tangan, dan lutut terapis. Pijat ini dapat dipilih khususnya untuk kamu yang memiliki postur tubuh yang buruk, gangguan pencernaan, dan sakit kepala. Tak hanya mengatasi permasalahan tubuh, pijat shiatsu bisa meningkatkan mood dan juga ketenangan diri. 


3. Pijat Thai


(Keunikahan pijat Thai yang menyerupai gerakan yoga. Foto: Dok. thaimassageofficial/Instagram)

Berbeda dengan terapi pijat biasanya, Pijat Thai (Thailand massage) dilakukan di atas matras yang ada di lantai dan mengharuskan orang yang dipijatnya untuk menggunakan pakaian lengkap. Namun, pakaian ini harus longgar, nyaman, dan mudah untuk digerakkan. Terapis akan meregangkan sendi dan memijat area tubuh secara lembut yang menyerupai teknik yoga. Teknik yang menggabungkan tekanan jaringan dalam, peregangan otot, dan sendi ini dapat membantu atasi permasalahan bagian belakang tubuh seperti nyeri di pinggang, bokong, atau paha.


4. Pijat Swedia

(Swedish massage cocok untuk orang yang ingin mencoba terapi pijat. Foto: Dok. Anna Tarazevich/Pexels)


Kamu baru ingin mencoba terapi pijat dan masih ragu? Jangan khawatir karena terapi pijat yang satu ini cocok untuk pemula! Sebelum dipijat, kamu perlu melepaskan pakaian kecuali pakaian dalam, lalu ditutupi dengan kain putih sambil berbaring di meja pijat. Kemudian, terapis akan memijat dengan lima teknik dasar, di antaranya mengusap (effleurage), menggetarkan (vibration), menggosok (friction), dan mengetuk (tapotement). Swedish massage memiliki manfaat utama, yaitu mempercepat pemulihan cedera. Namun, bagi kamu yang ingin meningkatkan fungsi sistem saraf, merangsang produksi hormon endorfin, atau menghilangkan pegal, bisa dirasakan lewat pijatan ini.


5. Pijat Aromaterapi

(Minyak esensial penting digunakan saat pijat aromaterapi. Foto: Dok. Yan Krukau/Pexels)


Ingin mendapatkan ketenangan secara emosional? Pijat aromaterapi bisa jadi pilihanmu. Keunikan dari terapi yang satu ini terletak pada penggunaan minyak esensial saat dipijat. Berlangsung selama 60 hingga 90 menit, pijat aromaterapi menggabungkan teknik beri tekanan lembut pada tubuh bagian belakang sambil menggunakan minyak esensial. Terapis biasanya akan menentukan minyak yang cocok digunakan, namun kamu tetap bisa memilih jika menginginkan aroma yang berbeda. Selain digunakan untuk pijat, minyak esensial akan dituangkan ke diffuser sehingga aromanya bisa kamu hirup saat dipijat. Aroma dari minyak esensial akan membuat tubuhmu lebih rileks. Untuk pijat yang satu ini mewajibkan kamu untuk tidak mengenakan pakaian apapun kecuali pakaian dalam.


(Baca juga: Asam Lambung Naik? Konsumsi Buah dan Sayur Ini!)


Pijat tidak hanya memberikan relaksasi pada tubuh, tapi juga memberikan segudang manfaat untuk kesehatan mental. Namun, agar manfaatnya terasa secara efektif, pijat perlu dilakukan oleh terapis. Kamu bisa mengunjungi salon, spa, atau rumah refleksiologi yang ada di dekat rumahmu. Terapis akan lebih memahami kondisi tubuhmu dan cara mengatasinya.


(Penulis: Zahrah Pricila)


Life & health